Prancis Murka, Haramkan Menteri Israel Ben-Gvir Masuki Negaranya karena Perlakuannya ke Aktivis Flotilla

Sebelum tindakan serupa diambil oleh Prancis, Polandia sudah lebih dahulu melakukannya.

Khairisa Ferida
Oleh Khairisa Ferida - Reporter
Prancis Murka, Haramkan Menteri Israel Ben-Gvir Masuki Negaranya karena Perlakuannya ke Aktivis Flotilla
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir (Yonatan Sindel/Flash90)

Prancis pada Sabtu, 23 Mei 2026, mengambil langkah untuk melarang Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memasuki wilayahnya. Larangan ini diberlakukan dengan alasan perilaku Ben-Gvir yang dianggap tidak dapat diterima terhadap para aktivis Global Sumud flotilla.

"Mulai hari ini, Itamar Ben-Gvir dilarang memasuki wilayah Prancis. Keputusan ini diambil setelah tindakan-tindakannya yang tidak dapat diterima terhadap warga negara Prancis dan Eropa yang menjadi penumpang dalam Global Sumud Flotilla," ungkap Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, melalui unggahan di media sosial X.

Barrot menegaskan Prancis tidak akan menoleransi tindakan intimidasi atau perlakuan kasar terhadap warganya, terutama oleh pejabat publik.

"Kami tidak dapat menoleransi warga negara Prancis diancam, diintimidasi, atau diperlakukan kasar dengan cara seperti ini --- terlebih lagi oleh seorang pejabat publik," tambahnya.

Di samping itu, Menteri Luar Negeri Prancis juga mengkritik para aktivis flotilla yang berusaha menembus blokade laut Israel terhadap Gaza.

"Kami tidak menyetujui pendekatan flotilla ini, yang tidak menghasilkan dampak berguna dan justru menambah beban pada layanan diplomatik dan konsuler," tulis Barrot.

Ben-Gvir Ejek Aktivis Flotilla

Seruan untuk menjatuhkan sanksi terhadap Ben-Gvir juga disampaikan kepada Uni Eropa. Dalam pekan ini, Ben-Gvir memicu kemarahan di seluruh dunia setelah membagikan video yang menunjukkan dirinya mengejek para aktivis flotilla yang ditahan.

Salah satu video tersebut memperlihatkan Ben-Gvir mengibarkan bendera besar Israel di atas para tahanan yang tampak terikat. Dalam video lain, ia berteriak "Am Yisrael Chai" kepada seorang tahanan yang berlutut dengan pergelangan tangan terikat kabel zip-tie, yang berarti "Israel akan tetap hidup."

Dalam video ketiga, para tahanan terlihat bersujud di area penahanan terbuka saat lagu kebangsaan Israel diputar, sementara para penjaga bersenjata mengelilingi mereka. Perlakuan Ben-Gvir terhadap sekitar 430 tahanan flotilla ini menuai kecaman dari berbagai pemimpin asing, termasuk mitra koalisi Perdana Menteri Netanyahu.

Polandia juga Larang Ben-Gvir Masuki Negaranya

Flotila yang terdiri dari 50 kapal tersebut dicegat di perairan internasional sekitar 400 kilometer dari pantai Israel, dan para aktivis yang ditahan mengklaim bahwa mereka mengalami perlakuan buruk, termasuk pemukulan dan penggunaan alat kejut listrik.

Selain itu, Polandia juga melarang Ben-Gvir memasuki wilayahnya dengan mengumumkan larangan selama lima tahun pada Kamis, 21 Mei.

"Di negara demokratis, kita tidak menyiksa dan mengejek orang-orang yang berada dalam tahanan," ungkap Menteri Luar Negeri Polandia, Radek Sikorski, di platform X.

Rekomendasi