Cara Menanam Kacang Bogor di Kebun Rumah, Ini 6 Langkah Mudah untuk Pemula

Wujudkan kebun impian dengan menanam kacang bogor sendiri. Simak panduan lengkap budidaya legum asli Afrika ini di pekarangan rumah Anda.

Arini Nuranisa
Oleh Arini Nuranisa - Reporter
Cara Menanam Kacang Bogor di Kebun Rumah, Ini 6 Langkah Mudah untuk Pemula
Cara menanam kacang Bogor di kebun rumah. [AI Generated]

Kacang bogor (Vigna subterranea) merupakan salah satu jenis tanaman legum yang dapat dibudidayakan secara mandiri di kebun rumah. Dengan panduan yang tepat, Anda bisa menikmati hasil panen kacang bogor segar langsung dari pekarangan Anda.

Tanaman ini, yang dikenal luas di Indonesia, memiliki karakteristik unik dan syarat tumbuh spesifik yang perlu diperhatikan agar hasil panen optimal.

Memahami proses dari persiapan benih hingga masa panen akan membantu Anda mencapai keberhasilan dalam budidaya kacang bogor. Berikut cara menanam kacang Bogor di kebun rumah, Merdeka.com, Selasa (13/10/2026).

Mengenal Kacang Bogor

Kacang Bogor
Kacang Bogor. [AI Generated]

Kacang bogor berasal dari wilayah Afrika tropis, khususnya Kamerun dan Nigeria. Dari benua asalnya, tanaman ini menyebar ke berbagai negara seperti India, Sri Lanka, Filipina, Malaysia, New Caledonia, Brazil, dan termasuk Indonesia. Di Indonesia, kacang bogor telah beradaptasi dengan baik, terutama di wilayah Bogor dan Jawa Barat bagian timur, sehingga dikenal dengan nama tersebut.

Tanaman kacang bogor merupakan herba semusim dengan cabang-cabang lateral yang menjalar di atas tanah. Daunnya majemuk, terdiri dari tiga anak daun berbentuk elips, dengan tangkai daun yang panjang, tumbuh tegak, dan sedikit berbulu. Buah kacang bogor berbentuk polong bulat. Setelah proses pembuahan, tangkai bunga akan memanjang ke bawah, menembus tanah, dan di sanalah polong akan terbentuk.

Untuk tumbuh optimal, kacang bogor membutuhkan kondisi iklim dan tanah tertentu. Tanaman ini menyukai banyak hujan dan sinar matahari, mirip dengan kacang tanah, namun lebih toleran terhadap kondisi tanah yang rendah hara dan kekurangan air.

1. Kenali Syarat Tumbuh Kacang Bogor

Kacang Bogor
Menanam kacang Bogor. [AI Generated]

Kacang bogor (Vigna subterranea) dapat ditanam di kebun rumah selama kebutuhan tumbuhnya terpenuhi. Tanaman ini menyukai sinar matahari langsung dan tanah gembur yang memiliki drainase baik agar polong dapat berkembang di dalam tanah.

Gunakan tanah bertekstur lempung berpasir dengan pH sekitar 5,0–6,5. Meski cukup toleran terhadap kekeringan, kacang bogor tetap membutuhkan kelembapan yang memadai, terutama pada fase awal pertumbuhan dan pembentukan polong.

2. Siapkan Lahan dan Media Tanam

Sebelum menanam, bersihkan kebun dari gulma, batu, dan sisa tanaman yang dapat mengganggu pertumbuhan. Gemburkan tanah menggunakan cangkul, lalu campurkan kompos atau pupuk kandang yang sudah matang untuk memperbaiki struktur tanah.

Jika lahan terbatas, kacang bogor juga bisa ditanam dalam polybag berukuran cukup besar dengan lubang drainase. Pastikan media tanam tidak mudah memadat agar akar tumbuh dengan baik dan polong memiliki ruang untuk berkembang di bawah permukaan tanah.

3. Pilih dan Siapkan Benih Kacang Bogor

Pilih benih kacang bogor yang sehat, utuh, dan berasal dari polong matang. Hindari biji yang keriput, berjamur, atau mengalami kerusakan karena berpotensi menghambat perkecambahan. Untuk membantu mempercepat proses tumbuh, rendam benih dalam air bersih selama sekitar 6–12 jam sebelum ditanam.

Setelah itu, tiriskan benih dan segera tanam pada media yang telah disiapkan. Gunakan benih yang masih memiliki daya kecambah baik agar pertumbuhan tanaman lebih seragam.

4. Tanam Benih Kacang Bogor dengan Benar

Kacang Bogor
Menanam kacang Bogor. [AI Generated]

Buat lubang tanam sedalam sekitar 3–5 cm pada tanah yang sudah digemburkan. Masukkan satu hingga dua biji ke setiap lubang, kemudian tutup kembali dengan tanah secara perlahan. Jika menanam di kebun, berikan jarak antartanaman sekitar 25–40 cm dan sesuaikan jarak antarbaris agar tanaman memiliki ruang tumbuh yang cukup.

Setelah penanaman, siram media secukupnya untuk menjaga kelembapan tanah. Hindari penyiraman berlebihan karena kondisi terlalu basah dapat memicu pembusukan benih.

5. Rawat Tanaman hingga Tumbuh Optimal

Lakukan penyiraman secara teratur sesuai kondisi tanah dan cuaca. Saat tanaman mulai tumbuh, bersihkan gulma yang dapat bersaing memperebutkan air dan unsur hara. Tambahkan pupuk kandang matang atau pupuk lain sesuai kebutuhan tanaman dan petunjuk pemakaian.

Pembumbunan, yaitu menambahkan tanah di sekitar pangkal tanaman, dapat dilakukan untuk membantu menutup akar dan mendukung perkembangan polong. Periksa pula kondisi daun secara berkala untuk mendeteksi hama seperti belalang serta gejala penyakit sejak dini.

6. Panen Kacang Bogor pada Waktu yang Tepat

Kacang Bogor
Menanam kacang Bogor. [AI Generated]

Kacang bogor umumnya dapat dipanen sekitar 90–150 hari setelah tanam, bergantung pada varietas dan kondisi pertumbuhannya. Tanaman yang siap dipanen biasanya menunjukkan daun menguning, mengering, atau mulai berguguran. Untuk memastikan kematangan polong, periksa beberapa bagian tanaman sebelum melakukan panen menyeluruh.

Gunakan garpu kebun atau cungkir untuk menggemburkan tanah di sekitar tanaman, lalu angkat secara hati-hati agar polong tidak tertinggal atau rusak. Setelah itu, bersihkan polong dan keringkan sesuai kebutuhan penyimpanan.

Pertanyaan Seputar Cara Menanam Kacang Bogor di Kebun Rumah

Dari mana asal tanaman kacang bogor?

Kacang bogor (Vigna subterranea) berasal dari daerah Afrika tropis, dengan pusat asal di Kamerun dan Nigeria.

Bagaimana ciri-ciri fisik tanaman kacang bogor?

Tanaman ini merupakan herba semusim dengan cabang lateral menjalar di atas tanah, memiliki daun majemuk beranak daun tiga berbentuk elips, dan buah polong bulat yang terbentuk di dalam tanah setelah bunga dibuahi.

Kapan waktu terbaik untuk menanam kacang bogor?

Waktu terbaik untuk menanam kacang bogor adalah saat memasuki musim penghujan.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan kacang bogor hingga panen?

Polong kacang bogor akan matang dan siap panen dalam waktu sekitar 90 hingga 150 hari setelah tanam, atau sekitar 3,5 sampai 4 bulan.

Rekomendasi