Kulit mangga setelah buah dikonsumsi sering kali langsung dibuang. Padahal, limbah dapur ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan pupuk kompos untuk membantu pertumbuhan tanaman sekaligus mengurangi sisa sampah rumah tangga.
Sifatnya yang lunak dan mudah terurai, membuatnya cocok dijadikan sebagai penyubur alami. Keunggulan lainnya, pupuk ini juga bisa memperbaiki unsur hara tanah.
Lantas, bagaimana cara mengolah kulit mangga menjadi pupuk kompos agar efektif? Simak selengkapnya, dihadirkan Merdeka.com, Selasa (13/10).
Advertisement
1. Kulit Mangga Cocok Dijadikan Pupuk Kompos
Kulit mangga termasuk sampah organik yang bisa diolah menjadi kompos melalui proses penguraian oleh mikroorganisme. Proses ini mengubah sisa buah dan bahan organik lainnya menjadi material yang bisa digunakan untuk memperbaiki kondisi tanah.
Dalam proses pengomposan, mikroorganisme membutuhkan keseimbangan bahan kaya karbon dan nitrogen, air, serta oksigen. Kulit mangga dapat menjadi salah satu bahan organik yang dicampurkan dengan daun kering atau bahan lain untuk membantu proses tersebut berlangsung dengan baik.
Kompos yang matang bisa membantu tanah mempertahankan kelembapan, memperbaiki struktur tanah, dan menyediakan unsur hara bagi tanaman. Namun, kulit mangga sebaiknya tidak langsung ditimbun di sekitar akar tanaman dalam jumlah banyak karena proses penguraiannya belum selesai dan bisa mengundang serangga.
Advertisement
2. Siapkan Bahan untuk Membuat Kompos Kulit Mangga
Sebelum memulai proses pengomposan, kumpulkan kulit mangga yang masih tersisa dari kegiatan sehari-hari. Potongan kulit buah yang sudah tidak dikonsumsi bisa dimanfaatkan selama tidak tercampur plastik, bahan kimia, atau sampah anorganik lainnya.
Siapkan pula daun kering, kardus polos tanpa lapisan plastik, atau kertas tidak mengilap yang sudah disobek kecil-kecil. Bahan-bahan kering tersebut berfungsi sebagai sumber karbon sekaligus membantu menyerap kelebihan air dari kulit mangga yang masih basah.
Peralatan yang dibutuhkan cukup sederhana, yakni wadah kompos bertutup, alat pemotong, dan pengaduk. Pilih wadah yang memiliki lubang udara agar oksigen bisa masuk dan kelebihan kelembapan tidak terperangkap di dalamnya. Jika menggunakan wadah di luar rumah, letakkan di tempat yang tidak mudah tergenang air hujan.
Advertisement
3. Potong Kulit Mangga agar Lebih Cepat Terurai
Langkah berikutnya adalah memotong kulit mangga menjadi bagian kecil sebelum dimasukkan ke wadah kompos. Potongan yang lebih kecil memiliki permukaan lebih luas sehingga mikroorganisme bisa menguraikannya dengan lebih mudah dibandingkan kulit buah berukuran besar.
Tidak perlu menghaluskan kulit mangga hingga menjadi bubur. Potongan kecil sudah cukup untuk memudahkan pencampuran dengan bahan kering sekaligus menjaga agar campuran tidak terlalu padat. Jika terlalu banyak bahan basah dihancurkan dan ditumpuk tanpa udara, kondisi di dalam wadah bisa menjadi kurang ideal.
Pisahkan biji mangga sebelum memulai pengomposan karena bagian tersebut membutuhkan waktu lebih lama untuk terurai. Setelah kulit dipotong, segera campurkan dengan bahan kering atau simpan sementara di dalam wadah tertutup jika belum sempat mengolahnya.
Advertisement
4. Campurkan Kulit Mangga dengan Daun Kering
Salah satu cara penting untuk mengurangi bau pada kompos adalah menyeimbangkan kulit mangga dengan bahan kering yang kaya karbon. Kulit buah termasuk bahan organik basah, sedangkan daun kering dan kardus polos yang disobek merupakan contoh bahan kering yang bisa digunakan sebagai campuran.
Sebagai panduan awal, gunakan sekitar dua hingga tiga bagian bahan kering untuk setiap satu bagian sampah organik basah berdasarkan volume. Perbandingan tersebut bisa disesuaikan dengan kondisi campuran karena kulit mangga yang sangat basah mungkin membutuhkan lebih banyak bahan kering.
Masukkan bahan kering sebagai lapisan dasar, tambahkan kulit mangga, lalu tutup kembali dengan daun kering atau kardus sobek. Ulangi susunan tersebut ketika menambahkan sisa kulit mangga berikutnya. Cara ini membantu menyerap cairan berlebih dan mengurangi paparan sisa buah yang bisa menarik lalat.
Advertisement
5. Gunakan Wadah dengan Sirkulasi Udara yang Baik
Wadah kompos perlu memiliki lubang udara agar oksigen bisa masuk ke dalam campuran. Proses pengomposan yang berlangsung dengan bantuan oksigen membantu mikroorganisme menguraikan bahan organik dan mengurangi risiko munculnya bau busuk akibat kondisi yang terlalu basah serta minim udara.
Pilih wadah yang cukup besar untuk menampung bahan tanpa harus memadatkannya secara berlebihan. Wadah plastik bekas bisa digunakan selama bersih, memiliki lubang ventilasi, dan tidak pernah dipakai untuk menyimpan bahan berbahaya. Letakkan wadah di tempat teduh yang memiliki drainase baik.
Penutup wadah tetap diperlukan untuk mengurangi gangguan lalat dan hewan lain. Namun, tutup tersebut tidak boleh membuat wadah menjadi kedap udara. Jika menggunakan ember atau wadah plastik, pastikan lubang ventilasi tidak tertutup oleh tumpukan bahan kompos.
Advertisement
6. Jaga Kelembapan dan Aduk Kompos secara Berkala
Kelembapan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan pengomposan. Campuran yang terlalu kering bisa memperlambat aktivitas mikroorganisme, sedangkan kondisi terlalu basah bisa mengurangi ketersediaan oksigen dan memicu bau tidak sedap.
Untuk memeriksa kelembapan, ambil sedikit campuran lalu remas menggunakan sarung tangan. Kompos yang sesuai seharusnya terasa lembap seperti spons yang sudah diperas, tetapi tidak mengeluarkan banyak air. Jika terlalu kering, tambahkan sedikit air. Jika terlalu basah, campurkan daun kering atau kardus sobek.
Aduk kompos secara berkala agar udara bisa masuk dan bahan yang berada di bagian luar tercampur dengan bagian dalam. Periksa pula apakah ada cairan yang menggenang atau bau menyengat. Penyesuaian sederhana ini membantu menjaga kondisi kompos selama proses penguraian berlangsung.
Advertisement
7. Kenali Penyebab Kompos Kulit Mangga Mudah Bau
Bau tidak sedap biasanya muncul ketika campuran kompos terlalu basah, kekurangan oksigen, atau memiliki perbandingan bahan yang kurang seimbang. Penumpukan kulit mangga tanpa tambahan bahan kering dapat membuat campuran semakin padat dan menghambat sirkulasi udara.
Jika kompos berbau busuk, tambahkan daun kering atau kardus polos yang sudah disobek, kemudian aduk hingga tercampur. Hindari menambahkan air jika campuran masih basah. Sebaliknya, jika bahan terlihat sangat kering dan penguraian berjalan lambat, tambahkan sedikit air secara bertahap.
Hindari pula memasukkan daging, tulang, produk susu, minyak, dan makanan berlemak ke dalam kompos rumahan biasa. Bahan-bahan tersebut berpotensi menimbulkan masalah bau dan menarik hewan pengganggu. Untuk pengomposan kulit mangga, cukup gunakan sampah buah dan sayuran yang sesuai, lalu imbangi dengan bahan kering.
Advertisement
8. Tunggu hingga Kompos Matang sebelum Digunakan
Kulit mangga tidak langsung berubah menjadi pupuk siap pakai setelah dicampurkan dengan daun kering. Bahan tersebut perlu melalui proses penguraian sampai sebagian besar bentuk aslinya tidak lagi terlihat dan campuran menjadi lebih stabil.
Pengomposan rumahan yang dikelola dengan baik umumnya membutuhkan waktu sekitar tiga hingga lima bulan. Lama proses bisa berbeda bergantung pada ukuran potongan, jenis bahan, kelembapan, suhu, jumlah oksigen, dan seberapa rutin kompos diaduk.
Kompos matang biasanya berwarna cokelat gelap, bertekstur remah, tidak lagi memperlihatkan sebagian besar bentuk bahan awal, dan berbau seperti tanah. Setelah matang, campurkan kompos ke tanah sesuai kebutuhan tanaman. Hindari menggunakan campuran yang masih berbau busuk atau masih menunjukkan proses penguraian aktif karena kondisinya belum sesuai untuk digunakan sebagai kompos matang.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Pupuk Kompos Kulit Mangga
1. Apakah kulit mangga bisa dijadikan pupuk kompos?
Ya. Kulit mangga merupakan sampah organik yang bisa diuraikan oleh mikroorganisme menjadi kompos. Campurkan dengan bahan kering seperti daun atau kardus polos agar kelembapan dan keseimbangan bahan lebih terjaga.
2. Bagaimana cara membuat pupuk kompos dari kulit mangga agar tidak bau?
Potong kulit mangga menjadi bagian kecil, campurkan dengan dua hingga tiga bagian bahan kering berdasarkan volume, gunakan wadah berlubang, dan aduk secara berkala. Pastikan campuran tidak terlalu basah atau padat.
3. Berapa lama kulit mangga menjadi kompos?
Pengomposan rumahan yang dikelola dengan baik umumnya membutuhkan sekitar tiga hingga lima bulan. Waktu yang dibutuhkan bisa lebih lama jika bahan terlalu besar, campuran kurang seimbang, atau kelembapan tidak terjaga.
4. Apakah kulit mangga bisa langsung ditanam di dalam pot?
Kulit mangga sebaiknya tidak langsung ditimbun dalam jumlah banyak di pot tanaman. Sisa buah yang masih terurai bisa menimbulkan bau dan mengundang serangga. Lebih baik olah terlebih dahulu hingga menjadi kompos matang.
5. Apa yang harus dilakukan jika kompos kulit mangga mengeluarkan bau busuk?
Tambahkan bahan kering seperti daun atau kardus polos yang disobek, kemudian aduk untuk memperbaiki sirkulasi udara. Periksa pula apakah ada air yang menggenang dan hindari menambahkan sisa buah secara berlebihan.