Vila-Vila di Puncak Disegel, Dedi Mulyadi Minta KLHK Bongkar pakai Backhoe 'Kalau Disegel Takut Lupa

Dia secara khusus meminta agar KLHK tak hanya menyegel sejumlah vila.

Mutia Anggraini
Oleh Mutia Anggraini - Reporter
Vila-Vila di Puncak Disegel, Dedi Mulyadi Minta KLHK Bongkar pakai Backhoe 'Kalau Disegel Takut Lupa
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memilih untuk tidak berkomentar terkait penggeledahan rumah mantan Gubernur Ridwan Kamil oleh KPK dalam kasus dugaan korupsi di Bank BJB, meskipun memastikan operasional bank tetap berjalan. (© 2025 Antaranews)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi angkat bicara mengenai aksi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di kawasan Puncak Bogor. Melalui Dirjen Penegakan Hukumnya, KLHK diketahui telah berhasil menyegel sejumlah vila di kawasan Puncak dan sekitarnya.

Dalam sebuah unggahan singkat dalam kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel miliknya, eks Bupati Purwakarta itu memberi apresiasi mendalam atas aksi cekatan KLHK. Namun, dalam unggahan tersebut Dedi turut memberi koreksi hingga saran.

Dia secara khusus meminta agar KLHK tak hanya menyegel sejumlah vila. Dia menyarankan agar vila-vila yang berdiri di ‘kawasan merah’ itu segera dibongkar. Seperti apa pernyataannya? Berikut ulasan selengkapnya.

Dedi Mulyadi menuturkan soal keinginan mendalamnya agar Jawa Barat menjadi daerah yang memiliki lingkungan hidup seimbang. Dia menaruh harapan besar agar Jawa Barat menjadi kawasan dengan ekosistem gunungnya yang terjaga hingga manusianya yang turut hidup berbahagia.

Dalam keterangannya, dia turut mengutarakan apresiasi mendalam atas kerja keras KLHK dalam melakukan penegakan hukum di sekitar hutan lindung, Puncak Bogor. Menurutnya, hal tersebut sudah menjadi hal yang tepat untuk dilakukan.

“Saya itu memiliki mimpi dan keinginan tentang Jawa Barat. Saya ingin Jawa Barat itu gunung-gunungnya terjaga, aliran sungainya tertata, seluruh masyarakatnya bahagia. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada Dirjen Penegakan Hukum di KLHK yang telah menyegel vila-vila di daerah hutan lindung, Puncak Bogor dan sekitarnya,” ujarnya.

Namun, aksi KLHK dinilainya masih kurang maksimal. Dedi menyebut jika penyegelan vila justru tidak memiliki manfaatnya.

Sebab, bangunan vila yang masih berdiri cenderung dapat menghalangi aliran hujan hingga menyebabkan banjir bandang di kawasan lembah.

“Tetapi harapan saya, jangan hanya sekadar disegel. Kalau disegel saja, enggak ada manfaatnya. Kenapa? Karena bangunannya tetap berdiri, airnya jatuh ke bangunan dan mengalir deras ke sungai, sungainya mengalami pendangkalan. Maka tetap, banjir akan terjadi. Padahal curah hujannya sekarang masih rendah, belum besar dan ekstrem sebenarnya. Tetapi memang ekosistem kehidupannya sudah rusak,” imbuhnya.

Melalui hal ini, Dedi lantas mengimbau KLHK agar kemudian kembali turun ke lokasi. Dia meminta agar KLHK segera membongkar sejumlah vila menggunakan alat berat.

Dedi menambahkan, aksi penyegelan bangunan bisa saja menjadi tindakan yang kemudian terlupakan di kemudian hari. Padahal, tujuan dari aksi KLHK tersebut tak lain untuk mencegah bencana banjir yang lebih besar di kawasan Jabodetabek.

“Untuk itu, semoga kawan-kawan di KLHK nanti segera bawa backhoe ke lokasi. Bongkar dong, yak an? Kalau dengan dibongkar, kan masalahnya bisa cepat selesai. Kalau disegel saja, saya takut lupa. Nanti sudah kemarau, segelnya masih ada, bongkarnya malah bisa tidak jadi. Yuk kita sama-sama bergerak melakukan tindakan-tindakan yang nyata,” tegasnya.

Rekomendasi