Apes, Pria di China Ketahuan Selingkuh Gara-Gara Alat Kontrasepsi Rp36.000 Gagal Bayar

Mengapa apotek dianggap melanggar privasi dan merusak hubungan pria tersebut? Berikut adalah urutan peristiwanya.

Indra Cahya Vanleon
Oleh Indra Cahya Vanleon - Reporter
Apes, Pria di China Ketahuan Selingkuh Gara-Gara Alat Kontrasepsi Rp36.000 Gagal Bayar
Ilustrasi Cincin pernikahan/https://www.shutterstock.com/Kseniya Maruk (© 2025 Liputan6.com)

Apes, pria di China ketahuan punya selingkuhan gara-gara alat kontrasepsi seharga 15,8 yuan atau setara dengan Rp36.000. Pria yang identitasnya dirahasiakan itu membeli alat terebut di sebuah apotek.

Terbongkarnya peselingkuhan si pria ketika apotek tersebut menghubungi sang istri terkait pembayaran obat kontrasepsi yang tidak berhasil.

Pria yang identitasnya dirahasiakan itu sempat mengunjungi cabang Pinggang Dashenlin Pharmacy di Yangjiang, Provinsi Guangdong. Ia membeli pil kontrasepsi seharga 15,8 yuan (setara dengan Rp36.000) melalui aplikasi ponsel, tetapi transaksi tersebut gagal karena masalah sistem, seperti dilaporkan oleh Oddity Central pada Sabtu (30/8/2025).

Setelah pria itu meninggalkan toko, staf apotek baru menyadari masalah tersebut. Mereka kemudian mengirim pesan ke nomor telepon yang terdaftar pada kartu keanggotaan, yang ternyata milik istrinya.

Ketika ditanya mengenai transaksi tersebut, pegawai apotek menjelaskan bahwa pembelian itu adalah untuk pil kontrasepsi. Hal ini mengakibatkan perselingkuhan sang suami terungkap, dan ia menyalahkan apotek karena dianggap telah merusak pernikahan dan rumah tangga selingkuhannya.

"Sekarang istri saya tahu segalanya, dan dua keluarga berada di ambang kehancuran. Saya ingin tahu, apakah apotek Anda menanggung tanggung jawab?" ujarnya di akun Weibo.

Pria di China Gugat Sebuah Apotek Usai Perselingkuhannya Terungkap
Ilustrasi Cincin pernikahan/https://www.shutterstock.com/Kseniya Maruk © 2025 Liputan6.com

Pria tersebut juga membagikan bukti berupa struk belanja, tangkapan layar percakapan antara istrinya dan pegawai toko, serta laporan polisi yang diterbitkan pada 12 Agustus oleh Kantor Polisi Pinggang. Ia mengklaim sedang mempersiapkan gugatan terkait dugaan pelanggaran privasi. Namun, menurut para ahli hukum, kemungkinan untuk menang dalam kasus ini sangatlah kecil.

"Perselingkuhan pria itu adalah faktor utama yang menyebabkan kehancuran rumah tangganya, sehingga ia harus bertanggung jawab atas tindakannya," kata Fu Jian, direktur Henan Zejin Law Firm, kepada Elephant News.

Fu juga menambahkan bahwa jika gugatan tersebut diajukan, pria itu perlu membuktikan adanya hubungan langsung antara kebocoran informasi dan keruntuhan rumah tangganya. Ia berpendapat bahwa tindakan staf apotek seharusnya dianggap sah, karena mereka tidak memiliki niat untuk membocorkan data pribadi.

Menarik untuk dicatat bahwa kasus serupa pernah terjadi pada tahun 2018 di Amerika Serikat, di mana seorang pria di Long Island menggugat apotek CVS karena dituduh membocorkan resep obat disfungsi ereksi kepada istrinya, yang dianggap telah merusak pernikahan mereka.

Rekomendasi