Tak Bisa Lewat Perang, Israel Ungkap Strategi Runtuhkan Iran Lewat Ekonomi

Netanyahu menyampaikan pesan tegas kepada jajaran militer senior terkait arah kebijakan keamanan negaranya.

Mardani
Oleh Mardani - Reporter
Tak Bisa Lewat Perang, Israel Ungkap Strategi Runtuhkan Iran Lewat Ekonomi
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpose bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelum menaiki pesawat kepresidenan Air Force One di Bandara Internasional Ben Gurion, dekat Tel Aviv, Senin (13/10/2025). (Dok. AP/Evan Vucci) (@ 2025 merdeka.com)

Tentara Israel menyatakan pada Senin malam bahwa mereka berada dalam kondisi siaga tinggi menyusul kemungkinan kembalinya perang dengan Iran. Situasi ini dipicu oleh meningkatnya eskalasi antara Teheran dan Amerika Serikat di kawasan strategis Selat Hormuz.

"Kami memantau situasi dan berada dalam keadaan siaga tinggi di tengah eskalasi di Teluk," kata militer zionis dalam sebuah pernyataan, seperti dilaporkan Anadolu.

“Kami menegaskan bahwa tidak ada perubahan dalam instruksi Komando Pertahanan Dalam Negeri,” tambahnya.

Netanyahu Gelar Konsultasi Keamanan

Sidang Korupsi Dilanjutkan, Netanyahu Dinilai Punya Kepentingan Perpanjang Perang
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Dok. AP) © 2026 Liputan6.com

Media penyiaran publik KAN melaporkan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menggelar “serangkaian konsultasi keamanan” sepanjang hari Senin. Pertemuan tersebut difokuskan pada perkembangan situasi di kawasan Teluk yang semakin tidak menentu.

Netanyahu menyampaikan pesan tegas kepada jajaran militer senior terkait arah kebijakan keamanan negaranya. Dalam pertemuan tersebut, ia menegaskan kesiapan Israel menghadapi potensi konfrontasi dengan Iran, sekaligus melanjutkan operasi militer di Jalur Gaza.

Mengutip laporan Channel 14 pada, Netanyahu mengatakan bahwa Iran diperkirakan akan keluar dari konflik dalam kondisi lebih lemah, sementara Israel justru akan semakin kuat.

Skenario Tekanan Ekonomi buat Runtuhkan Iran

Ia menanggapi spekulasi mengenai kemungkinan runtuhnya rezim Iran dalam waktu singkat. Menurutnya, tidak ada jaminan skenario tersebut akan terjadi di awal konflik. Namun, ia menilai tekanan ekonomi yang berat dapat membuka peluang ke arah itu.

Netanyahu juga menyinggung kekhawatiran internal di Iran, dengan menyebut bahwa tekanan ekonomi berpotensi mengancam stabilitas pemerintahan, terutama setelah gelombang protes yang muncul pasca operasi sebelumnya. Demikian dikutip dari Middle East Monitor, Selasa (5/5/2026).

Dalam pembahasan lain, Netanyahu menyinggung isu program nuklir Iran yang terus menjadi perhatian global. Ia menyatakan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump meyakini tekanan ekonomi yang kuat dapat memaksa Iran menyerahkan material nuklir yang selama ini tersimpan jauh di bawah tanah.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan tekanan ekonomi masih menjadi strategi utama dalam menghadapi ambisi nuklir Teheran.

Operasi Gaza Berlanjut, Target Hancurkan Hamas

Momen Sandera Israel Cium Kening Pejuang Hamas
Sandera Israel Omer Shem-Tov mencium kening pejuang Hamas selama upacara pembebasannya yang berlangsung di wulayah Nuseirat, Jalur Gaza tengah, pada 22 Februari 2025. ©Hamas Media Office/AFP

Terkait situasi di Jalur Gaza, Netanyahu menegaskan bahwa Israel tidak akan mengubah tujuan militernya, yakni membongkar kekuatan Hamas.

Ia menyebut bahwa pasukan Israel saat ini telah menguasai lebih dari 50 persen wilayah Gaza dalam bentuk zona keamanan. Kendali tersebut, menurutnya, memungkinkan akses operasional ke berbagai titik strategis serta mempercepat penghancuran apa yang ia sebut sebagai “infrastruktur teroris”.

Rekomendasi