5 Kehebatan Bisnis Busana Muslim Indonesia di Dunia

Sabtu, 15 Desember 2018 08:00 Reporter : Merdeka
5 Kehebatan Bisnis Busana Muslim Indonesia di Dunia pameran busana muslim. ©2013 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Global Islamic Economy memprediksi pertumbuhan pasar fesyen muslim dunia pada 2020 akan mencapai USD 327 miliar atau setara Rp 4.522 triliun. Pemerintah menargetkan Indonesia bisa menjadi kiblat fesyen dan busana muslim dunia.

Indonesia sendiri menempati peringkat lima besar dari negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) sebagai pengekspor fesyen muslim terbesar di dunia, setelah Bangladesh, Turki, Maroko, dan Pakistan.

Presiden Jokowi menyampaikan, berdasarkan informasi yang dikantonginya setiap tahun ada Rp 166 triliun nilai ekonomi dari dunia industri fashion muslim. Khusus busana muslim saja tercatat ada sebesar Rp 45 triliun. "Ini kan sebuah jumlah yang sangat besar sekali," sambungnya.

Berikut merdeka.com akan merangkum sejumlah kehebatan bisnis busana muslim Indonesia.

1 dari 5 halaman

Indonesia Punya Potensi dan Talenta Kuasai Pasar Dunia

busana muslim. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meyakini busana-busana muslim Indonesia bakal menguasai pasar dunia. "Saya yakini insyaAllah kita akan bisa memiliki kekuatan besar dalam menguasai pasar busana muslim dunia," katanya.

"Saya melihat ada sebuah potensi, ada sebuah kekuatan kita, ada sebuah talenta-talenta dari desainer kemudian dari busana-busana muslim yang kita harapkan nantinya apabila ini dibicarakan terus di antara kita dalam rangka terutama penguasaan pasar, baik di pasar dalam negeri maupun di pasar pasar ekspor," ucap dia.

2 dari 5 halaman

Bisnis Busana Muslim Indonesia Paling Ternama di Dunia

Busana muslim. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Kementerian Perdagangan mengklaim industri fesyen muslim Indonesia saat ini paling ternama di dunia. Industri sejenis di Malaysia, negara muslim terdekat, dinilai belum mampu menyaingi.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Nus Nuzulia Ishak mengatakan, desainer busana muslim di Indonesia memiliki kreativitas tinggi. Ini membuat industri fesyen Tanah Air mampu unjuk gigi di tingkat internasional.

"Produk fashion muslim Indonesia belum ada saingan. Kita masih diatas dan belum tergeserkan. Coba saja lihat tiap minggu gayanya beda, mode jilbab saja banyak banget, diputar dan segala macam," ucap Nus.

3 dari 5 halaman

Sumbang Pertumbuhan Ekonomi Terbesar Dari Sektor Ekonomi Kreatif

busana muslim. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) bersama sejumlah kementerian tengah mendorong percepatan pengembangan industri busana muslim di Indonesia. Sebab, selain kuliner, industri busana muslim menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan dari ekonomi kreatif.

"Karena berdasarkan hasil pertemuan antara KEIN dengan Presiden Joko Widodo, ternyata salah satu sektor yang paling banyak meningkatkan pertumbuhan ekonomi terdapat di bidang industri kreatif," kata Ketua Pokja Industri Kreatif KEIN, Irfan Wahid.

Terkait busana muslim, Irfan mengakui bahwa Indonesia memiliki potensi luar biasa. Satu diantaranya, Indonesia merupakan satu dari lima besar negara anggota Organisasi Kerjasama negara Islam (OKI) sebagai pengeskpor busana muslim terbesar selain Bangladesh, Turki, Maroko dan Pakistan.

"Desain dan kualitas produk busana muslim Indonesia juga diakui berdaya saing global, karena mengandung unsur budaya dari batik dan tenun."

4 dari 5 halaman

Busana Muslim Indonesia Paling Banyak Masuk Amerika

busana muslim. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Amerika Serikat (AS) rupanya menjadi negara tujuan ekspor utama dari produk fesyen muslim Indonesia. Padahal, penduduk negara tersebut mayoritas bukan muslim.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Tjahja Widjayanti, mengatakan selama ini ekspor utama produk fesyen muslim Indonesia justru bukan ke negara-negara muslim. "Ekspor produk muslim, tidak melulu ke negara muslim," ujar dia.

Dia mengungkapkan, dari 10 negara utama, hanya dua negara mayoritas muslim yang menjadi tujuan ekspor produk fesyen Indonesia. Bahkan di urutan pertama yaitu AS. "AS nomor 1, mungkin karena nyaman digunakan. Uni Emirat Arab malah nomor 10. Yang lain tidak negara muslim, kecuali Turki di posisi 5," kata dia.

5 dari 5 halaman

Industri Busana Muslim Serap 1,1 Juta Pekerja

busana muslim. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyebut, nilai ekspor produk fashion nasional pada 2017 mencapai US$13,29 miliar atau sekitar Rp138 triliun. Jumlah tersebut naik sebesar 8,7 persen dibanding tahun sebelumnya.

"Sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk menjadi kiblat fashion muslim di dunia," kata Airlangga.

Saat ini industri busana muslim diproyeksikan menyerap tenaga kerja sebanyak 1,1 juta orang dari total 3,8 juta tenaga kerja industri fashion.

  [bim]

Baca juga:
Bukan Negara Muslim, AS Justru Negara Tujuan Ekspor Terbesar Fesyen Muslim Indonesia
Pemerintah Tingkatkan Kualitas Industri Fesyen Lokal
Demi perangi terorisme, Mesir akan larang penggunaan burqa di tempat umum
Puluhan warga Banda Aceh kena razia pakaian ketat dan celana pendek
Gadis muslim Inggris jadi yang pertama ikut kontes kecantikan pakai hijab
Mantan Menlu Inggris tolak minta maaf usai hina wanita berburka
Mantan Menlu Inggris dikecam karena sebut wanita berburka mirip perampok bank

Topik berita Terkait:
  1. Busana Muslim
  2. Muslim
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini