Rekam Jejak Jared Shaw, Dulu Pemain NBA G League Kini jadi Tahanan Kepolisian Bandara Soetta Kasus Narkoba
Rekam jejak pebasket profesional asal AS Jared Shaw, pernah main di tim satelit NBA kini ditangkap di Bandara Soetta kasus narkoba.
Petugas kepolisian Bandara Soekarno-Hatta berhasil menangkap Jared Dwayne Shaw, pebasket asal Amerika Serikat (AS) milik klub Indonesia Basketball League (IBL) Tangerang Haws, pada 7 Mei 2025 pukul 21.47 WIB.
Shaw ditangkap karena menerima paket berisi permen yang mengandung narkotika jenis Delta 9 THC (Tetrahydrocannabinol) dari Thailand. Penangkapan ini merupakan hasil kerja sama antara kepolisian dan Bea Cukai Bandara Soetta, mengungkap pengiriman ilegal narkotika melalui jalur internasional.
Paket tersebut dikirim oleh Jitnarec Konchinda dari Bangkok dan ditujukan ke apartemen Shaw di Cisauk, Tangerang. Paket berisi 20 bungkus permen 'Vita Bite' dengan total berat 869 gram dan 132 buah permen.
Penangkapan Shaw nyatanya membuat prihatin dunia basket tanah air. Apalagi ia merupakan pemain andalan Tangerang Hawks di IBL musim ini. Selain itu, rekam jejak mentereng sebagai pemain basket profesional harus dikubur dalam-dalam akibat ulahnya sendiri.
Shaw telah ditetapkan sebagai tersangka dan kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan atlet profesional asing yang berkarir di Indonesia.
Lantas siapa sebenarnya Jared Shaw dan kronologinya hingga ditangkap kepolisian karena kepemilikan permen ganja? Simak informasi berikut ini.
Mantan Pemain Tim Satelit Golden State Warriors
Jared Dwayne Shaw merupakan pebasket asal Dallas, Texas berusia 34 tahun. Sepanjang kariernya sebagai pemain ia habiskan di luar negeri seperti kompetisi lokal di Eropa, Afrika, hingga Asia.
Jared Shaw pernah bermain untuk tim satelit Golden State Warriors yaitu Santa Cruz Warriors pada musim 2015/2016 di NBA G League. Menurut informasi, NBA G League merupakan liga pengembangan yang berafiliasi langsung dengan klub-klub peserta NBA.
Setelah keluar dari G League, Jared mulai berkelana ke sejumlah klub besar dunia seperti Hispano Americano di Argentina, Club Africain di Tunisia, Fukushima Firebonds di Jepang, Homenetmen Beirut di Lebanon, hingga direkrut Prawira Bandung di kompetisi IBL tahun 2022
Prestasi terbaiknya adalah membawa Club Africain menjadi juara di Liga Tunisia pada tahun 2016 dan juara IBL bersama Satria Muda Pertamina pada tahun 2023. Pada musim ini ia memperkuat Tangerang Hawks dan menjadi pemain andalan di klubnya.
Kronologi Penangkapan
Kronologi penangkapan bermula dari kecurigaan petugas Bea Cukai Bandara Soetta terhadap paket mencurigakan yang dikirim dari Thailand.
Paket tersebut atas nama Jitnarec Konchinda dan ditujukan kepada seseorang berinisial IM di Apartemen Casa De Parco, Cisauk, Tangerang. Setelah dilakukan penyelidikan, paket tersebut diketahui ditujukan kepada Jared Shaw.
Shaw ditangkap saat mengambil paket tersebut di lobi apartemennya. Petugas Bea Cukai berperan penting dalam mengidentifikasi dan melacak paket berisi narkotika tersebut sebelum sampai ke tangan Shaw. Kerja sama yang baik antara Bea Cukai dan Kepolisian Bandara Soetta sangat krusial dalam mengungkap kasus ini.
Paket tersebut berisi 20 bungkus permen 'Vita Bite' yang mengandung Delta 9 THC dengan berat total 869 gram. Temuan ini menunjukkan modus operandi yang cukup canggih, menyamarkan narkotika di dalam permen untuk menghindari deteksi.
Proses penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan untuk mengungkap jaringan pengedar narkotika internasional yang terlibat.
Hukuman Tegas IBL dan Tangerang Hawks
Kasus ini berdampak signifikan terhadap Indonesian Basketball League (IBL) dan klub basket Tangerang Hawks. IBL langsung memasukkan Shaw ke dalam daftar hitam, melarangnya berkompetisi seumur hidup.
Ketum DPP PERBASI Budisatrio Djiwandono juga tak mentolerir atlet yang memakai narkoba di dunia bola basket Indonesia. Jika ditemukan ada yang terlibat, dia menekankan sepenuhnya diserahkan kepada proses hukum yang berlaku.
"Bahwa kita tidak memberikan toleransi kepada pemakai narkoba di dunia basket. Baik pemain, pengurus, petugas lapangan atau siapa saja yang terlibat penggunaan narkoba atau sejenisnya," kata Budisatrio Djiwandono, Rabu (14/5) dikutip dari IBL.
"DPP PERBASI menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum," sambungnya.
Tangerang Hawks Basketball juga mengambil tindakan tegas dengan memecat Shaw. Manajer Tim, Tikky Suwantikno, menyatakan bahwa keputusan ini diambil karena Shaw melanggar pasal dalam kontrak kerja sama dan pasal 8 peraturan IBL yang melarang penggunaan narkotika.
Pemecatan ini juga didasari atas pelanggaran etika dan kedisiplinan sebagai pemain profesional. Dengan pemecatan Shaw, Tangerang Hawks Basketball harus mencari pengganti pemain asing untuk mengisi kekosongan posisi yang ditinggalkan.
Kejadian ini tentunya juga berdampak pada performa tim di sisa musim kompetisi IBL. Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak terkait pentingnya menjaga integritas dan sportivitas dalam dunia olahraga.