5 Negara pengguna botol plastik terbesar dunia termasuk Indonesia

Kamis, 14 April 2016 07:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
5 Negara pengguna botol plastik terbesar dunia termasuk Indonesia Ilustrasi botol plastik. ©Shutterstock/monticello

Merdeka.com - Kementerian Keuangan berencana untuk mengenakan cukai pada produk kemasan plastik dalam bentuk minuman. Hal ini dilakukan guna mengurangi penggunaan botol plastik yang selama ini dinilai merusak lingkungan.

Kepala Kepabeanan dan Cukai badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Nasrudin Joko Suryono mengatakan, pengenaan cukai pada produk masih sangat minim. Selama ini pengenaan cukai hanya untuk produk hasil tembakau, alkohol dan minuman yang mengandung alkohol.

"Usulan barang kena cukai lainnya, yakni sedang dikaji untuk kemasan plastik dalam bentuk botol minuman," ujar Joko di Grand Sahid Hotel, Jakarta.

Selain itu, angka pertumbuhan permintaan terhadap minuman kemasan plastik meningkat sebesar 7 persen. Jumlah tersebut juga diikuti permintaan akan kebutuhan plastik dari 3 juta ton pada 2015 menjadi 3,2 juta ton.

"Bukan saja untuk mengurangi konsumsi produk plastik, cukai dikenakan karena alasan kelestarian lingkungan. Sebab sampah plastik baru bisa terurai dalam waktu 100 tahun," kata dia.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), Adhi Lukman menolak rencana pemerintah yang akan mengenakan cukai untuk minuman kemasan botol plastik. Adhi berpendapat, saat ini jumlah sampah botol plastik sangat sedikit jumlahnya.

"Kita menolak, karena memang tidak ada dasarnya. Kita sudah punya data-data bahwa di tempat pembuangan akhir (TPA) plastik botol hampir tidak ada karena diambil langsung untuk di daur ulang," ujar Adhi.

Dilansir dari World Atlas, Indonesia tercatat masuk lima besar negara pengguna botol plastik terbanyak. Posisi berapa Indonesia? Dan negara mana lagi sebagai pengguna botol plastik terbanyak? Berikut merdeka.com akan merangkumnya untuk pembaca.

1 dari 5 halaman

China

Ilustrasi botol plastik. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/photka

China merupakan salah satu pemilik penduduk terbesar di dunia. Besarnya jumlah penduduk mempengaruhi tingkat penyumbang rumah kaca dan polusi udara.

Selain itu, tingginya konsumen China berbanding lurus dengan konsumsi minuman botol plastik. Negara Tirai Bambu ini tercatat menggunakan 10,42 miliar botol plastik.

Tingginya permintaan membuat kualitas produk botol minuman plastik sulit dijaga. Sebab, berdasarkan penelitian dari badan obat dan makanan nasional, kerap ditemukan produk botol minuman tidak memenuhi standard kualitas pemerintah.

Fakta ini membuat kesehatan penduduk China terancam karenanya. Baik saat menggunakan maupun limbah sesudah pemakaian.

2 dari 5 halaman

Amerika Serikat

Ilustrasi botol plastik. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/Diego Cervo

Berdasarkan badan sensus nasional, pada 2016, penduduk Amerika Serikat akan mencapai 322,3 juta orang. Ini membuat AS menjadi negara ke-3 terpadat dunia.

Tingginya angka penduduk membuat AS terjerat masalah pasokan, pengemasan, dan distribusi air minum bersih. Menurut data Perusahaan Penjualan Makanan, di 2008 saja, penduduk Amerika menggunakan 8,6 miliar botol air plastik.

Tiga tahun kemudian, angka tersebut melonjak menjadi 9,1 miliar botol.

3 dari 5 halaman

Meksiko

Meksiko. ©2014 Merdeka.com

Meksiko menjadi negara rumah dari 120 juta penduduk. Air bersih sulit diakses hingga upaya pemenuhan yang minim menjadi masalah dari negara Amerika Latin tersebut.

Maka dari itu, tingkat konsumsi air botol plastik di negara ini cukup tinggi yakni sekitar 8,23 miliar. Beberapa tahun belakangan, Meksiko juga menerapkan pajak pada minuman bersoda sekitar satu peso per liternya.

Pasokan botol plastik di Meksiko dikuasai tiga perusahaan raksasa. Pertama, Bonafont milik Danone, Ciel milik Coca-Cola, dan Epura milik Pepsi Co.

4 dari 5 halaman

Indonesia

Produk daur ulang botol plastik bekas . ©2013 Merdeka.com

Indonesia menjadi negara ke-4 pengguna botol plastik terbanyak di dunia. Tercatat penggunaan botol plastik di negara kita mencapai 4,82 miliar.

Menurut lembaga internasional Euromonitor, hampir setengah dari penjualan botol minuman tahun lalu, disumbang oleh Danone Aqua. Pesatnya industri botol minuman di Indonesia disebabkan oleh meningkatnya urbanisasi dan jumlah penduduk.

Asosiasi produsen minuman botol melaporkan penjualan produk botol minuman meningkat dari 12,8 miliar liter per 2009 menjadi 23,1 miliar di 2014.

5 dari 5 halaman

Brazil

Santa Marta, Brazil. ©2014 Merdeka.com/Payload Cargo Collective

Brazil, negara di Amerika Selatan ini, memiliki 205,3 juta penduduk yang bermukim di dalamnya. Pencemaran air menjadi salah satu masalah terbesar yang dihadapi negara.

Kondisi ini diperparah dengan masih banyaknya hunian kumuh di Brazil. Maka dari itu, tingkat penggunaan minuman botol cukup tinggi di negara ini.

Tercatat, Brazil mengonsumsi 4,8 miliar botol per tahunnya. [bim]

Baca juga:
YLKI: Cukai untuk kemasan plastik baik, tapi bereskan dulu UU
Pengusaha tolak rencana pengenaan cukai minuman botol plastik
Alasan lingkungan, minuman kemasan botol plastik bakal kena cukai
Pertamina nilai pengenaan cukai bakal pangkas konsumsi BBM
BBM direncanakan kena cukai, ini tanggapan Pertamina
Pengusaha sebut cukai minuman soda bakal rugikan pedagang kecil
Soal cukai rokok, Sampoerna minta pemerintah pikirkan nasib petani

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini