Seorang pejuang Palestina dengan berani menyerang pos pemeriksaan militer Israel di Tepi Barat. Pejuang Palestina ini bahkan hanya seorang diri saat melakukan serangan.
Baku tembak pun tak terhindarkan antara pejuang Palestina dengan tentara Israel. Meski akhirnya meninggal terkena tembakan, pejuang Palestina ini berhasil menewaskan dua tentara Israel dan membuat sejumlah tentara Israel lainnya terluka.
Aksi pejuang Palestina ini rupanya terekam dalam kamera. Lantas bagaimana rekaman video aksi pejuang Palestina seorang diri duel baku tembak dengan tentara Israel tersebut?
Melansir dari berbagai sumber, Rabu (5/2), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
Baku Tembak Pejuang Palestina dengan Tentara Israel
Baku tembak antara seorang pejuang Palestina dan tentara Israel terjadi di sebuah pos pemeriksaan militer di Tepi Barat, Selasa (4/2).
Melansir dari Anadolu Ajansi, menurut Radio Angkatan Darat Israel, pejuang Palestina itu mengenakan rompi hijau yang mirip dengan seragam militer Israel. Dia menyusup ke pos penjagaan tentara di dekat desa Tayasir dan melepaskan tembakan ke arah tentara tersebut.
Pejuang Palestina itu kemudian terlibat baku tembak dengan pasukan tentara Israel selama beberapa menit sebelum dia ditembak mati.
Melansir dari Al Jazeera, Outlet Ynet Israel melaporkan bahwa pejuang Palestina yang bersenjatakan senapan otomatis M-16 itu melepaskan tembakan dari jarak dekat ke seorang tentara Israel yang keluar dari bunker yang dibentengi. Baku tembak dengan para tentara zionis kemudian terjadi dan berlangsung beberapa menit.
Advertisement
Rekaman Video Aksi Pejuang Palestina
Aksi pejuang Palestina ini rupanya terekam dalam kamera. Video rekaman ini pun telah beredar luas di media sosial. Salah satunya diunggah oleh akun Instagram qudsn.
Dalam video terlihat bagaimana ketegangan terjadi saat pejuang Palestina terlibat baku tembak dengan militer Israel.
Tampak sejumlah militer Israel berhamburan keluar dari pos saat baku tembak.
"Seorang pejuang Palestina menerobos masuk ke lokasi militer dekat desa Tayasir di Agwar utara setelah fajar dan mempersiapkan sebagian besar tentara pendudukan. Bagaimana dia melakukan itu?," tulisnya dalam caption.
Advertisement
Tewaskan 2 Tentara Israel
Serangan yang terjadi di pos pemeriksaan Tayasir dekat Jenin di Tepi Barat utara ini berhasil menewaskan dua tentara Israel. Menurut layanan ambulans Israel, delapan tentara Israel juga terluka dalam serangan tersebut.
Sebuah pernyataan militer mengatakan bahwa korban jiwa terjadi dalam serangan yang menargetkan sebuah pos militer di dekat desa Palestina Tayasir di kota Tubas di Tepi Barat utara.
Melihat aksi berani pejuang Palestina, Kelompok Palestina Hamas langsung memuji serangan tersebut. Pihaknya bersumpah bahwa serangan Israel terhadap warga Palestina tidak akan dibiarkan begitu saja.
Advertisement
Peningkatan Ketegangan di Tepi Barat
Peningkatan ketegangan di Tepi Barat terjadi pasca gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran tahanan diberlakukan di Gaza pada 19 Januari.
Sebagaimana diketahui, Hamas dan Israel telah menyepakati gencatan senjata setelah 15 bulan perang genosida Israel yang menewaskan lebih dari 47.500 warga Palestina dan menjadikan wilayah tersebut menjadi puing-puing.
Pada 21 Januari, tentara Israel melancarkan serangan terhadap kota Jenin dan kamp pengungsinya. Akibat serangan ini, sedikitnya 26 warga Palestina tewas.
Militer Israel kemudian kembali melancarkan serangan besar-besaran yang dijuluki 'Tembok Besi' di wilayah tersebut. Seiring dengan serangan yang diluncurkan, Israel juga memperketat tindakannya terhadap pos pemeriksaan yang ada dan mendirikan pos pemeriksaan baru di seluruh Tepi Barat yang diduduki.
Setidaknya sekitar 900 pos pemeriksaan, gerbang dan gundukan tanah telah memutus komunitas Palestina dan membuat pergerakan antar desa, kota kecil serta kota besar menjadi mustahil.
Masih belum puas, militer Israel kembali memperluas serangan ke kota Tulkarem, di mana setidaknya tiga warga Palestina tewas.
Serangan mematikan Israel ini kemudian berlanjut selama 15 hari di Jenin, 9 hari di Tulkarem dan 3 hari di Tubas di mana dua lokasi ditembaki pada Selasa pagi.
Setidaknya 70 warga Palestina telah terbunuh, puluhan lainnya terluka dan ditahan oleh pasukan Israel tahun ini. Angka tersebut termasuk 44 orang tewas sejak tentara Israel melancarkan operasi terbarunya.
Menurut Kementerian Kesehatan, lebih dari 900 warga Palestina juga telah terbunuh di seluruh Tepi Barat dalam serangan yang dilakukan oleh pasukan dan pemukim Israel sejak dimulainya perang Israel di Gaza pada Oktober 2023.
Advertisement
Kutuk Serangan Israel
Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan kamp pengungsi Jenin sedang menuju ke arah bencana setelah operasi militer Israel terjadi baru-baru ini. Operasi militer Israel ini mengakibatkan beberapa bangunan rata dengan tanah, seperti yang dilakukan di Gaza.
Juru bicara UNRWA Juliette Touma mengatakan kepada wartawan di Jenewa bahwa sebagian besar kamp telah hancur total dalam serangkaian ledakan yang dilakukan pasukan Israel.
Mirisnya, Ketua Komite Pelayanan Populer di kamp, Faisal Salama mengatakan bahwa serangan Israel di kamp pengungsi Tulkarem telah membuat tiga perempat warga Palestina mengungsi dari daerah tersebut.
Doctors Without Borders, yang dikenal dengan inisial MSF dalam bahasa Prancis, juga mengutuk serangan Israel.
"Sejak gencatan senjata diterapkan di Gaza, terjadi peningkatan kekerasan ekstrem yang terjadi di Tepi Barat, khususnya di Jenin, Tulkarem dan Tubas. Ini tidak bisa diterima," kata organisasi tersebut dalam sebuah postingan di X.
Laporan tersebut memperingatkan bahwa blokade Israel terhadap Jenin yang disebabkan oleh operasi yang sedang berlangsung menyebabkan kekurangan pasokan 'penting'.