Terapi Bekam, Manfaat, dan Efek Sampingnya

Senin, 25 November 2019 16:24 Reporter : Khulafa Pinta Winastya
Terapi Bekam, Manfaat, dan Efek Sampingnya Ilustrasi bekam. ©2012 Merdeka.com/eliman-international.com

Merdeka.com - Terapi bekam merupakan pengobatan alternatif yang cukup populer sejak zaman dulu. Bekam di percaya mampu mengeluarkan racun dan zat berbahaya dalam tubuh. Metode pengobatan ini dilakukan dengan cara menyedot keluar darah kotor yang ada di tubuh.

Cara kerja terapi ini yaitu dengan memanaskan cangkir dengan api menggunakan alkohol, dan racikan herbal. Setelah itu cangkir langsung diletakan di atas kulit, nantinya permukaan kulit akan menjadi merah karena pembuluh darah merespon perubahan tekanan.

Bekam sendiri di bedakan menjadi tiga berdasarkan tekniknya. Bekam kering, merupakan terapi bekam yang tidak mengeluarkan darah kotor melainkan hanya angin. Bekam basah, merupakan terapi dengan memberikan tusukan jarum kecil pada kulit agar darah kotor keluar. Sedangkan bekam luncur, bisa dilakukan dalam bekam kering maupun basah dan memiliki teknik dengan menggerakkan cangkir ke berbagai arah dengan bantuan minyak pijat.

2 dari 5 halaman

Manfaat Bekam

Di lansir dari doktersehat dan berbagai sumber, ada beberapa manfaat dari terapi bekam di antaranya :

1. Melancarkan Peredaran Darah

Terapi bekam terbukti mampu membantu melancarkan peredaran darah. Penyedotan darah kotor berdampak meningkatkan aliran darah sehingga membuat pembuluh menjadi lebih kuat.

2. Membuang Racun, Angin, dan Kolesterol

Racun, angin, dan kolesterol bisa ditarik dengan cara menyedot darah kotor sehingga darah menjadi bersih. Biasanya, racun, angin, dan kolesterol berkumpul bersama darah di lapisan kulit.

3 dari 5 halaman

Efek Samping

rev1

Efek samping yang bisa di timbulkan dari terapi bekam di antaranya, infeksi kulit, peradangan, dan luka bakar. Hal ini di sebabkan karena jarum dan perangkat hisap yang digunakan bisa meninggalkan luka seperti memar pada kulit.

Mengutip dari laman hellosehat, National Center for Complementary and Integrative Health mengatakan jika pengobatan ini memiliki resiko menularkan penyakit melalui darah, seperti hepatitis B dan C. Efek ini memungkinkan terjadi jika penggunaan alat bekam di gunakan oleh lebih dari satu orang tanpa melalui proses sterilisasi.

4 dari 5 halaman

Orang yang Harus Menghindari Terapi Bekam

harus menghindari terapi bekam

Terapi bekam juga tidak bisa dilakukan kepada semua orang, beberapa orang yang harus menghindari terapi bekam di antaranya :

  • Wanita hamil
  • Wanita yang sedang menstruasi
  • Orang yang memiliki riwayat kejang otot
  • Orang dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti gagal organ, hemofilia, edema, kelainan darah, dan beberapa jenis penyakit jantung
  • Lansia dan anak-anak
  • Penderita diabetes
  • Kulit sensitif

Pada umumnya, kebanyakan terapi bekam dilakukan di bagian punggung. Meski sebenarnya bekam bisa dilakukan di area tubuh manapun, tetapi hindari kulit yang sedang mengalami kerusakan, iritasi, dan peradangan. Hindari juga melakukan bekam pada area yang terdapat pembuluh darah arteri, kelenjar getah bening, mata, lubang, dan degup nadi.

5 dari 5 halaman

Hal yang Perlu Diperhatikan

Untuk menghindari penyakit menular yang tidak diinginkan, ada baiknya untuk memperhatikan beberapa hal sebelum melakukan terapi bekam di tempat umum, di antaranya :

  • Pastikan tempat terapi sudah terpercaya dan terjamin
  • Pastikan terapist yang menangani adalah profesional dan bersertifikat
  • Pastikan alat yang di gunakan steril

[khu]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini