Cara Menghilangkan Bau pada Kaus Kaki agar Kembali Segar dan Tidak Apek

Kaus kaki berbau apek bisa mengganggu. Ketahui beragam penyebabnya dan temukan cara menghilangkan bau pada kaus kaki dengan langkah-langkah praktis, serta tips mencegahnya agar tetap segar.

Fitriyani Puspa Samodra
Cara Menghilangkan Bau pada Kaus Kaki agar Kembali Segar dan Tidak Apek
Ilustrasi mencuci kaos kaki. (Photo by Nick Page on Unsplash)

Kaus kaki yang bau bisa membuat rasa tidak nyaman, terutama setelah dipakai seharian dalam sepatu tertutup. Untungnya, ada beberapa cara menghilangkan bau pada kaus kaki yang bisa dilakukan di rumah dengan langkah sederhana. Kuncinya bukan sekadar mencuci, tetapi memastikan kotoran, keringat, minyak tubuh, dan bakteri yang menempel pada serat kain benar-benar terangkat.

Bau pada kaus kaki umumnya semakin kuat ketika kain berada dalam kondisi lembap terlalu lama. Keringat dari kaki, sel kulit mati, dan kotoran dapat terperangkap di bagian dalam kaus kaki, khususnya di area jari dan tumit. Kondisi tersebut membuat kaus kaki yang terlihat bersih dari luar belum tentu benar-benar bersih di bagian dalam.

Cara mencuci yang tepat dapat membantu mengatasi masalah tersebut. Membalik kaus kaki sebelum dicuci, memberikan perlakuan awal pada noda, menggunakan deterjen yang sesuai, serta mengeringkannya hingga benar-benar kering merupakan beberapa langkah yang dapat dilakukan agar kaus kaki lebih segar dan nyaman digunakan kembali, Senin (10/8/2026).

 

1. Segera Pisahkan Kaus Kaki Setelah Dipakai

Ilustrasi kaos kaki
Ilustrasi kaos kaki. (Foto oleh The Lazy Artist Gallery dari Pexels)

Jangan langsung memasukkan kaus kaki yang sudah dipakai ke dalam tumpukan pakaian kotor dalam keadaan lembap. Kelembapan yang terperangkap dapat membuat bau semakin kuat dan membuat kain membutuhkan proses pencucian lebih menyeluruh.

Setelah dilepas, pisahkan kaus kaki dari sepatu dan pakaian lain. Jika masih sangat basah karena keringat, biarkan terlebih dahulu di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik sampai tidak terlalu lembap sebelum masuk ke keranjang cucian.

Kebiasaan sederhana ini juga membantu mencegah pakaian lain ikut menyerap aroma tidak sedap.

2. Balik Kaus Kaki Sebelum Dicuci

Salah satu tips utama dari The Spruce adalah mencuci kaus kaki dalam keadaan terbalik atau bagian dalam berada di luar.

Langkah ini penting karena bagian dalam merupakan area yang paling banyak bersentuhan dengan kulit. Keringat, sel kulit mati, minyak tubuh, dan bakteri lebih banyak terkumpul di sana.

Dengan membalik kaus kaki, deterjen dapat lebih mudah bersentuhan langsung dengan sumber kotoran. Gerakan air dan gesekan selama proses pencucian juga membantu melepaskan partikel yang terperangkap di serat.

Cara ini juga memiliki manfaat tambahan. Bagian luar kaus kaki tidak terlalu banyak terkena gesekan sehingga serat dan tampilannya dapat lebih terjaga.

3. Bersihkan Kotoran yang Menempel Sebelum Dicuci

Jika kaus kaki terkena tanah, lumpur, rumput, atau kotoran lainnya, singkirkan terlebih dahulu bagian yang menempel sebelum memasukkannya ke mesin cuci.

Kotoran yang terlalu tebal dapat menghambat proses pencucian. Untuk noda yang membandel, lakukan perlakuan awal atau pre-treatment menggunakan produk penghilang noda yang sesuai dengan jenis kain.

Menurut panduan pencucian dari The Spruce, memisahkan kotoran padat dan melakukan pre-treatment pada noda berat merupakan bagian penting dari proses membersihkan kaus kaki.

4. Rendam Kaus Kaki yang Sangat Kotor

Ilustrasi Kaos Kaki Kotor
Cara Mencuci Kaos Kaki yang Dekil Membandel. (AI generated)

Untuk kaus kaki yang sudah sangat kotor atau berbau kuat, perendaman dapat menjadi tahap tambahan sebelum pencucian utama.

Salah satu pengalaman pengguna yang dimuat ThriftyFun menggunakan air hangat, sabun pencuci piring, dan wadah tertutup untuk merendam kaus kaki yang sangat kotor selama beberapa jam. Setelah itu, kaus kaki dibilas dengan air bersih dan dicuci kembali.

Metode tersebut dapat menjadi inspirasi untuk menangani kaus kaki yang sangat kotor, tetapi tidak semua bahan cocok direndam menggunakan sabun pencuci piring. Karena itu, perhatikan label perawatan pada kaus kaki dan hindari bahan pembersih yang berpotensi merusak serat.

Untuk pencucian sehari-hari, deterjen khusus pakaian tetap menjadi pilihan yang lebih tepat.

5. Gunakan Deterjen yang Sesuai

Deterjen membantu mengangkat minyak tubuh, keringat, dan kotoran yang menempel pada serat kain. The Spruce menyarankan penggunaan deterjen lembut yang memiliki enzim dan surfaktan untuk membantu membersihkan kotoran organik.

Enzim pada deterjen dapat membantu memecah jenis kotoran tertentu, sedangkan surfaktan membantu melepaskan kotoran dari permukaan kain sehingga dapat terbawa air saat dibilas.

Penggunaan deterjen terlalu banyak bukan berarti kaus kaki akan menjadi lebih bersih. Sisa deterjen yang tertinggal justru dapat membuat kain terasa kurang nyaman dan membutuhkan pembilasan lebih baik.

6. Jangan Selalu Mengandalkan Air Panas

Air panas sering dianggap sebagai solusi untuk pakaian berbau. Padahal, suhu pencucian sebaiknya disesuaikan dengan jenis bahan kaus kaki.

Dalam panduan The Spruce, kaus kaki sehari-hari dapat dicuci mengikuti siklus yang sesuai dengan bahan dan warna, sedangkan beberapa bahan tertentu membutuhkan air dingin. Kaus kaki wol atau merino, misalnya, lebih baik dicuci menggunakan air dingin dan deterjen lembut tanpa enzim.

Kaus kaki kompresi juga sebaiknya tidak dicuci dengan air panas karena suhu tinggi dapat memengaruhi material elastisnya.

Karena itu, selalu periksa label perawatan sebelum memilih suhu pencucian.

7. Pisahkan Kaus Kaki Berdasarkan Warna

Ilustrasi Kaos Kaki Kotor
Cara Mencuci Kaos Kaki yang Dekil Membandel. (AI generated)

Selain menghilangkan bau, proses pencucian juga perlu menjaga warna kaus kaki. Pisahkan kaus kaki putih, warna terang, dan warna gelap agar tidak terjadi perpindahan warna.

The Spruce juga merekomendasikan pemisahan kaus kaki berdasarkan warna sebelum dicuci. Kaus kaki putih yang sudah kusam sebaiknya mendapatkan perlakuan pencucian tersendiri daripada dicampur dengan pakaian berwarna gelap.

Pemisahan ini terutama penting ketika mencuci kaus kaki baru yang warnanya masih mudah luntur.

8. Hindari Penggunaan Pelembut Secara Berlebihan

Pelembut pakaian memang dapat memberikan sensasi lembut dan aroma harum. Namun, penggunaannya tidak selalu diperlukan untuk kaus kaki.

Dalam panduan pencucian kaus kaki yang diterbitkan The Spruce, penggunaan fabric softener justru disarankan untuk dihindari. Kaus kaki membutuhkan kemampuan menyerap dan mengelola kelembapan, terutama untuk kaus kaki olahraga.

Jika terlalu banyak residu produk tertinggal pada serat, karakteristik kain dapat berubah. Untuk kaus kaki olahraga, menjaga kemampuan kain dalam menangani keringat justru lebih penting daripada membuatnya sekadar beraroma wangi.

9. Bilas dengan Baik

Setelah proses pencucian selesai, pastikan kaus kaki mendapatkan pembilasan yang cukup. Sisa deterjen, kotoran, dan produk pencuci yang tertinggal dapat membuat kain terasa kurang bersih.

Khusus untuk kaus kaki yang sebelumnya direndam, lakukan pembilasan hingga air tidak lagi terasa licin karena sisa sabun.

Dalam pengalaman yang dibagikan melalui ThriftyFun, kaus kaki yang direndam kemudian dibilas menggunakan air hangat dan dilanjutkan dengan air dingin sebelum dikeringkan.

Metode tersebut menunjukkan pentingnya tahap pembilasan setelah perendaman.

10. Keringkan Sampai Benar-Benar Kering

Pria, Hindari 3 Gaya Berpakaian Ini Kalau Nggak Mau Dibilang Aneh
Ilustrasi kaos kaki kendur. (istimewa)

Kaus kaki yang masih lembap sebaiknya tidak langsung dimasukkan ke laci atau dikenakan kembali. Sisa kelembapan dapat membuat aroma tidak sedap kembali muncul.

Setelah dicuci, jemur kaus kaki di tempat dengan sirkulasi udara yang baik. Pastikan seluruh bagian benar-benar kering sebelum disimpan.

The Spruce merekomendasikan pengeringan alami untuk sejumlah jenis kaus kaki. Kaus kaki wol atau merino, misalnya, sebaiknya dibaringkan hingga kering agar bentuknya tidak berubah. Untuk bahan tertentu yang aman menggunakan mesin pengering, pilih suhu rendah sesuai petunjuk pada label.

Pengeringan yang tepat menjadi bagian penting dari cara menghilangkan mau pada kaus kaki karena mencuci saja tidak cukup jika kain kembali disimpan dalam keadaan lembap.

Cara Membersihkan Kaus Kaki Berdasarkan Bahannya

Tidak semua kaus kaki bisa diperlakukan dengan cara yang sama. Bahan kain menentukan suhu air, jenis deterjen, dan metode pengeringan yang aman.

Kaus Kaki Katun

Kaus kaki katun sehari-hari relatif mudah dirawat. Pisahkan berdasarkan warna, balik bagian dalam ke luar, kemudian cuci menggunakan deterjen sesuai petunjuk pada label. Setelah itu, kaus kaki dapat dikeringkan dengan mesin pada suhu rendah hingga sedang jika label perawatan mengizinkannya.

Kaus Kaki Wol dan Merino

Wol dan merino memiliki sifat alami yang membantu mengatur suhu dan relatif tahan terhadap bau. Namun, seratnya lebih sensitif dibandingkan katun.

Menurut The Spruce, kaus kaki berbahan wol atau merino sebaiknya dicuci menggunakan air dingin dan deterjen lembut tanpa enzim. Setelah dicuci, letakkan secara mendatar hingga kering untuk membantu mempertahankan bentuknya.

Kaus Kaki Olahraga

Kaus kaki olahraga biasanya berhadapan dengan lebih banyak keringat sehingga membutuhkan pencucian yang efektif. The Spruce merekomendasikan deterjen khusus pakaian olahraga yang mengandung enzim serta pencucian menggunakan air hangat jika label perawatan mengizinkannya.

Pengeringan dengan udara dapat menjadi pilihan yang baik untuk membantu mempertahankan elastisitas dan daya tahan kaus kaki.

Kaus Kaki Kompresi

Kaus kaki kompresi membutuhkan perhatian lebih karena memiliki material elastis yang menentukan tingkat kekencangannya. Hindari air panas dan panas tinggi dari mesin pengering.

Gunakan air dingin atau hangat sesuai petunjuk produsen, kemudian biarkan kering secara alami.

Kaus Kaki Berbahan Halus

Kaus kaki berbahan mesh atau sutra sebaiknya diperlakukan dengan lebih hati-hati. The Spruce menyarankan pencucian tangan menggunakan air dingin dan deterjen lembut.

Jika harus menggunakan mesin cuci, masukkan kaus kaki ke dalam kantong laundry berbahan jaring dan pilih siklus delicate atau hand-wash.

Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari Saat Mencuci Kaus Kaki

Ada beberapa kebiasaan yang justru dapat membuat kaus kaki cepat rusak atau bau kembali. Salah satunya adalah langsung menyimpan kaus kaki ketika masih lembap. Kebiasaan lain adalah menggunakan deterjen terlalu banyak dengan anggapan semakin banyak sabun berarti semakin bersih.

Mencuci semua bahan dengan suhu air yang sama juga kurang tepat. Kaus kaki wol, merino, sutra, mesh, dan kompresi membutuhkan perlakuan berbeda dari kaus kaki katun biasa.

Hindari pula mengabaikan bagian dalam kaus kaki. Karena area tersebut bersentuhan langsung dengan kaki, membalik kaus kaki sebelum mencuci merupakan langkah kecil yang dapat memberikan perbedaan dalam proses pembersihan.

Tips agar Kaus Kaki Tidak Cepat Bau Lagi

Pilihan Kaos Kaki Olahraga Terbaik, Solusi Anti Gerah dan Anti Lecet Saat Aktif Bergerak
Ilustrasi kaos kaki olahraga terbaik. (c) freepik/Magnific

Setelah mengetahui cara menghilangkan bau pada kaus kaki, kebiasaan sehari-hari juga perlu diperhatikan agar masalah yang sama tidak terus berulang.

Gunakan kaus kaki yang benar-benar kering. Jangan memakai satu pasang terlalu lama, terutama ketika kaki banyak berkeringat. Setelah beraktivitas, segera lepaskan kaus kaki dan jangan memasukkannya langsung ke dalam sepatu.

Sepatu juga perlu diberi kesempatan untuk kering dan mendapatkan sirkulasi udara. Kaus kaki yang sudah bersih tidak akan banyak membantu jika kembali digunakan bersama sepatu yang lembap dan berbau.

Pilih pula bahan kaus kaki sesuai aktivitas. Untuk kegiatan olahraga, gunakan kaus kaki yang dirancang untuk mengelola kelembapan. Sementara itu, kaus kaki berbahan wol atau merino dapat menjadi pilihan untuk penggunaan tertentu karena karakteristik seratnya yang relatif tahan terhadap bau.

Jika bau pada kaus kaki atau kaki tetap sangat kuat meskipun kebersihan dan pencucian sudah diperhatikan, pertimbangkan untuk mencari penyebab lain dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila disertai keluhan pada kulit atau kaki.

Tanya Jawab Seputar Membersihkan Kaus Kaki

1. Apakah kaus kaki harus dibalik sebelum dicuci?

Sebaiknya iya, terutama jika tujuan utamanya menghilangkan keringat dan bau. Bagian dalam kaus kaki bersentuhan langsung dengan kulit sehingga biasanya mengandung lebih banyak keringat, sel kulit mati, minyak tubuh, dan kotoran. Membalik kaus kaki membantu deterjen dan air menjangkau bagian tersebut secara lebih langsung.

2. Apakah merendam kaus kaki bisa menghilangkan bau?

Perendaman dapat membantu melonggarkan kotoran dan noda yang menempel, terutama pada kaus kaki yang sangat kotor. Namun, metode dan bahan perendam harus disesuaikan dengan jenis kain. Untuk penggunaan sehari-hari, ikuti petunjuk pada label dan gunakan deterjen pakaian yang sesuai.

3. Apakah kaus kaki boleh dicuci dengan air panas?

Tidak selalu. Suhu pencucian harus disesuaikan dengan bahan. Kaus kaki tertentu dapat dicuci menggunakan air hangat, sedangkan wol, merino, sutra, mesh, dan kaus kaki kompresi membutuhkan perlakuan yang lebih lembut. Selalu periksa label perawatan sebelum menggunakan air panas.

4. Mengapa kaus kaki sudah dicuci tetapi masih bau?

Kaus kaki dapat tetap bau jika bagian dalam belum benar-benar bersih, pencucian kurang efektif, masih terdapat residu kotoran atau deterjen, atau kaus kaki belum dikeringkan dengan sempurna. Membalik kaus kaki sebelum dicuci dan memastikan kain benar-benar kering dapat membantu mengatasi masalah tersebut.

5. Bagaimana cara menyimpan kaus kaki agar tidak bau?

Pastikan kaus kaki benar-benar kering sebelum dilipat dan disimpan. Simpan di tempat yang kering serta memiliki sirkulasi udara yang baik. Hindari memasukkan kaus kaki yang masih lembap ke dalam laci karena kelembapan yang terperangkap dapat membuat aroma tidak sedap lebih mudah muncul kembali.

 

 

Rekomendasi