Genosida yang terjadi di Gaza benar-benar membuka mata dunia tentang peristiwa apa yang terjadi di sana.
Genosida yang terjadi di Gaza benar-benar membuka mata dunia tentang peristiwa apa yang terjadi di sana.
Selain kerugian finansial maupun material, tragedi kemanusiaan yang sudah terjadi dua bulan itu mengakibatkan 17 ribu lebih warga Gaza wafat..
Ribuan warga sipil menjadi korban keganasan militer Israel. Bahkan, wanita dan anak-anak tidak bersalah pun turut menjadi korban.
Advertisement
Parahnya, baru-baru ini terungkap bahwa sniper alias penembak juti Israel mengincar wanita Palestina yang sedang hamil.
Melansir dari akun X (dulunya Twitter) @QudsNen, Senin (11/12), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
Kementerian Kesehatan Gaza memberitakan bahwa penembak jitu Israel melukai beberapa wanita hamil.
Tidak hanya melukai, mereka juga membunuh wanita hamil setibanya mereka di Rumah Sakit Kamal Adwan, Jalur Utara Gaza.
Padahal sejumlah wanita hamil tersebut ke Rumah Sakit untuk melahirkan.
X (dulunya Twitter) @QudsNen
Advertisement
The Israeli snipers killed and injured several pregnant women upon their arrival at Kamal Adwan Hospital in the north of the Gaza Strip. pic.twitter.com/ZboMbSojBv
— Quds News Network (@QudsNen) December 9, 2023
Kementerian Kesehatan Gaza juga melaporkan bahwa tembakan penembak jitu tentara Israel menargetkan Dr. Ashraf Abu Mahady, Direktur Jenderal Farmasi di Kementerian Kesehatan saat berusaha mencapai gudang obat.
Dr. Ashraf sendiri bertugas untuk mengamankan perbekalan kesehatan penting untuk Kompleks Medis Al-Shifa, Rumah Sakit Arab Al-Ahli dan beberapa puskesmas di Gaza yang masih beroperasi.
Advertisement
Ketika tiba di gudang, penembak jitu terlihat di sekitarnya. Penembakan pun terjadi. Akibatnya Dr. Ashraf, sopir ambulans yang menemaninya serta orang lainnya terluka.
X (dulunya Twitter) @QudsNen
Bukan hanya itu, pasukan Israel juga menargetkan ambulans yang datang untuk mengevakuasi mereka. Sehingga melanggengkan pelanggaran berat.
Advertisement
Hal itu sontak membuat Kementerian Kesehatan Gaza mengutuk keras kejahatan para pasukan Israel. Aksi kejamnya itu juga menambah daftar catatan kriminal hitam militer Israel.
Lebih lanjut, laporan tersebut juga sekaligus untuk menyerukan kepada PBB dan lembaga-lembaganya guna segera mengaktifkan Hukum Humaniter Internasional dan Resolusi Internasional terkait dengan perlindungan kru medis serta mengkriminalisasi penargetan mereka.
X (dulunya Twitter) @QudsNen
Advertisement
‼️Breaking | The Ministry of Health in Gaza: Sniper fire from the occupation army targets Dr. Ashraf Abu Mahady, the Director General of Pharmacy at the Ministry of Health, as he attempts to reach the drug warehouses. His job is to secure essential medical supplies for Al-Shifa… pic.twitter.com/UFpw3S8M9a
— Quds News Network (@QudsNen) December 9, 2023
Advertisement
Kementerian Kesehatan Gaza juga merilis total jumlah korban hingga Sabtu (9/12), kemarin.
Total sekitar 17.700 orang tewas dan 48.780 orang luka-luka akibat serangan agresi Israel sejak 7 Oktober di Jalur Gaza.
Ministry of Health: (17,700) killed and (48,780) wounded in the Gaza Strip due to the Israeli aggression since October 7th. pic.twitter.com/bQMuX9uHeX
— Quds News Network (@QudsNen) December 9, 2023