Sungai di Bawah Laut Ditemukan di Era Modern, Allah Sudah Kabarkan di Alquran
Merdeka.com - Penemuan keberadaan sungai di bawah laut sempat menggegerkan masyarakat dunia beberapa tahun silam. Bagaimana tidak, air sungai yang umumnya diisi air tawar justru ditemukan di dasar laut yang memiliki karakteristik air asin.
Salah satu penemuan sungai di dalam laut yang sangat fenomenal ada di Semenanjung Yucatan, Meksiko. Namun, tahukah Anda jika keajaiban sungai di bawah laut itu sendiri ternyata sudah tertulis dalam Al-Quran. Simak ulasan selengkapnya:
Penemuan Sungai di Dalam Laut

©2013 Merdeka.com/tecdive.ru
Keberadaan sungai di bawah laut pernah ditemukan oleh seorang Oseanografi asal Prancis, yaitu Yves Costeau di kawasan Cenote Angelita, Meksiko.
Cenote sendiri adalah lubang-lubang yang terbentuk secara alami akibat runtuhnya batuan kapur yang kemudian mengekspos bagian bawah tanah.
Fenomena alam ini dapat ditemukan di Semenanjung Yucatan yang mengandung batuan kapur berpori. Sungai ini ditemukan pada kedalaman 115 kaki atau setara dengan 5 meter dengan lebar sekitar setengah mil.
Ditemukan Lagi Sungai di Dalam Laut di Australia
Pada 2020 lalu, keberadaan sungai tersembunyi ditemukan juga di lepas pantai Australia. Melansir dari laman Live Science, disebutkan jika sungai tersebut terbentuk ketika air yang dangkal kehilangan panasnya ketika musim dingin. Air ini sudah sangat asin akibat evaporasi selama musim panas. Aliran air yang dingin dan asin di bagian dalam landas kontinen - ujung benua yang biasanya terendam air dangkal - lebih padat daripada air yang lebih dalam.

©2013 Merdeka.com/tecdive.ru
Didorong oleh perbedaan kepadatan, sungai dalam laut ini ini mengalir ke lepas pantai di sepanjang dasar lautan, menurut pernyataan dari The University of Western Australia. Sungai-sungai bawah laut di Australia yang ditemukan para ilmuwan juga didapati berfungsi sebagai saluran transportasi untuk material laut melintasi landas kontinen dan lebih jauh ke lautan.
Penjelasan Penemuan Sungai di Bawah Laut
Melansir dari mymodernmet, disebutkan jika lapisan tipis hidrogen sulfat yang memisahkan antara air asin dari air tawar di atasnya membuat bagian bawah laut ini terlihat seperti sungai. Sejumlah peneliti mengatakan jika sungai tersebut terbentuk akibat fenomena Halocline. Ini adalah sebuah fenomena alam di mana adanya zona vertikal di dalam laut. Pada zona tersebut memiliki kedalaman yang mana memengaruhi kadar garam yang ada di dalam laut itu sendiri. Kemudian akan berubah dengan cepat, seiring dengan pertambahan kedalamannya. Perubahan inilah yang kemudian menyebabkan adanya kepadatan air sehingga menyebabkan adanya dinding pemisah antara air laut dan air tawar.
Sudah Dijelaskan Dalam Al-Quran 14 Abad Lalu
Ternyata fenomena keberadaan sungai di dalam laut sendiri sudah dijelaskan dalam kitab suci Al-Quran sejak 14 abad lalu. Salah satunya seperti tertulis dalam surah Al-Furqan [25] ayat 53: "Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia Jadikan antara keduanya dinding dan barat yang tidak tembus."Dalam surah Ar-Rahman [55] ayat 19-21 juga dijelaskan hal serupa bahwa: "Dia membiarkan dua laut mengalir yang kemudian keduanya bertemu, di antara kedua ada batas yang tidak dilampaui masing-masing. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan."Meski secara ilmiah fenomena keberadaan sungai di dalam laut itu sudah bisa dijelaskan, namun pernyataan di dalam Al-Quran itu membuktikan jika segala sesuatu yang ada di bumi semuanya telah tertulis di dalamnya.
(mdk/khu)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya