Merawat tanaman pandan sebenarnya tidak sulit, asalkan dilakukan secara rutin. Banyak orang ingin memiliki pandan berdaun rimbun, supaya bisa dipetik kapan saja untuk kebutuhan memasak. Ada beberapa cara melebatkan daun pandan secara alami, mulai dari memilih media tanam hingga memberikan pupuk secara tepat.
Tidak harus membeli pupuk mahal untuk membuat pandan tumbuh lebih lebat. Bahan sederhana seperti kompos dan pupuk kandang matang bisa dimanfaatkan untuk membantu menyuburkan tanah. Melalui cara melebatkan daun pandan secara alami, perawatan terasa lebih mudah dan hemat.
Bagi pemula, merawat pandan bisa menjadi kegiatan menyenangkan di rumah. Cukup perhatikan kondisi daun, kelembapan tanah dan pertumbuhan tunas barunya. Dengan menerapkan cara melebatkan daun pandan secara konsisten, tanaman memiliki peluang untuk tumbuh lebih rimbun, serta menghasilkan daun segar untuk kebutuhan sehari-hari.
Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com pada Selasa (3/11/2026).
Advertisement
1. Pangkas dan Panen Daun Secara Rutin dari Bagian Bawah
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388828/original/040629600_1793683878-Gemini_Generated_Image_e4741ee4741ee474.jpg)
Langkah paling dasar dalam cara melebatkan daun pandan justru terdengar terbalik: makin rajin dipanen, makin rimbun tanamannya. Kebiasaan ini cocok buat kamu yang suka bikin dessert pandan atau nasi wangi di rumah, karena daun hasil pangkasan langsung bisa masuk dapur.
Siapkan alat yang bersih: Gunakan gunting atau pisau yang tajam dan steril supaya luka potongan tidak jadi jalan masuk penyakit.
Petik dari daun terbawah: Selalu ambil daun dari bagian bawah. Menurut pengalaman pekebun rumahan, daun bawah yang dipotong perlahan akan menjadi batang tanaman .
Buang daun kuning dan layu: Pangkas rutin daun yang menguning atau mengering. Praktik ini juga dianjurkan untuk merangsang pertumbuhan agar lebih cepat dan lebat.
Sisakan pucuk: Jangan habiskan semua daun. Biarkan beberapa daun di pucuk supaya tanaman tetap bisa berfotosintesis.
Potong tanaman yang terlalu tinggi: Kalau pandan sudah menjulang dan daunnya hanya ada di atas, potong di bagian tengah. Bagian atas bisa ditanam lagi, sedangkan bagian bawah akan mengeluarkan tunas baru.
Stephen Albert, hortikulturis berpengalaman yang dikutip dari Harvest to Tablemenyarankan untuk memangkas ujung tumbuh pada tanaman yang sudah tinggi. Hal ini bertujuan untuk memutus dominasi apikal (apical dominance), salah satu hormon pada pucuk utama yang membuat tanaman tumbuh tinggi lurus.
Advertisement
2. Perbanyak Anakan agar Rumpun Lebih Rapat
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484594/original/090144300_1769475428-Merawat_Pandan.jpg)
Rumpun yang penuh biasanya terbentuk dari banyak anakan yang tumbuh berdekatan. Karena itu, mengelola anakan termasuk cara melebatkan daun pandan yang paling terasa hasilnya, baik untuk memperbanyak koleksi maupun mengisi pot yang masih kosong.
Setiap anakan sangat berharga, di mana tanaman ini bisa diperbanyak lewat anakan atau stek batang. Adapun anakan yang dilepas dari ketiak daun bisa langsung ditanam atau diakarkan dulu di media berpasir .
Tunggu anakan cukup matang: Saat anakan sudah punya 2 sampai 3 daun dan akarnya terlihat, pisahkan dari induknya lalu tanam di pot sendiri.
Lepas dengan hati-hati: Tarik anakan dengan tangan, jangan dipotong sembarangan agar akar gantungnya tidak ikut terpotong.
Kupas daun paling bawah: Buang beberapa daun terbawah supaya ada ruang untuk akar baru tumbuh.
Rendam bila akar masih sedikit: Anakan kecil bisa direndam di air dulu beberapa minggu dengan air yang diganti tiap hari, lalu dipindah ke tanah setelah akar putih muncul.
Tanam berkelompok untuk efek rimbun: Kalau ingin satu pot terlihat penuh, tanam kembali beberapa anakan berdekatan di wadah yang luas.
Menurut Jerry Coleby-Williams, hortikulturis asal Australia yang lewat program ABC Gardening Australia menyatakan, bahwa pandan side shoots(tunas samping/anakan) kerap menghasilkan stilt roots (akar penyangga/akar udara), sehingga potongan atau stek tersebut siap ditanam di lokasi yang baru
Advertisement
3. Penuhi Nutrisi, Air, dan Cahaya yang Tepat
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388829/original/050354900_1793683878-Gemini_Generated_Image_vla7p1vla7p1vla7.jpg)
Pemangkasan dan anakan tidak akan maksimal tanpa "makanan" yang cukup. Bagian ini melengkapi cara melebatkan daun pandan dari dalam, mulai dari pupuk, media tanam, ukuran pot, sampai penempatan yang pas di sudut rumah.
Untuk pupuk, gunakan pupuk seimbang dengan kandungan nitrogen, fosfor dan kalium yang setara. Pupuk lepas lambat bisa diberikan tiap tiga bulan, atau pupuk cair setengah dosis setiap dua minggu selama musim tumbuh .
Racik media tanam: Campurkan sekam bakar, kompos, dan tanah dengan perbandingan 1:2:1 agar media gembur, kaya nutrisi dan tetap lembap.
Pilih pot yang besar: Sebaiknya gunakan pot besar minimal 20 liter, karena makin besar pot, makin besar pandan bisa tumbuh berkat ruang dan nutrisi yang lebih banyak untuk akar.
Jaga kelembapan: Pandan tidak tahan kekeringan, jadi jangan biarkan media kering terlalu lama. Siram di sekitar pangkal tanaman.
Pastikan drainase lancar: Lembap bukan berarti becek. Lubang pot harus berfungsi supaya akar tidak membusuk.
Atur cahaya: Tempatkan di area yang terang tapi tidak terik. Sinar pagi biasanya paling aman.
Supaya lebih mudah diingat, berikut ringkasan kebutuhan pandan agar tumbuh lebat:
Aspek | Rekomendasi |
|---|---|
Media tanam | Sekam bakar, kompos, tanah (1:2:1) |
Ukuran pot | Minimal 20 liter, satu tanaman per pot |
Pupuk | NPK seimbang atau kompos, mulai umur 3 bulan |
Penyiraman | Media selalu lembap, tidak tergenang |
Cahaya | Terang, teduh sebagian, hindari terik siang |
Pemangkasan | Rutin dari daun bawah, sisakan pucuk |
Tren berkebun di rumah membuat banyak orang menaruh pandan di balkon atau teras sebagai tanaman dapur sekaligus dekorasi hijau. Untuk perawatan harian yang lebih detail, kamu bisa membaca tips merawat tanaman pandan agar tumbuh subur dan wangi.
Advertisement
Kesalahan yang Membuat Pandan Sulit Lebat
Kadang pandan sudah dirawat, tapi tetap terlihat kurus atau menguning. Biasanya ada kebiasaan kecil yang tanpa sadar menghambat pertumbuhannya, dan kabar baiknya semua bisa diperbaiki dengan mudah.
Untuk para pekebun yang berpengalaman, bisa mencatat beberapa gejala umum mulai dari daun kuning akibat terlalu banyak air atau drainase buruk, daun terkulai karena kurang cahaya atau akar terlalu sesak, di mana tidak ada pertumbuhan karena kekurangan nutrisi .
Terlalu banyak menyiram: Media yang becek terus-menerus memicu akar busuk. Pastikan air bisa mengalir keluar dari pot.
Jarang memangkas: Daun tua yang dibiarkan menggantung membuat tanaman cepat meninggi tapi tidak merimbun.
Pot terlalu kecil: Akar yang sesak membatasi nutrisi, sehingga daun tumbuh kecil dan jarang.
Terpapar terik matahari: Sinar siang yang menyengat bisa membuat ujung daun gosong, apalagi untuk pandan di pot kecil.
Lupa memupuk: Tanpa tambahan kompos atau pupuk, tanaman di pot cepat kehabisan nutrisi.
Memotong ke batang tua: Hindari memangkas terlalu dalam ke kayu yang sudah tua, karena belum tentu bisa bertunas lagi.
Menumpuk banyak tanaman dalam pot sempit: Beri jarak atau pisahkan anakan yang sudah besar agar tiap tanaman punya ruang tumbuh.
Dengan menghindari kesalahan ini, pandan di rumah bisa tumbuh lebih segar. Kebun dapur mungil pun terasa makin hidup dan menyenangkan untuk dirawat.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Daun Pandan
Berapa lama pandan bisa mulai dipanen?
Pandan umumnya bisa dipanen beberapa bulan setelah tanam, saat tanaman sudah tumbuh mantap. Mulailah dengan memetik sedikit daun bawah, lalu tambah jumlahnya seiring tanaman makin besar.
Kenapa daun pandan menguning?
Daun menguning paling sering disebabkan oleh penyiraman berlebihan atau drainase yang buruk. Kekurangan nutrisi dan terik matahari langsung juga bisa jadi pemicunya.
Apakah pandan bisa ditanam di pot kecil?
Bisa, tetapi pertumbuhannya terbatas. Kalau ingin rumpun yang lebat, pindahkan ke pot yang lebih besar begitu akar mulai memenuhi wadah.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383876/original/074045500_1793107358-Gemini_Generated_Image_qahzznqahzznqahz.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388772/original/023444000_1793679895-Gemini_Generated_Image_otxt9kotxt9kotxt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388787/original/035866300_1793681740-Scandinavian_Open-Plan_Living_Space.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388881/original/046657700_1793687894-Gemini_Generated_Image_yy1azjyy1azjyy1a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9387867/original/029954500_1793584564-Gemini_Generated_Image_fkq0rufkq0rufkq0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9388836/original/026455700_1793684454-813c3b33-125c-4747-86e4-3584f0dad31f.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1331627/original/066231400_1472473550-cremedecitron.jpg)