5 Fakta seputar larisnya uang receh jelang Lebaran
Merdeka.com - Salah satu fenomena yang selalu dijumpai saban menjelang Lebaran adalah maraknya perburuan uang receh. Kebutuhan uang receh melonjak tinggi saat mendekati Idul Fitri.
Kebanyakan, uang receh dibutuhkan untuk dibagi-bagikan ke sanak saudara di kampung halaman. Masyarakat rela antre sejak pagi atau siang hari di bawah terik matahari hanya untuk menukar uang mereka ke pecahan yang lebih kecil atau uang receh.
Orang-orang yang antre rata-rata membawa tas ransel. Dari dalam tas tersebut, mereka mengeluarkan sejumlah uang dan menukarnya dengan uang pecahan yang lebih kecil. Mulai dari pecahan Rp 2.000, Rp 5.000 Rp 10.000, hingga Rp 20.000.
Salah satunya Andi (45) yang rela antre untuk menukar uang receh di mobil penukaran uang yang terparkir di lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat. "Saya cuma nukar uang Rp 1,5 juta, apalagi sekarang karena makin banyak yang datang," ujar dia.
Dia mengaku, menukar uang untuk kebutuhan pribadi saat lebaran nanti. "Buat dibagikan sanak saudara di kampung," jelasnya.
Bank Indonesia memfasilitasi penukaran uang dengan mobil di lapangan Monas sejak 1 Juli lalu. Rencananya, penukaran uang akan dilayani sampai 25 Juli.
Sudah dua pekan berjalan, antusias warga ibu kota menukar uang receh cukup tinggi. Merdeka.com mencatat fakta seputar larisnya penukaran uang receh jelang Lebaran.
Dua pekan Rp 800 miliar
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDilihat secara nasional, total realisasi penukaran uang se-Indonesia sudah mencapai Rp 800 miliar hanya dalam waktu dua pekan. Sementara untuk penarikan uang untuk kebutuhan perbankan dalam negeri dari Bank Indonesia mencapai Rp 49,9 triliun.
"Penarikan dari BI sejumlah Rp 49,9 triliun, Tdak semua untuk penukaran ada yang bayar THR. Pecahan kecil sebanyak Rp 6,5 triliun. Pecahan besar Rp 43,3 triliun," jelas dia.
Di Jakarta, sehari bisa RP 4,1 miliar
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comJelang Lebaran, antusias masyarakat menukar uang receh cukup besar. Termasuk di ibu kota DKI Jakarta. Bank Indonesia (BI) mencatat, dalam dua pekan, realisasi penukaran uang receh mencapai Rp 14,1 miliar. Jumlah tersebut hanya yang dilakukan di lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat.
Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang, Lambok Siahaan menuturkan, tingginya antusias warga bisa dilihat dari realisasi penukaran uang per hari. Kemarin, Selasa (15/7), total uang yang ditukar mencapai Rp 4,1 miliar.
"Dari tanggal 1 Juli sampai saat ini jumlahnya Rp 14,1 miliar atau setara dengan penukar 5.550 orang yang padati Monas, itu hanya di wilayah Monas saja," ujarnya di Monas, Jakarta, Rabu (16/7).
Pecahan Rp 2.000 banyak diburu
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comWarga Jakarta datang dengan tujuan ingin menukarkan uang pecahan kecil dengan nilai Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, dan Rp 2.000.
Salah satu warga Andi (45) menyiapkan uang Rp 1,5 juta yang ingin ditukarkan dengan uang Rp 2.000. "Mau saya tukarkan Rp 1,5 juta ke pecahan Rp 2.000," ujarnya kepada merdeka.com, Jakarta, Rabu (16/7).
Seperti Andi, Iwan yang berasal dari Kalimalang juga menyiapkan Rp 1,7 juta untuk ditukarkan ke dalam pecahan receh Rp 2.000. "Buat pribadi tidak ditukarkan lagi," jelas dia.
Sementara, pihak perbankan sendiri membenarkan pecahan Rp 2.000 hingga Rp 5.000 paling laku saat musim penukaran seperti saat ini.
"Kalau di kami (Bank Mega) hanya boleh warga boleh mutar 3 kali, mereka rata-rata menukar Rp 2.000 sampai Rp 5.000," ungkapnya.
Satu orang hanya boleh tukar Rp 3,7 juta
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSudah menjadi tradisi, saban menjelang Ramadan, Bank Indonesia (BI) memfasilitasi kegiatan penukaran uang receh untuk masyarakat. Uang pecahan kecil tersebut menjadi salah satu kebutuhan masyarakat setiap kali menjelang Lebaran.
Tradisi membagi uang (THR) ke sanak saudara di kampung halaman sudah menjadi tradisi masyarakat saat Hari Raya Idul Fitri. Untuk itu dibutuhkan uang receh dalam jumlah cukup besar.
BI membatasi penukaran uang maksimal Rp 3,7 juta per orang. Uang yang disiapkan BI cukup besar. Pecahan Rp 20.000 sebesar Rp 2 juta, pecahan Rp 10.000 dengan nilai total Rp 1 juta, pecahan Rp 5.000 senilai Rp 500.000 dan pecahan Rp 2.000 senilai Rp 200.000.
Rata-rata masing-masing perbankan tersebut menyiapkan dana sebesar Rp 3,7 juta per hari. "Kami memang dibatasi BI hanya sekitar Rp 119 miliar dalam waktu 25 hari ini, dan rata-rata per hari kami keluarkan Rp 3,7 juta," ujar Pemimpin Operasi Transaksi Bank Mega, Ary Satrio kepada merdeka.com, Jakarta, Rabu (16/7).
Bisa tukar uang receh di Pegadaian
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBank Indonesia tidak bisa menghentikan keberadaan makelar penukaran uang receh atau biasa disebut inang-inang setiap menjelang Lebaran. Untuk meminimalkannya, Bank Indonesia (BI) membatasi gerak inang-inang, dengan menjalin kerjasama 13 bank nasional membuka layanan penukaran uang di berbagai titik di Jakarta.
Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Lambok Antonius Siahaan mengharapkan masyarakat dapat menukarkan uang yang telah disediakan bank sentral. Sebab, tingkat risiko jika menukarkan uang di inang-inang tergolong tinggi.
Setidaknya ada 13 Bank yang melayani penukaran uang. Antara lain Bank BNI, Bank Mandiri, BJB, Bank DKI, BTN, BCA, CIMB Niaga, Permata, BRI, BII, Bank Mega, BNI Syariah dan Bank Muamalat.
Bank Indonesia memberikan layanan penukaran dengan sistem paket kombinasi beberapa pecahan. Sehingga pelayanan lebih cepat dan mengontrol agar tidak ada masyarakat yang tidak kebagian uang receh. "Dengan Perum Pegadaian (Persero) untuk menyediakan outlet layanan penukaran uang di lokasi kantor Pegadaian. Ada 50 titik."
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya