Solstis 21 Desember, Begini Dampak dan Waktu Terjadinya, Tak Boleh Keluar Rumah?

Solstis merupakan sebuah fenomena alam yang diprediksi terjadi pada hari ini, Rabu 21 Desember 2022. Namun Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengimbau agar masyarakat untuk tak mudah percaya dengan adanya imbauan agar tidak keluar rumah.

Billy Adytya Kurniawan
Oleh Billy Adytya Kurniawan - Reporter
Solstis 21 Desember, Begini Dampak dan Waktu Terjadinya, Tak Boleh Keluar Rumah?
Ilustrasi matahari. ©2019 Merdeka.com

Solstis merupakan sebuah fenomena alam yang diprediksi terjadi pada hari ini, Rabu 21 Desember 2022. Namun Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengimbau agar masyarakat untuk tak mudah percaya dengan adanya imbauan agar tidak keluar rumah.

Menurut Andi Pengerang Hasanuddin dari Pusat Riset Antariksa BRIN, imbauan itu muncul dan mengaitkannya dengan fenomena solstis yang hendak terjadi. Perlu diketahui solstis adalah sebuah fenomena astronomis biasa.

Solstis ini juga bisa diartikan dengan istilah 'Titik Balik Matahari'. Khususnya, solstis bisa didefinisikan sebagai peristiwa ketika matahari berada di paling Utara maupun Selatan saat mengalami gerak semu tahunannya, dan sangat relatif pada ekuator langit.

Berikut adalah penjelasan lengkap tentang solstis 21 Desember.

Dampak Solstis Menyebabkan Bencana Alam?

Solstis disebabkan oleh sumbu rotasi bumi yang miring 23,44 derajat terhadap bidang tegak ekliptika atau sumbu kutub utara hingga selatan ekliptika. Ketika bumi melakukan rotasi, ini akan sekaligus mengorbit matahari sehingga terkadang kutub Utara dan belahan bumi Utara condong ke matahari sementara kutub Selatan dan bumi Selatan menjauhi matahari.

Secara umum seperti yang dikutip dari Liputan6.com dijelaskan oleh BRIN solstis berdampak pada pergerakan semu harian matahari ketika terbit, berkulminasi hingga terbenam. Ada pengaruh juga pada intensitas radiasi matahari yang diterima permukaan bumi.

Lalu akan berdampak pada panjang siang dan juga malam serta berdampak pada pergantian musim. BRIN mengatakan dampak solstis ini tidak akan seekstrem yang dinarasikan pada imbauan disinformatif serta menyesatkan.

"Sekalipun di hari terjadi solstis ini terjadi letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami maupun banjir rob, fenomena-fenomena tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan solstis," ucap Andi.

Itu semua lantaran solstis adalah fenomena murni astronomis yang juga bisa mempengaruhi iklim dan musim di bumi. Sementara bencana-bencana alam itu terjadi lantaran aktivitas vulkanologi, seismik, oseanik dan hidrometeorologi.

Waktu Terjadinya Solstis di tahun 2022

Di tahun 2022 ini Solstis terjadi pada Juni tepatnya 21 Juni pukul 16.13.19 WIB / 17.13.19 WITA / 18.13.19 WIT. Sedangkan solstis Desember akan terjadi pada 22 Desember pukul 04.49.14 WIB / 05.49.14 WITA / 06.49.14 WIT.

Lalu di tahun 2023 mendatang, solstis akan terjadi pada 21 Juni pukul 21.57.29 WIB / 22.57.29 WITA / 23.57.29 WIT. Sementara solstis Desember terjadi pada 22 Desember pukul 10.27.23 WIB / 11.27.23 WITA / 12.27.23 WIT.

Ditambahkan oleh Brin, solstis ini bisa terjadi di tanggal yang berbeda untuk jangka waktu paling singkat antara 1.000 sampai 1.500 tahun dan paling lama 4.5000 sampai dengan 5.000 tahun.

Diimbau Tak Mudah Percaya akan Informasi tak Terpercaya

Adanya perbedaan tanggal disebabkan pergeseran titik perihelion atau titik terjauh bumi dari matahari) terhadap solstis. Semakin dekat Solstis Juni dengan perihelion, maka solstis Juni dan Solstis Desember akan terjadi pada tanggal lebih awal.

Sedangkan, semakin dekat solstis Desember dengan perihelion, maka solstis Juni dan Desember akan terjadi di tanggal yang lebih akhir pula. BRIN mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya begitu saja, jika menentukan berita atau imbauan yang asalnya dari pihak yang belum jelas kebenarannya.

Sementara itu, pihaknya juga meminta agar tak menyebarkan berita atau imbauan itu serta mengedukasi sekaligus meluruskannya dari pihak yang terpercaya.

Rekomendasi