Tanaman hias yang tahan terkena percikan air hujan setiap hari bisa menjadi pilihan untuk mempercantik halaman, teras, dan balkon rumah di wilayah beriklim tropis. Dengan memilih tanaman yang sesuai, kamu tidak perlu terlalu khawatir ketika hujan turun dan air memercik ke daun atau batang tanaman.
Namun, tidak semua tanaman yang tahan terhadap cuaca panas juga mampu bertahan dalam kondisi basah berkepanjangan. Sebagian tanaman justru rentan mengalami pembusukan akar jika ditanam di media yang selalu lembap atau tergenang air.
Karena itu, penting untuk memilih tanaman yang mampu beradaptasi dengan perubahan cuaca sekaligus memperhatikan drainase, kebutuhan sinar matahari, dan sirkulasi udara. Ada beberapa pilihan tanaman hias berbunga maupun berdaun indah yang cocok untuk menghiasi area luar rumah dan relatif mudah dirawat, Rabu (28/10/2026).
Advertisement
1. Bougainvillea atau Bunga Kertas
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9291038/original/028118900_1783502441-3.jpg)
Bougainvillea atau bunga kertas cocok ditanam di halaman rumah yang mendapatkan sinar matahari langsung dan sering terkena percikan air hujan. Tanaman ini memiliki bunga semu berwarna cerah, seperti merah muda, ungu, putih, dan oranye, yang membuat suasana halaman terlihat lebih hidup.
Bunga kertas termasuk tanaman yang relatif tahan terhadap cuaca panas dan tidak membutuhkan perawatan rumit. Tanaman ini juga dapat tumbuh dengan baik di area terbuka selama air tidak menggenang di sekitar akarnya.
Agar tetap sehat saat musim hujan, tanam bougainvillea di tanah yang memiliki drainase baik atau gunakan pot berlubang. Pemangkasan ranting secara berkala juga membantu menjaga bentuk tanaman dan merangsang pertumbuhan tunas baru.
2. Lidah Mertua (Sansevieria)
Lidah mertua menjadi pilihan menarik bagi pemilik rumah yang menginginkan tanaman berdaun dekoratif dan mudah dirawat. Daunnya tumbuh tegak, tebal, dan kaku dengan corak hijau yang memberikan kesan modern pada teras maupun halaman.
Tanaman ini relatif tahan terhadap perubahan cuaca dan tidak memerlukan penyiraman terlalu sering karena daunnya mampu menyimpan air. Percikan hujan sesekali umumnya tidak menjadi masalah, tetapi paparan hujan terus-menerus pada media yang jenuh air dapat meningkatkan risiko pembusukan akar dan pangkal daun.
Letakkan lidah mertua di area yang mendapat cahaya terang dengan drainase yang baik. Jika ditanam dalam pot, gunakan media tanam berpori dan pastikan air dapat keluar dengan lancar melalui lubang bagian bawah.
3. Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
Kembang sepatu merupakan tanaman hias tropis yang terkenal dengan bunga berukuran besar dan warna mencolok. Tanaman ini cocok untuk memperindah halaman depan, taman kecil, atau sudut pagar rumah yang mendapat sinar matahari cukup.
Kembang sepatu dapat tumbuh subur di iklim tropis dan relatif mampu beradaptasi dengan hujan. Namun, bunga yang sedang mekar bisa lebih cepat layu atau rusak ketika terus-menerus terkena guyuran deras. Oleh karena itu, tanaman ini lebih tepat ditempatkan di area terbuka yang memiliki aliran air baik daripada di lokasi yang selalu tergenang.
Untuk menjaga pertumbuhannya, gunakan tanah yang subur dan tidak terlalu padat. Pemangkasan cabang yang terlalu rapat juga membantu sirkulasi udara sehingga daun lebih cepat mengering setelah hujan.
4. Tapak Dara (Catharanthus roseus)
Tapak dara cocok bagi kamu yang ingin memiliki tanaman berbunga dengan perawatan sederhana. Bunganya tersedia dalam warna putih, merah muda, hingga ungu, sedangkan ukurannya relatif kecil sehingga sesuai untuk menghiasi tepi taman, pot, dan jalur masuk rumah.
Tanaman ini menyukai sinar matahari dan cukup toleran terhadap cuaca panas. Tapak dara juga dapat bertahan menghadapi hujan apabila ditanam pada media yang tidak menahan air terlalu lama.
Meski demikian, tapak dara bukan tanaman yang ideal untuk tanah yang terus-menerus becek. Pilih lokasi yang memungkinkan air hujan mengalir keluar dan hindari penggunaan pot tanpa lubang drainase. Dengan kondisi tersebut, tanaman dapat tumbuh lebih sehat dan menghasilkan bunga secara berkala.
Advertisement
5. Sirih Gading (Epipremnum aureum)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9293603/original/025391400_1783739152-Ide_Kaleng_Susu_Bekas_Jadi_Pot_Tanaman_Hias_Model_Kaleng_Susu_Polos_untuk_Sirih_Gading.jpg)
Sirih gading menjadi pilihan bagi pemilik rumah yang ingin menghadirkan kesan hijau dan rimbun tanpa memerlukan banyak ruang. Tanaman merambat ini memiliki daun berbentuk hati dengan corak hijau atau hijau kekuningan yang menarik.
Sirih gading cukup mudah beradaptasi dengan lingkungan lembap dan dapat ditanam di pot, pot gantung, maupun wadah yang diletakkan di dekat pagar. Percikan air hujan umumnya tidak menjadi masalah selama tanaman tidak terpapar kondisi basah berlebihan tanpa sirkulasi udara yang memadai.
Untuk penempatan di luar rumah, pilih area dengan cahaya terang tidak langsung atau teduh sebagian. Sirih gading sebaiknya tidak langsung dipindahkan ke bawah sinar matahari yang sangat terik jika sebelumnya tumbuh di dalam ruangan.
6. Lili Hujan (Zephyranthes)
Sesuai namanya, lili hujan dikenal sebagai tanaman berumbi yang dapat mengeluarkan bunga setelah mendapatkan hujan atau pasokan air yang cukup, bergantung pada spesies dan kondisi tumbuhnya. Bunganya berukuran kecil dengan warna putih, merah muda, atau kuning pada jenis tertentu.
Tanaman ini cocok ditanam berkelompok di tepi taman, sepanjang jalur setapak, atau dalam pot untuk memberikan aksen warna di halaman. Daunnya yang ramping juga membuat tampilannya tidak terlalu memenuhi ruang.
Lili hujan relatif mudah dirawat dan dapat beradaptasi dengan kondisi tropis. Meskipun demikian, umbinya tetap membutuhkan media yang memiliki drainase baik. Hindari membiarkan pot terendam air atau menanamnya di cekungan halaman yang selalu basah setelah hujan.
7. Lantana (Lantana camara)
Lantana memiliki bunga-bunga kecil yang berkumpul dalam satu kelompok dengan perpaduan warna kuning, jingga, merah muda, atau ungu, bergantung pada varietasnya. Tanaman ini cocok untuk taman terbuka, tepian pagar, dan area yang mendapat sinar matahari langsung.
Lantana relatif tahan panas dan dapat menghadapi hujan apabila tanahnya tidak terus-menerus jenuh air. Batangnya juga cukup kuat untuk tumbuh di lingkungan luar ruangan dengan perawatan yang tidak terlalu rumit.
Pemangkasan secara berkala membantu menjaga bentuk tanaman agar tidak tumbuh terlalu rimbun. Perlu diperhatikan pula bahwa beberapa bagian lantana, terutama buahnya, beracun jika tertelan. Karena itu, tempatkan tanaman ini di area yang aman dari jangkauan anak kecil dan hewan peliharaan yang suka menggigit tanaman.
8. Pandan Bali (Cordyline australis)
Pandan Bali, yang dikenal dengan bentuk daun panjang dan runcing, dapat menjadi elemen dekoratif untuk menghadirkan nuansa tropis pada halaman rumah. Tanaman ini sering digunakan sebagai aksen di dekat pintu masuk, sudut taman, atau pembatas visual di antara area luar rumah.
Daunnya yang kaku memberikan bentuk yang tegas dan relatif tahan terhadap percikan air hujan. Pandan Bali juga dapat tumbuh di lingkungan luar dengan cahaya yang memadai.
Agar pertumbuhannya optimal, gunakan media tanam yang tidak mudah memadat. Perhatikan pula kondisi akar, terutama ketika hujan turun setiap hari, sebab tanah yang terlalu basah dapat mengganggu kesehatan tanaman.
Advertisement
9. Portulaca atau Kembang Pukul Sembilan
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5492900/original/058776900_1770189025-Bunga_Krokot.jpg)
Portulaca merupakan tanaman berbunga berukuran kecil yang cocok untuk menghiasi pot, tepi taman, dan area terbuka. Bunganya memiliki warna cerah, sementara batang dan daunnya cenderung berdaging sehingga mampu menyimpan air.
Tanaman ini menyukai sinar matahari langsung dan relatif tahan terhadap kondisi kering. Portulaca juga dapat tumbuh di lingkungan yang sering hujan, tetapi membutuhkan media tanam yang cepat mengalirkan air.
Jika halaman rumah sering terkena hujan setiap hari, portulaca sebaiknya ditanam pada bedengan yang sedikit lebih tinggi atau pot dengan lubang drainase memadai. Hindari media yang terlalu padat karena kelembapan berlebihan dapat menyebabkan batang dan akar membusuk.
10. Kaktus dan Sukulen
Kaktus dan sukulen memiliki bentuk yang beragam, mulai dari bulat, memanjang, hingga menyerupai roset. Tanaman ini dapat menjadi dekorasi menarik untuk teras, taman batu, atau sudut halaman dengan konsep minimalis.
Namun, ada hal penting yang perlu diperhatikan. Meskipun banyak jenis kaktus dan sukulen tahan terhadap panas, tidak semuanya cocok menerima percikan hujan setiap hari, terutama ketika media tanam tidak sempat mengering.
Pilih jenis yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan gunakan campuran media berpori, seperti pasir kasar atau bahan mineral khusus tanaman sukulen. Jika hujan turun terus-menerus, tempatkan tanaman di bawah atap yang tetap mendapatkan cahaya dan aliran udara. Cara ini membantu mengurangi risiko pembusukan.
11. Geranium (Pelargonium)
Geranium dapat mempercantik balkon dan teras melalui bunga berwarna merah, merah muda, ungu, atau putih. Tanaman ini sering ditanam di pot karena bentuknya relatif ringkas dan mudah diatur sesuai desain ruang.
Geranium membutuhkan cahaya yang cukup untuk berbunga dengan baik. Namun, dibandingkan tanaman tropis yang terbiasa dengan kondisi basah, geranium lebih rentan terhadap kelembapan berkepanjangan, terutama ketika daun dan bunganya sulit mengering.
Jika ingin menanamnya di wilayah dengan hujan harian, pilih tempat yang terlindung dari guyuran langsung tetapi tetap memiliki sirkulasi udara baik. Pastikan pula air tidak tertahan di dalam pot. Dengan penempatan yang tepat, geranium tetap dapat menjadi aksen warna yang menarik di area luar rumah.
12. Aglaonema Varian Silver
Aglaonema varian silver, seperti Silver Queen atau Silver King, dikenal karena corak daunnya yang memadukan warna hijau dan keperakan. Tanaman ini cocok untuk memberikan tampilan elegan pada teras teduh atau balkon yang tidak terkena sinar matahari langsung sepanjang hari.
Dibandingkan tanaman berbunga yang menyukai matahari penuh, aglaonema lebih sesuai untuk area semi-outdoor dengan cahaya terang tidak langsung. Daunnya dapat rusak jika terkena matahari terik secara berlebihan.
Aglaonema juga tidak sebaiknya dibiarkan terus-menerus terkena hujan deras. Jika ingin menjadikannya bagian dari taman luar rumah, letakkan di bawah pelindung yang masih memungkinkan cahaya dan udara masuk. Media tanam yang gembur membantu menjaga akar tetap sehat.
Advertisement
Tips Merawat Tanaman Hias yang Sering Terkena Percikan Air Hujan
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8264232/original/036149400_1782100907-hujan_1a.jpeg)
Memilih tanaman yang sesuai merupakan langkah awal. Agar tanaman tetap sehat selama musim hujan, beberapa hal berikut juga perlu diperhatikan.
Pertama, pastikan drainase berjalan baik. Gunakan pot berlubang dan media tanam yang tidak terlalu padat. Air yang menggenang di sekitar akar dapat mengurangi ketersediaan oksigen dan meningkatkan risiko pembusukan.
Kedua, sesuaikan tanaman dengan lokasi. Tanaman yang menyukai matahari penuh, seperti bougainvillea dan portulaca, sebaiknya tidak ditempatkan di sudut yang selalu teduh. Sebaliknya, aglaonema lebih sesuai untuk area yang terlindung dari sinar matahari langsung.
Ketiga, kurangi penyiraman ketika hujan turun. Periksa kelembapan tanah sebelum menambahkan air. Jika media masih basah, penyiraman tambahan tidak diperlukan.
Keempat, pangkas bagian yang rusak. Daun yang membusuk, ranting mati, atau bunga yang rusak perlu dibersihkan agar sirkulasi udara lebih baik. Hindari memangkas secara berlebihan ketika tanaman sedang mengalami stres.
Kelima, periksa kondisi tanaman secara berkala. Perhatikan perubahan warna daun, batang yang melunak, serta munculnya bercak yang tidak biasa. Gejala tersebut dapat menjadi tanda bahwa tanaman mengalami masalah akibat kelembapan berlebihan atau gangguan penyakit.
Pertanyaan Seputar Tanaman Hias Tahan Air Hujan
1. Tanaman hias apa yang cocok terkena percikan air hujan setiap hari?
Bougainvillea, tapak dara, lantana, sirih gading, dan lili hujan dapat menjadi pilihan untuk area luar rumah. Meski demikian, ketahanannya tetap dipengaruhi oleh kondisi media tanam, intensitas hujan, drainase, dan sirkulasi udara.
2. Apakah tanaman hias bisa rusak jika terkena hujan setiap hari?
Bisa. Hujan yang terus-menerus dapat membuat media tanam terlalu basah, memicu pembusukan akar, dan meningkatkan risiko penyakit akibat jamur. Bunga dan daun yang rapuh juga dapat rusak ketika terkena hujan deras.
3. Bagaimana cara mencegah akar tanaman hias membusuk saat musim hujan?
Gunakan media tanam berpori, pilih pot berlubang, dan pastikan air dapat mengalir keluar dengan lancar. Hindari menempatkan pot di wadah yang menampung air serta kurangi penyiraman ketika tanah masih basah.
4. Apakah kaktus dan sukulen boleh terkena hujan setiap hari?
Sebaiknya tidak dibiarkan terus-menerus terkena hujan tanpa kesempatan mengering. Kaktus dan sukulen umumnya lebih menyukai media yang cepat kering. Letakkan di area beratap dengan pencahayaan dan sirkulasi udara yang memadai ketika hujan berlangsung lama.
5. Apakah tanaman hias tahan hujan tetap membutuhkan sinar matahari?
Ya. Kebutuhan cahaya berbeda-beda menurut jenis tanaman. Bougainvillea dan portulaca membutuhkan sinar matahari yang cukup, sedangkan aglaonema lebih cocok ditempatkan di area teduh dengan cahaya terang tidak langsung.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5548225/original/015697300_1775531562-Gemini_Generated_Image_8wznz48wznz48wzn.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9384089/original/007379800_1793156805-86c3bae1-5014-4b66-9ce9-e282bc8c4109.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9384124/original/045915800_1793158758-4fcf1329-c4ff-4ae4-a9b1-1587c95acea3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9384071/original/087845000_1793155456-bd9569e9-47f2-42b0-85db-e08e6f54ede0.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9384048/original/083097600_1793150901-beb257a2-c7a0-4197-b653-690064e8370d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383536/original/012692900_1793091114-8b37c640-81fb-4684-8146-b62d4a804826.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9383401/original/015874100_1793085240-20fb88a4-1372-4557-9a0e-793d650973b3.jpg)