Kodam Jaya dan DLH DKI Kumpulkan 5,5 Ton Limbah Elektronik, Mayjen Deddy Suryadi Tegaskan Tanggung Jawab Kolektif

Limbah elektronik itu berhasil dihimpun dan diserahkan untuk dikelola sesuai standar limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Kodam Jaya dan DLH DKI Kumpulkan 5,5 Ton Limbah Elektronik, Mayjen Deddy Suryadi Tegaskan Tanggung Jawab Kolektif
Kodam Jaya dan DLH DKI Kumpulkan 5,5 Ton Limbah Elektronik, Mayjen Deddy Suryadi Tegaskan Tanggung Jawab Kolektif (Merdeka.com)

Di tengah meningkatnya ancaman pencemaran limbah elektronik di kawasan perkotaan, Kodam Jaya bersama Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta mengumpulkan sebanyak 5.598,2 kilogram limbah elektronik (e-waste). Limbah elektronik itu berhasil dihimpun dan diserahkan untuk dikelola sesuai standar limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen program “Jaga Jayakarta, Jaga Bumi”, sebuah inisiatif yang digagas Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi. Program ini memperluas makna pengamanan wilayah, tidak hanya berfokus pada aspek teritorial, tetapi juga pada keberlanjutan dan kelestarian lingkungan hidup.

Pengumpulan e-waste dilakukan secara terstruktur oleh jajaran Satuan Komando Kewilayahan (Satkowil) dan Satuan Non Kowil di lingkungan Kodam Jaya. Kegiatan ini juga mendapat dukungan aktif dari Persit Kartika Chandra Kirana PD Jaya yang menggerakkan keluarga prajurit serta masyarakat untuk menyalurkan limbah elektronik ke jalur pengelolaan resmi.

Dari seluruh satuan yang terlibat, capaian tertinggi diraih oleh Komando Distrik Militer 0510/Tigaraksa sebanyak 1.225 kilogram kemudian Batalyon Kavaleri 9/Satya Dharma Kala 9 sebanyak 207,5 kilogram.

Secara keseluruhan, lebih dari 5,5 ton limbah elektronik tersebut resmi diserahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta untuk diproses melalui mekanisme pengelolaan limbah B3 sesuai ketentuan yang berlaku.

Mayjen TNI Deddy Suryadi menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa.

"Menjaga wilayah tidak hanya soal batas geografis, tetapi juga menjaga tanah dan airnya tetap aman. Melalui program Jaga Jayakarta, Jaga Bumi, kami ingin memastikan bahwa limbah elektronik tidak menjadi beban bagi generasi mendatang," tegasnya dalam siaran pers yang diterima, Senin (16/2/2026).

Kodam Jaya dan DLH DKI Kumpulkan 5,5 Ton Limbah Elektronik
Kodam Jaya dan DLH DKI Kumpulkan 5,5 Ton Limbah Elektronik Pendam Jaya

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut.

“DLH bekerja bersama Kodam Jaya dalam kegiatan yang sangat luar biasa. Ini pertama kalinya sebuah unit kerja secara terstruktur menggerakkan pengumpulan e-waste dalam skala besar. Alhamdulillah, terkumpul lebih dari 5.200 kilogram. Kami sangat mengapresiasi komitmen ini dan berharap kerja sama ini terus berlanjut, tidak hanya pada e-waste tetapi juga dalam program lingkungan lainnya,” katanya.

Menurut DLH, limbah elektronik mengandung sejumlah zat berbahaya seperti timbal, merkuri, dan kadmium yang berpotensi mencemari tanah serta air, sekaligus berdampak buruk bagi kesehatan manusia. Namun melalui proses pengolahan resmi, komponen elektronik tersebut dapat dipilah dan dimanfaatkan kembali menjadi bahan baku bernilai, seperti aluminium, tembaga, bahkan emas dari papan sirkuit (PCB).

Momentum kolaborasi ini juga ditandai dengan penukaran plakat antara perwakilan Kodam Jaya dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta sebagai simbol penguatan sinergi dalam menjaga lingkungan hidup secara berkelanjutan.

Rekomendasi