Jabodetabek Hari ini Diperkirakan Mayoritas Berawan Tebal hingga Diguyur Hujan

Cuaca di Jakarta dan sekitarnya pada Rabu (7/1/2026) diperkirakan akan didominasi oleh awan tebal dan hujan. Itulah ramalan cuaca untuk hari ini.

Rizqi Tri Novitasari
Oleh Rizqi Tri Novitasari - Reporter
Jabodetabek Hari ini Diperkirakan Mayoritas Berawan Tebal hingga Diguyur Hujan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca hujan ringan yang melanda sebagian besar kota besar di Indonesia pada Sabtu, 3 Januari lalu, masyarakat diimbau tetap waspada. (AntaraNews)

Prakiraan cuaca untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya menunjukkan bahwa pada Selasa (7/1/2026), kondisi cuaca akan berawan hingga hujan dengan intensitas ringan sampai sedang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu akan mengalami hujan ringan pada pagi hari, sedangkan Jakarta Selatan dan Jakarta Timur akan tertutup awan tebal. Siang hari, semua wilayah Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu, diperkirakan akan berawan tebal.

Menjelang malam, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur akan kembali diguyur hujan dengan intensitas ringan. Sementara itu, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu akan tetap diselimuti awan tebal.

Di kawasan penyangga Jakarta, seperti Kota Bogor, Kota Depok, dan Kota Bekasi, diprediksi akan berawan tebal pada pagi hingga siang hari. Namun, pada malam hari, Kota Depok dan Kota Bekasi akan mengalami hujan ringan, sedangkan Kota Bogor diperkirakan akan tetap berawan tebal.

Di wilayah Kota Tangerang, Banten, cuaca diperkirakan akan dimulai dengan hujan ringan pada pagi hari, berlanjut dengan awan tebal pada siang hari, dan kembali hujan ringan pada malam hari. Untuk informasi lebih lengkap mengenai cuaca di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), berikut adalah data yang dirangkum berdasarkan laporan resmi dari BMKG di www.bmkg.co.id:

Kota Pagi Siang Malam
Jakarta Barat Hujan Ringan Berawan Tebal Hujan Ringan
Jakarta Pusat Hujan Ringan Berawan Tebal Hujan Ringan
Jakarta Selatan Berawan Tebal Berawan Tebal Hujan Ringan
Jakarta Timur Berawan Tebal Berawan Tebal Hujan Ringan
Jakarta Utara Hujan Ringan Berawan Tebal Berawan Tebal
Kepulauan Seribu Hujan Ringan Berawan Tebal Berawan Tebal
Bekasi Berawan Tebal Berawan Tebal Berawan Tebal
Depok Berawan Tebal Berawan Tebal Hujan Ringan
Kota Bogor Berawan Tebal Berawan Tebal Berawan Tebal
Tangerang Hujan Ringan Berawan Tebal Hujan Ringan

BNPB Melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca Terbesar Dalam Sejarah dengan Mengerahkan Sembilan Pesawat

Prakiraan Cuaca Hari Ini Rabu 7 Januari 2026: Jabodetabek Mayoritas Berawan Tebal hingga Diguyur Hujan
Awan tebal menjelang hujan lebat disertai angin kencang atau cuaca ekstrem. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo) © 2026 Liputan6.com

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sedang meningkatkan kegiatan modifikasi cuaca (OMC) dan mempercepat normalisasi sungai di beberapa daerah yang terdampak banjir di Sumatra. Saat ini, OMC yang berlangsung melibatkan jumlah pesawat terbanyak sejak program ini pertama kali dilaksanakan di Indonesia.

"Kita masih terus mengoptimalkan operasi modifikasi cuaca, bahkan total 9 pesawat ini termasuk operasi paling besar yang pernah kita lakukan dalam sejarah kita melakukan OMC di Indonesia," ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta Timur, pada Selasa, 30 Desember 2025.

"Tetapi ini ada satu keharusan kita harus memastikan supaya progres berjalan tidak terganggu oleh bencana susulan," tambahnya.

Abdul menegaskan bahwa fokus BNPB saat ini tidak hanya pada potensi hujan ekstrem, tetapi juga pada kondisi infrastruktur pengendali air yang belum sepenuhnya pulih pascabencana. Penanganan saat ini difokuskan pada dua jalur utama, yaitu rekayasa cuaca untuk mengendalikan hujan dan pemulihan fisik sungai serta drainase agar kembali berfungsi dengan optimal.

"Sekali lagi, atensi kita sebenarnya saat ini tidak hanya hujan ekstrem, karena hujan intensitas sedang pun itu bisa membuat banjir, karena daya tampung dari drainase primer saat ini saluran-saluran air itu sangat terbatas," jelas Abdul.

"Upaya ini dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum serta unsur TNI dan Polri," katanya.

Normalisasi Sungai Dipercepat untuk Mencegah Banjir Susulan

Prakiraan Cuaca Hari Ini Rabu 7 Januari 2026: Jabodetabek Mayoritas Berawan Tebal hingga Diguyur Hujan
Awan tebal menjelang hujan lebat disertai angin kencang atau cuaca ekstrem. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo) © 2026 Liputan6.com

Menurut Abdul, BNPB memberikan perhatian khusus terhadap titik-titik rawan seperti jembatan darurat dan aliran sungai yang masih menyimpan banyak material sisa dari bencana. Dia memastikan bahwa operasi ini akan terus dioptimalkan untuk mencegah terjadinya bencana lanjutan.

"OMC masih terus kita lakukan, saat ini Aceh 4 pesawat, Sumatera Utara 2 pesawat, dan Sumatera Barat 3 pesawat," ucap Abdul.

Dia menjelaskan bahwa normalisasi sungai menjadi fokus utama karena banyak alur sungai yang telah berubah dan dipenuhi sedimen serta material dari bencana.

"Pembersihan dan normalisasi sungai terus kita kebut karena ini yang kita khawatirkan. Beberapa kali hujan yang seharusnya pada kondisi normal itu enggak bikin banjir," katanya.

Dia menjelaskan bahwa kondisi sedimen di sungai dan perubahan total pada beberapa alur sungai mengakibatkan daya tampung sungai yang sebelumnya cukup untuk menampung hujan tidak lagi efektif, sehingga menyebabkan meluapnya air. Abdul menegaskan, langkah percepatan normalisasi sungai dan pembersihan saluran air dilakukan sebagai upaya mitigasi untuk mencegah terjadinya banjir susulan.

"Supaya kita sedikit demi sedikit bisa kemudian memaksimalkan lagi, mengoptimalkan lagi daya tampung air di jalur-jalur drainase primer ini," terang dia.

Infografis Prakiraan Cuaca BMKG Saat Natal hingga 26 Desember 2025. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Prakiraan Cuaca BMKG Saat Natal hingga 26 Desember 2025. (Liputan6.com/Abdillah)
Rekomendasi