Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

2.205 Keluarga di Jawa Timur terima bantuan pangan non tunai

2.205 Keluarga di Jawa Timur terima bantuan pangan non tunai Beras Raskin. ©2013 Merdeka.com/m. luthfi rahman

Merdeka.com - Kementerian Sosial bersama dengan PT Bank Negara Indonesia menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) secara perdana kepada lebih dari 2.205 keluarga penerima manfaat di Surabaya dan Lamongan, Jawa Timur. Bantuan ini disalurkan melalui agen-agen branchless banking BNI atau yang disebut Agen46 BNI sebagai percontohan awal.

Menteri Sosial Khofifah mengatakan BPNT merupakan arahan Presiden Joko Widodo agar bansos makin diintegrasikan secara non tunai dan subsidi pangan akan dikonversi dengan bantuan pangan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Presiden mengarahkan agar penerapan penyaluran bantuan pangan pengganti subsidi pangan yang dikenal raskin atau rastra dapat mulai diterapkan pada tahun 2017.

"Program Subsidi Pangan ini dulunya raskin lalu diubah menjadi rastra (beras sejahtera). Subsidi Pangan saat ini dikonversikan menjadi Bantuan Pangan Non Tunai. Bapak, Ibu akan ditanya tentang hal ini. Maka kuasai hal ini karena secara terminologi mempunyai perbedaan yang signifikan," kata Khofifah melalui keterangan resminya, Minggu (12/1).

Dia menambahkan, total BPNT di tahun 2017 ini mencapai Rp 1,6 triliun. Sehingga Kemensos meminta pemerintah daerah dan dinas sosial untuk menguasai mekanismenya.

Wakil Direktur Utama BNI Suprajarto menjelaskan keluarga penerima manfaat tersebut juga merupakan bagian dari penerima Bantuan Sosial PKH Non Tunai dari Total 24.000 KPM yang ada di Kota Surabaya. Untuk Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Surabaya ini, BNI telah menyiapkan 279 Agen yang siap menyalurkannya. Penyaluran BPNT di Lamongan telah dilakukan sehari sebelumnya.

Sistem yang dipakai dalam penyaluran BPNT ini menggunakan Kartu yang memiliki multi fungsi, yaitu sebagai e-wallet yang dapat menyimpan data penyaluran bantuan Pangan serta berfungsi sebagai kartu tabungan. Dengan sistem ini, Bantuan pangan Non Tunai akan langsung disalurkan ke rekening Penerima Manfaat dalam hal ini E-wallet dan hanya dapat digunakan untuk membeli barang sesuai program yang ditetapkan pemerintah.

Dalam sistem penyaluran ini, dibangun pula sistem monitoring berupa Dashboard yang bersifat online untuk pemantauan, penyaluran, dan penyerapan bantuan sosial serta rekonsilasinya. Sistem ini dapat diakses untuk kepentingan secara nasional sampai dengan Desa.

"Untuk pengembangan ke depan, metode ini juga dapat diterapkan untuk penyaluran Bantuan Sosial atau Subsidi lainnya seperti Pupuk, Elpiji, sehingga dapat mendukung program Pemerintah untuk bantuan sosial dan subsidi," ujar Suprajarto.

Penerima BPNT dapat mendatangi Agen46 BNI atau Agen-agen Branchless Banking lain dari Bank Himbara untuk memanfaatkan bantuan pangan tersebut. Kekhususan BPNT adalah pada penyalurannya yang hanya bisa dicairkan dalam bentuk komoditas pangan.

Pada Penyaluran BPNT perdana di Surabaya kali ini, BPNT hanya dapat dicairkan menjadi beras bersubsidi sebanyak 10 kilogram (kg) dan gula sebanyak 2 kg atau senilai Rp 110.000 per penerima. Bantuan tersebut tidak dapat dicairkan dalam bentuk uang.

Untuk itu, BPNT juga dapat dicairkan melalui Rumah Pangan Kita (RPK) yang dikelola BULOG dan Warung Gotong Royong Elektronik (E-Warong) yang dioperasikan oleh koperasi di bawah koordinasi Kementerian Sosial RI.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP