Tata Cara Ibadah Umat Islam Selama Pandemi Virus Corona

Sabtu, 21 Maret 2020 06:03 Reporter : Kurnia Azizah
Tata Cara Ibadah Umat Islam Selama Pandemi Virus Corona ilustrasi sholat. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejak dinyatakan pandemi virus corona, bertambahlah jumlah negara yang menyatakan diri untuk lockdown serta social distancing. Hal itu sebagai upaya mencegah penularan lebih banyak.

Wilayah Kabah dan sekitarnya yang biasanya penuh dengan para jemaah umroh, kini nampak kosong. Masjid di sebagian timur tengah telah mengumandangkan azan dengan tambahan kalimat yang menyerukan untuk menunaikan salat di rumah.

Tata cara ibadah Islam menjadi ada tambahan setelah dikeluarkannya keputusan dari jumhur ulama. Berikut tata cara ibadah islam selama pandemi virus corona dari berbagai sumber.

1 dari 7 halaman

Teratur Menjaga Tahajjud

Sejak disampaikan oleh pemerintah untuk melakukan social distancing dan WFH atau work for home, maka lebih banyak waktu yang Anda habiskan di rumah.

Tuntutan pekerjaan yang menyita waktu sesuai jadwal, kini lebih bisa Anda tangani dan atur sendiri hingga target pekerjaan selesai. Cobalah untuk meluangkan waktu untuk bangun tengah malam menunaikan salat tahajud, meski hanya dua rakaat.

Setelah Anda terbiasa untuk bangun di sepertiga malam, perbanyaklah jumlah rakaat salat beserta witirnya. Sembari menunggu azan shubuh.

Tidak adanya pemaksaan waktu bagi Anda berangkat lebih pagi ke kantor maupun tidur siang. Jika merasa kantuk karena kurang tidur malam, sempatkanlah untuk mengistirahatkan badan sejenak di siang hari.

2 dari 7 halaman

Waktu yang Tepat untuk Salat Tahajud

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

Rabb kami -Tabaroka wa Taala- akan turun setiap malamnya ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Allah berfirman, Siapa yang memanjatkan doa pada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya. Siapa yang memohon kepada-Ku, maka Aku akan memberinya. Siapa yang meminta ampun pada-Ku, Aku akan memberikan ampunan untuknya. (HR. Bukhari dan Muslim)

Waktu salat tahajud terbagi menjadi tiga, sesuai keutamaannya, yakni :

  • Waktu utama : sepertiga malam pertama, kira-kira dari jam 7 malam atau sesudah salat Isya sampai dengan jam 10 malam.
  • Waktu lebih utama : sepertiga malam kedua, kira-kira dari jam 10 malam sampai jam 1 pagi.
  • Waktu yang paling utama : sepertiga malam yang ketiga, kira-kira dari jam 1 pagi hingga masuk waktu salat Shubuh.
3 dari 7 halaman

Menunaikan Salat Hajat dan Istikharah

Setelah Anda mampu istiqomah menjaga salat tahajud, tata cara ibadah Islam yang bisa Anda lakukan selanjutnya dengan salat hajat dan istikharah.

Memohon setulus hati pada Allah untuk segera mencabut masalah pandemi virus corona di dunia. Sekaligus meminta pada Allah untuk diberikan petunjuk bagi Anda dalam menentukan segala pilihan.

Jabir bin Abdullah berkata, Rasulallah SAW terbiasa mengajarkan sahabatnya untuk melakukan sholat istikharah dalam segala hal, sama seperti yang dia gunakan untuk mengajarkan mereka surah dari Al-Qur'an.

Dia bersabda: 'Jika salah satu dari kalian bimbang akan suatu keputusan yang akan diambil, (atau dalam versi yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas'ud sebagai: 'Jika di antara kalian ingin melakukan sesuatu...') maka sholat sunnahlah dua rakaat dan berdoa setelah selesai sholat. (HR. Bukhari)

4 dari 7 halaman

Menjaga Wudhu yang Benar

Tata cara ibadah Islam agar terhindar dari virus corona berikutnya dengan selalu menjaga wudhu yang benar. Wudhu akan menjaga kondisi tubuh Anda dalam keadaan suci untuk beribadah, juga menjaga tangan, serta wajah untuk tetap bersih.

Dari hasil sejumlah riset, wudhu bisa mencegah risiko sejumlah penyakit, seperti kanker, sakit gigi, sakit kepala, rematik, flu, pilek, pegal, dan sebagainya.

001 tantri setyorini

Pixabay

Hasil riset oleh Leopold Wemer Von Enrenfels, seorang psikiater dan neurology dari Austria. Senantiasa membasuh air segar (wudhu) ke pusat saraf tersebut, berarti senantiasa menjaga dan memelihara kesehatan, serta keselarasan pusat saraf,.

Sempatkan untuk mencuci tangan selama 20 detik sebelum wudhu, untuk membantu diri Anda terjamin kebersihannya.

5 dari 7 halaman

Berdoa Supaya Dijauhkan dari Wabah

Terdapat doa yang diajarkan oleh Yusuf Mansur, termasuk salah satu penggalan doa dan dzikir al-Matsurat dari Hasan al-Banna. Sebuah dzikir setiap pagi dan sore hari, bacalah sebanyak 3 kali.

BISMILLAHILLADZI LA YADHURRU MA'ASMIHI SYAI'UN FIL ARDHI WA LAA FIS SAMA'I WA HUWAS SAMI'UL 'ALIM.

Artinya: Dengan nama Allah Yang bersama NamaNya sesuatu apa pun tidak akan celaka baik di bumi dan di langit. Dialah Maha Medengar lagi maha Mengetahui.

Kemudian doa yang diajarkan oleh Dr. Ali Masykur Musa, M.Si, M.Hum yang biasa dikenal dengan Cak Masykur atau Cak Ali.

Ya Allah, angkat dari kami penyimpangan, malapetaka, zina, riba, gempa bumi, bencana, dan segala cobaan yang buruk, baik yang nyata maupun yang tersembunyi, dari negeri kami ini khususnya Indonesia, dan dari semua negeri kaum muslimin, dengan Rahmat-Mu, Duhai Yang Maha Penyayang.

Doa selanjutnya melansir dari hadis yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud,
ALLAAHUMMA INNII AUUDZU BIKA MINAL BAROSHI WAL JUNUUNI WAL JUDZAAMI WA MIN SAYYI'IL ASQOOMI

Artinya : Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, kusta, dan dari segala penyakit yang buruk/mengerikan lainnya. (HR. Abu Dawud No. 1554)

6 dari 7 halaman

Dzikir Setiap Waktu, Termasuk Sebelum Tidur

Selain memanjatkan doa, perbanyaklah dzikir seusai salat melebihi waktu yang Anda habiskan untuk hal duniawi biasanya. Memanfaatkan waktu yang ada selama di rumah dengan hal-hal yang lebih berguna.

Menyia-nyiakan waktu termasuk salah satu hal yang tidak disukai Rasulullah SAW. Bacalah tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir, serta istighfar. Membacanya sebelum tidur, akan menghapus segala dosa seharian.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan Qul huwallahu ahad (surat Al Ikhlash), Qul audzu birobbil falaq (surat Al Falaq) dan Qul audzu birobbin naas (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali. (HR. Bukhari no. 5017)

7 dari 7 halaman

Salatlah di Rumah

Azan dirubah redaksinya, dari kalimat Mari melaksanakan salat menjadi Salatlah di rumah kalian masing-masing. Ini bukan berkaitan dengan keselamatan jiwa. Tapi berkaitan dengan kesehatan dan kemudahan, itu pandangan agama, ujar Quraish Shihab.

Melansir dari video unggahan Najwa Shihab yang melakukan video call dengan ulama Indonesia, Prof. Dr. AG. H. Muhammad Quraish Shihab Lc., M.A. tengah membahas mengenai fatwa salat dan beribadah.

Quraish Shihab mengatakan, Semua sepakat menyatakan bahwa dia membahayakan jiwa manusia. Maka ulama-ulama memberi fatwa tidak dianjurkan untuk hadir dalam salat-salat berjamaah, bahkan salat Jumat.

[kur]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini