Bagaimana Cara Membaca Bacaan Ghunnah yakni Dengan Dengung, Pahami Hukumnya

Cara membaca bacaan ghunah yang penting dipahami oleh seluruh umat Islam.

Khulafa Pinta Winastya
Oleh Khulafa Pinta Winastya - Reporter
Bagaimana Cara Membaca Bacaan Ghunnah yakni Dengan Dengung, Pahami Hukumnya
Bagaimana Cara Membaca Bacaan Ghunnah yakni Dengan Dengung, Pahami Hukumnya (Merdeka.com)

Bagaimana cara membaca bacaan ghunah tentu penting dipahami oleh seluruh umat Islam.

Ghunnah merupakan salah satu hukum bacaan dalam ilmu membaca Al-Qur'an atau ilmu tajwid.

Mempelajari ilmu tajwid juga menjadi salah satu hal yang wajib dilakukan oleh umat muslim.

Hukum bacaan ini berlaku ketika huruf mim dan nun yang bertasydid wajib dibaca selama dua harakat atau dua ketukan. Simak ulasannya, Rabu (17/7/2024):

Hukum Bacaan Ghunnah

Ada dua huruf ghunnah yaitu nun tasydid (نّ) dan mim tasydid (مّ). Secara bahasa, ghunnah berarti dengung.

Namun, menurut terminologi ilmu tajwid, ghunnah artinya suara dengung yang tersusun dalam bentuk huruf Nun dan Mim yang mana terletak pada kedua hurufnya.

Cara membaca hukum bacaan ghunnah pertama, yakni dengan mendengungkan bacaan dengan pangkal hidung.

Kemudian membaca dengan cara idgham, membaca dengan cara seperti membaca bacaan ikhfa, dan membaca dengan cara seperti hukum bacaan izhar.

Meski bisa dibaca dengan berbagai cara, namun cara membaca hukum bacaan ghunnah yang paling utama adalah dengan cara mendengung di pangkal hidung.

Contoh Bacaan Ghunnah Dalam Al-Qur’an

Contoh Bacaan Ghunnah Dalam Al-Qur’an
Dok. Istimewa

1. Surat Al Fiil ayat 4:

تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ مِّنْ سِجِّيْلٍۙ

Dibaca: tarmiihim bihijaarotim mingsijjiil

2. Surat An Naba Ayat 1:

عَمَّ يَتَسَآءَلُونَ

Dibaca: 'amma yatasā`alụn

3. Surat Al Fiil ayat 5:

فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُوْلٍ ࣖ

Dibaca: Faja 'alahum ka 'ashfim ma'kuul.


4. Surat Al Qurasiy ayat 4:

الَّذِيْٓ اَطْعَمَهُمْ مِّنْ جُوْعٍ ەۙ وَّاٰمَنَهُمْ مِّنْ خَوْفٍ ࣖ

Dibaca: Alladzii ath'amahum mingjuu'iw wa aamanahum min khouuf.

5. Surat Al Kahfi ayat 6:

فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ

Dibaca: Fala'allaka baakhiun nafsika

6. Surat Al-Baqarah ayat 270:

وَمَاۤ أَنفَقۡتُم مِّن نَّفَقَةٍ أَوۡ نَذَرۡتُم مِّن نَّذۡرࣲ فَإِنَّ ٱللَّهَ یَعۡلَمُهُۥۗ

Dibaca: Wa maa anfaqtum min nafaqatin au nadzartum min nadzrin fainna Allaha ya‘lamuh.

Hukum Mempelajari Ilmu Tajwid

Dalam Islam, memperlajari tajwid dapat membantu untuk membaca Al-Qur'an dengan cara yang sama seperti yang dipelajari Nabi Muhammad SAW dari Jibril.

Tidak hanya mempercantik bacaan, belajar tajwid juga akan memastikan pesan tidak terdistorsi karena kesalahan.

Membaca tanpa tajwid dapat mengubah arti kata karena ada aturan yang ditetapkan untuk membedakan huruf yang sama.

Beberapa Hukum Bacaan Tajwid

Beberapa Hukum Bacaan Tajwid
Dok. Istimewa

1. Hukum nun mati dan tanwin

Dalam ilmu tajwid, hukum nun mati atau tanwin dapat dibagi menjadi empat jenis, di antaranya:

- izhar halqi

Secara bahasa, izhar halqi artinya jelas atau tampak. Adapun huruf izhar halqi, yaitu Alif atau Hamzah, Kha','Ain, Ha', Ghain, dan Ha'.

- idgham

Hukum bacaan yang satu ini memiliki pengucapan nun sukun atau tanwin yang melebur disertai atau tanpa dengungan.

Huruf idgham bighunnah terdiri dari Nun, Mim, Wau, Ya'. Sedangkan idgham bilaghunnah terdiri dari Lam dan Ro’.

- iqlab

Iqlab merupakan hukum bacaan dalam Al-Qur’an yang terjadi bila nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf Ba'.

Hal tersebut menyebabkan jenis bacaan ini memunculkan bunyi huruf mim mati.

- ikhfa’ haqiqi

Ikhfa berarti menyamarkan. Hukum bacaan ini berlaku apabila huruf nun mati atau tanwin bertemu huruf Ta', Tha', Tsa’, Jim, Dal, Dzal, Za’, Zha’, Sin, Syin, Shad, Dhad, Fa', Qaf, Kaf.

2. Hukum mim mati

Seperti namanya, hukum tajwid yang satu ini merupakan pertemuan antara mim mati dengan huruf tertentu.

Adapun hukum mim mati terbagi menjadi tiga macam, antara lain:

- ikhfa’ syafawi

Hukum bacaan yang satu ini yakni pertemuan antara mim mati dengan huruf Ba'. Cara bacanya pun hampir sama dengan hukum bacaan iqlab.

- idgham mimi

Hukum bacaan ini terjadi saat mim mati bertemu huruf mim.

- izhar syafawi

Izhar syafawi terjadi saat mim mati bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah selain mim dan ba’.

Sama halnya dengan izhar halqi, cara membaca hukum bacaan yang satu ini harus jelas.

3. Hukum idgham shagir

Idgham shaghir adalah hukum bacaan bila huruf yang diidghamkan (huruf pertama) berupa huruf mati.

Sedangkan huruf kedua berupa huruf hidup. Hukum bacaan idgham shaghir terbagi menjadi tiga jenis, di antaranya:

- idgham mutamatsilain

Idgham mutamatsilain yaitu hukum bacaan tajwid yang terjadi jika suatu huruf bertemu dengan huruf yang sama.

- idgham mutajanisain

Idgham mutajanisain merupakan hukum bacaan ketika dua huruf memiliki makhraj yang sama.

Misalnya, huruf Ta' bertemu Tha, Dzal, dan huruf Zha, Dal bertemu Ta’ dan sebagainya.

- idgham mutaqaribain

Idgham mutaqaribain, yaitu bertemunya dua huruf yang memiliki makhraj dan sifat yang hampir sama.

4. Hukum mad

Jenis hukum tajwid yang satu ini terdiri dari huruf alif, wau, dan ya’ dalam kondisi mati.

Hukum mad memiliki panjang yang bergantung pada harakat pada huruf. Jenis hukum mad, yaitu:

- mad thabi’i

Mad thabi’i atau mad asli merupakan bacaan mad yang terjadi bila terdapat alif setelah fathah, ya’ sukun setelah kasrah, dan wau sesudah dhammah.

Cara membacanya harus sepanjang dua harakat atau satu alif.

- mad far’i

Mad far’i adalah mad yang merupakan hukum tambahan dari mad thabi'i (sebagai hukum asalnya).

Disebabkan oleh hamzah atau sukun. Mad far’i terbagi menjadi 14 macam, salah satunya mad wajib muttasil.

5. Hukum qalqalah

Qalqalah berarti memantulkan getaran suara ketika membaca lafal yang terdapat pada huruf qalqalah yang berharakat sukun atau diwaqafkan.

Adapun huruf qalqalah terdiri lima jenis, yakni ba’, jim, dal, tha, dan qaf. Qalqalah terbagi menjadi dua macam, yaitu:

- qalqalah sugra

Jenis qalqalah yang satu ini terjadi apabila huruf qalqalah berada di tengah lafal dengan harakat sukun.

Cara membacanya yakni dengan menyertakan pantulan yang tak terlalu kuat.

- qalqalah kubra

Qalqalah kubra terjadi apabila ada salah satu huruf qalqalah yang berada di akhir lafal yang berharakat.

Seperti sukun, fathah, kasrah, damah, dan tanwin, tetap dibaca waqaf dengan pantulan yang pun cukup kuat.

Rekomendasi