Pasalnya, penanaman rumput dilakukan seperti menanam padi di sawah dan terlihat kurang efektif dalam pengerjaanya.
Potret renovasi sempat viral di media sosial setelah diunggah akun X @FaktaSepakbola saat foto sejumlah pekerja sedang menanam rumput secara manual.
Advertisement
"Foto terbaru dari lapangan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Saat ini sedang dilakukan pengerjaan revitalisasi lapangan," tulis unggahan.
Pengamat sepak bola sekaligus mantan pelatih Timnas Futsal Indonesia, Justinus Lhaksana atau akrab disapa Coach Justin ikut menyoroti unggahan tersebut.
Lewat balasan komentar, Coach Justin menyentil proses renovasi yang dilakukan oleh pengelola GBK.
Advertisement
Menurutnya, stadion GBK seharusnya tidak melakukan cara manual seperti di 'sawah' sebagai stadion yang dicap modern.
Lebih lanjut, Justinus Lhaksana mengklaim bahwa untuk stadion modern idealnya telah menggunakan rumput gulung dan bisa dibongkar pasang ketimbang menanam secara manual.
"Stadion modern itu rumputnya pake roll, tinggal di gelar, ini bukan sawah pake ditanam. Bukannya management GBK pernah keluar negeri utk studi banding???? hadeeehhhhhhh," tulis komentar Justinus Lhaksana.
Stadion modern itu rumputnya pake roll, tinggal di gelar, ini bukan sawah pake ditanam. Bukannya management GBK pernah keluar negeri utk studi banding???? hadeeehhhhhhh
— Justinus Lhaksana (@CoachJustinL) June 25, 2024
Advertisement
Revitalisasi Rumput GBK
Melansir akun Instagram @love_gbk, Kamis (27/6) beberapa potret renovasi rumput Stadion GBK menyita perhatian masyarakat.
Perbaikan rumput dilakukan usai banyaknya kritikan pasca digunakan Timnas Indonesia pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada 6 dan 11 Juni 2024 lalu.
Pihak pengelola SUGBK pun akhirnya melaksanakan revitalisasi lapangan utama seperti saat menyambut Piala Dunia U-20 tahun 2023.
Pekerjaan tersebut ditujukan untuk lapisan rumput agar dapat menyesuaikan dengan iklim dan cuaca.
Dalam pekerjaanya, revitalisasi lapisan rumput memakai serangkaian proses yang melibatkan beberapa stakeholder, tim dan tenaga ahli yang berpengalaman di Piala Dunia U-20 tahun lalu.
Adapun beberapa perbaikan dimulai dengan pemeriksaan laboratorium, sterilisasi media tanam, leveling media tanam, penanaman rumput, proses grow-in dan perawatan intens, uji fungsi dan monitoring visual lapangan.