Cara Membuat Nastar agar Tidak Retak saat Dipanggang dan Hasilnya Bagus

Perhatikan tips untuk membuat nastar yang tidak retak saat dipanggang, mulai dari memilih bahan yang tepat hingga menggunakan teknik oven yang sesuai.

Edelweis Lararenjana
Oleh Edelweis Lararenjana - Reporter
Cara Membuat Nastar agar Tidak Retak saat Dipanggang dan Hasilnya Bagus
ilustrasi kue nastar (google/myhomediaryinturkey)

Nastar, yaitu kue kering kecil dengan isian selai nanas yang memiliki rasa manis dan asam, telah menjadi favorit di berbagai perayaan khusus di Indonesia, seperti Idul Fitri dan Natal. Kue ini selalu ditunggu-tunggu kehadirannya berkat rasa yang nikmat dan tekstur yang lembut.

Namun, di balik kenikmatannya, proses pembuatan nastar sering kali dihadapkan pada berbagai tantangan yang bisa membuat pembuat kue merasa frustrasi. Salah satu masalah yang umum terjadi adalah adonan yang mudah retak, mengembang saat dipanggang, atau bahkan hancur setelah matang.

Tentu saja, kondisi ini dapat mengurangi daya tarik visual dan terkadang mempengaruhi tekstur akhir nastar yang seharusnya lembut dan lumer di mulut.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, sangat penting untuk memberikan perhatian khusus pada setiap langkah dalam proses pembuatan. Artikel ini akan membahas secara mendalam berbagai trik untuk membuat nastar agar tidak mudah hancur, anti retak, dan tampil kinclong sempurna.

Dengan mengacu pada pengalaman para ahli serta tips yang telah teruji, panduan ini bertujuan untuk membantu Anda menciptakan nastar yang cantik, lembut, dan tahan lama, siap memukau setiap penikmatnya.

Trik Membuat Nastar Anti Retak saat Dipanggang, Hasilnya Mulus dan Rapi
Ilustrasi kue nastar. (Instagram.com/faraleyama) © 2025 Liputan6.com

Untuk menghasilkan nastar yang halus dan bebas dari retakan, langkah pertama yang harus diperhatikan adalah memilih bahan baku yang berkualitas dan tepat. Kualitas bahan yang digunakan akan sangat berpengaruh pada konsistensi adonan serta hasil akhir dari kue yang dibuat.

1. Pilih tepung terigu dengan kadar protein rendah agar adonan lebih lentur

Gunakan tepung terigu dengan kadar protein rendah atau tepung khusus untuk kue saat membuat nastar. Tepung dengan kadar protein tinggi cenderung membuat adonan menjadi keras dan kaku setelah dipanggang, sehingga berisiko untuk retak. Selain itu, menyaring tepung sebelum digunakan juga merupakan langkah penting untuk menghindari gumpalan yang dapat merusak tekstur adonan.

2. Gunakan mentega berkualitas dengan komposisi seimbang

Mentega yang berkualitas tinggi sangat berpengaruh dalam menciptakan tekstur nastar yang lembut dan rasa yang lezat. Disarankan untuk mengombinasikan mentega dan margarin dengan proporsi yang tepat, misalnya 80% mentega dan 20% margarin, agar adonan tidak terlalu kering. Pastikan juga mentega dalam keadaan dingin sebelum digunakan untuk menjaga struktur adonan dan mencegah nastar menjadi melebar atau retak saat dipanggang.

3. Tambahkan kuning telur untuk kelembutan nastar yang lebih baik

Kuning telur berperan penting dalam memberikan kelembutan dan warna yang menarik pada nastar. Jika Anda sering mendapati nastar retak, cobalah untuk menambahkan lebih banyak kuning telur dibandingkan putih telur. Jangan lupa untuk menambahkan gula halus sesuai takaran dan sedikit tepung maizena untuk mendapatkan tekstur nastar yang lembut, rapuh, tetapi tetap kokoh dan tidak mudah pecah.

4. Pilih selai nanas yang kental dan tidak berair

Selai nanas yang terlalu encer dapat menyebabkan nastar retak saat dipanggang karena tekanan uap dari dalam kue. Pastikan selai dimasak hingga airnya benar-benar menyusut, sehingga teksturnya kental dan warnanya berubah menjadi kuning tua. Sebelum digunakan, dinginkan selai terlebih dahulu agar tidak mempengaruhi kestabilan adonan nastar.

Trik Membuat Nastar Anti Retak saat Dipanggang, Hasilnya Mulus dan Rapi
Ilustrasi kue nastar. (Instagram.com/faraleyama) © 2025 Liputan6.com

Setelah semua bahan berkualitas siap, teknik pengadukan serta pembentukan adonan menjadi sangat penting untuk menciptakan nastar yang anti retak saat dipanggang. Jika terjadi kesalahan pada tahap ini, nastar bisa dengan mudah pecah atau melebar saat proses pemanggangan.

1. Perhatikan perbandingan bahan agar adonan seimbang

Pastikan takaran mentega, tepung, dan bahan lainnya sesuai dengan resep yang telah ditentukan. Perbandingan yang umum digunakan adalah 3:2:1 untuk tepung terigu, mentega, dan gula. Ketidakseimbangan dalam takaran dapat mempengaruhi tekstur nastar; misalnya, jika mentega terlalu banyak, adonan menjadi lembek dan mudah retak. Sebaliknya, jika lemak atau cairan kurang, adonan akan kering dan sulit mengembang.

2. Aduk adonan secukupnya dan hindari overmix

Menguleni adonan terlalu lama dapat menyebabkan pembentukan gluten yang berlebihan sehingga nastar menjadi keras dan rentan retak saat dipanggang. Sebaiknya, aduk adonan hanya sampai semua bahan tercampur rata dan bisa dipulung. Gunakan spatula anti-lengket atau aduk dengan ujung jari agar mentega tidak cepat mencair akibat panas dari tangan.

3. Jaga konsistensi adonan dan proses pembentukan

Pastikan adonan memiliki konsistensi yang tepat, tidak terlalu kering maupun terlalu lembek. Jika adonan terlalu kering, tambahkan sedikit mentega atau kuning telur. Di sisi lain, jika adonan terlalu lembek, dinginkan terlebih dahulu agar lebih set. Dinginkan adonan dalam kulkas selama 15-30 menit sebelum dibentuk. Ambil adonan secukupnya, pipihkan, isi dengan selai nanas, dan bulatkan dengan rapi agar nastar tidak mudah retak saat dipanggang.

Trik Membuat Nastar Anti Retak saat Dipanggang, Hasilnya Mulus dan Rapi
Ilustrasi kue nastar. (Instagram.com/faraleyama) © 2025 Liputan6.com

Proses pemanggangan merupakan tahap akhir yang sangat penting dalam menciptakan nastar yang tidak retak saat dipanggang. Pengaturan suhu dan teknik pemanggangan yang tepat akan menghasilkan nastar yang matang secara merata, halus, dan mengkilap.

1. Atur suhu oven dengan stabil dan bertahap

Proses pemanggangan adalah langkah yang sangat krusial dalam membuat nastar yang tidak retak. Disarankan untuk menggunakan suhu oven yang rendah hingga sedang, yaitu sekitar 140 hingga 170 derajat Celsius, dengan suhu aman berkisar antara 150 hingga 160 derajat Celsius. Pastikan oven telah dipanaskan setidaknya selama 15 menit sebelum digunakan agar suhunya stabil.

Menghindari lonjakan suhu yang mendadak dengan memanggang secara perlahan sangat penting, karena suhu yang terlalu tinggi atau tidak stabil sering menjadi penyebab utama permukaan nastar retak. Jika memungkinkan, gunakan termometer oven untuk memastikan suhu tetap akurat selama proses memanggang.

2. Terapkan teknik pengolesan kuning telur yang tepat

Pengolesan kuning telur sebaiknya tidak dilakukan di awal pemanggangan. Panggang nastar terlebih dahulu hingga setengah matang, sekitar 10 hingga 15 menit, sampai permukaannya mengeras. Setelah itu, keluarkan nastar dan olesi dengan campuran kuning telur secara tipis dan merata menggunakan kuas lembut.

Untuk hasil yang lebih mengilap, kuning telur dapat dicampur sedikit minyak goreng, susu cair, atau madu. Olesan ini bisa diulang dua hingga tiga kali, kemudian panggang kembali hingga nastar matang sempurna dan berwarna keemasan tanpa retak.

3. Jaga kestabilan oven dan proses pendinginan nastar

Selama proses pemanggangan, hindari membuka pintu oven terlalu sering agar suhu di dalam tetap stabil. Gunakan api kecil dan durasi panggang yang lebih lama agar nastar matang merata hingga ke bagian dalam tanpa menyisakan kelembapan yang berlebihan.

Setelah matang, biarkan nastar dingin secara alami di atas loyang atau rak kawat hingga benar-benar mencapai suhu ruang sebelum disimpan. Proses pendinginan yang tepat membantu menguapkan sisa uap air, mencegah kelembapan di dalam toples, serta menjaga nastar tetap lembut, renyah, dan tahan lama tanpa retak maupun berjamur.

1. Mengapa nastar sering retak saat dipanggang?

Nastar sering mengalami retak saat dipanggang karena beberapa alasan. Beberapa faktor yang berkontribusi adalah adonan yang terlalu kering atau lembek, suhu oven yang terlalu tinggi atau tidak stabil, serta selai nanas yang terlalu basah. Selain itu, menguleni adonan terlalu lama juga dapat menyebabkan masalah ini, dan pengolesan kuning telur yang tidak tepat juga berpengaruh.

2. Apa jenis tepung yang ideal untuk membuat nastar anti retak?

Untuk menghasilkan nastar yang tidak retak, jenis tepung yang paling ideal adalah tepung terigu dengan protein rendah atau tepung khusus kue. Tepung yang memiliki kadar protein tinggi dapat membuat adonan menjadi kaku, sehingga lebih mudah mengalami retak ketika dipanggang.

3. Bagaimana teknik pengolesan kuning telur agar nastar kinclong dan tidak retak?

Teknik pengolesan kuning telur yang tepat sangat penting untuk mendapatkan nastar yang kinclong dan tidak retak. Sebaiknya, oleskan kuning telur setelah nastar dipanggang setengah matang, yaitu sekitar 10-15 menit. Lakukan pengolesan ini dua hingga tiga kali secara tipis menggunakan kuas lembut untuk mencapai hasil yang mulus dan mengkilap.

Rekomendasi