Sebelum Gugur Ipda Imam Beri Kado Kapolsek Ipda Nadya, Ini Momennya Saat Video Call
Merdeka.com - Perwira Brimob Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) Ipda Imam Agus Husein gugur saat bertugas mengawal demo 11 April di Kota Kendari. Ternyata Ipda Imam merupakan kekasih dari Kapolsek termuda di Riau yakni Ipda Nadya Ayu Nurlia.
Rasa sedih tentu dirasakan Ipda Nadya atas meninggalnya sang kekasih. Melalui akun media sosialnya, Ipda Nadya mengunggah momen dirinya saat video call dengan Ipda Imam sebelum gugur.
Lantas bagaimana momen Ipda Nadya video call Ipda Imam sebelum gugur saat bertugas mengawal demo 11 April? Melansir dari akun Instagram nadyaayunurlia, Kamis (14/4), simak ulasan informasinya berikut ini.
Video Call
Kapolsek Ipda Nadya mengunggah momen dirinya saat video call bersama mendiang sang kekasih, Ipda Imam.

Instagram nadyaayunurlia ©2022 Merdeka.com
Terlihat dalam video, keduanya tampak begitu bahagia. Ipda Nadya juga terlihat tertawa usai mendiang Ipda Imam mengatakan sesuatu.
"🥰," tulisnya dalam Instagram Stories.
Ipda Imam Beri Kado
Ternyata mendiang Ipda Imam memberikan kado untuk Kapolsek Ipda Nadya. Anggota Polri berhijab ini juga terlihat tengah membuka kado tersebut dalam video call.
Instagram nadyaayunurlia ©2022 Merdeka.com
Menariknya, mendiang Ipda Imam sempat terharu melihat sang kekasih membuka hadiah darinya. Ipda Imam juga tampak mengusap kedua matanya."Dia yang kasih, dia yang terharu 😅😅😅," tulisnya.
Iringi Ambulans Ipda Imam
Melalui unggahan di Instagram pribadinya, Ipda Nadya membagikan video merekam momen ketika ia turut mengantarkan jenazah kekasihnya. Ungkapan kesedihan pun terlihat dari kata-kata yang disematkan Nadya dalam keterangan video.
©2022 Merdeka.com
"U know I love you abang @imamagushusein," tulis keterangan video.Jenazah Ipda Imam sendiri disebut sudah diterbangkan ke kampung halamannya di Mandailing Natal, Sumatera Utara. Hubungan keduanya tadinya direncanakan akan segera melaju ke jenjang yang lebih serius.
Demo di Kendari Ricuh
Aksi unjuk rasa 11 April 2022 terjadi bukan hanya di Jakarta, melainkan juga hampir di seluruh daerah di Indonesia. Termasuk di Kendari, Sulawesi Tenggara.
©2022 Merdeka.com
Unjuk rasa yang digelar di depan gedung DPRD Sultra itu berakhir ricuh. Mahasiswa melempari petugas dengan batu dan merusak seng pembangunan kantor Wali Kota Kendari.Sehingga, polisi harus menembakkan gas air mata dan menyemprotkan water canon ke arah demonstran. Massa pun terlibat bentrok dengan anggota polisi.
Polisi Gugur saat Amankan Demo
Penyebab meninggalnya Ipda Imam sendiri sebenarnya masih belum bisa disimpulkan. Hanya saja, ia disebut sempat mengeluh mengalami sesak napas usai kepalanya terbentur kendaraan taktis Brimob.Kabid Humas Polda Sultra Kombes Pol Fery Walintukan mengatakan, penyebab kematian Perwira Pertama Gegana tersebut masih dalam penyelidikan.

©2017 Merdeka.com
"Meninggal kecelakaan karena kepala terbentur pintu kendaraan taktis Brimob. Benar peristiwa itu terjadi saat tugas pengamanan aksi unjuk rasa," kata Fery di Kendari, Senin (11/4) dikutip dari Antara.Berdasarkan informasi, korban disebut sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Kendari dalam keadaan sadar. Namun, ia mengeluhkan sesak napas dan nyeri.Tak lama setelah itu kesadaran Ipda Imam terus menurun, tanda-tanda vital pun mulai tak terlihat dan kadar oksigen dalam darahnya menurun. Hingga sekitar pukul 17.30 WITA ia dinyatakan meninggal dunia.
(mdk/tan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya