Tuai Pujian dari Netizen Brasil, Ini Sosok Pahlawan di Balik Evakuasi Juliana Marins di Gunung Rinjani

Agam Rinjani seorang pemandu gunung menjadi pahlawan dalam evakuasi Juliana Marins di Gunung Rinjani.

Muhammad Farih Fanani
Oleh Muhammad Farih Fanani - Reporter
Tuai Pujian dari Netizen Brasil, Ini Sosok Pahlawan di Balik Evakuasi Juliana Marins di Gunung Rinjani
Tuai Pujian dari Netizen Brasil, Ini Sosok Pahlawan di Balik Evakuasi Juliana Marins di Gunung Rinjani (Merdeka.com)

Evakuasi jenazah Juliana Marins, wisatawan asal Brasil yang meninggal dunia usai terjatuh ke jurang di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat, menarik perhatian publik. Proses evakuasi yang berlangsung selama beberapa hari itu menyoroti peran penting tim SAR gabungan.

Salah satunya adalah seorang pemandu gunung lokal bernama Agam. Agam menjadi sosok penting dalam proses evakuasi Juliana Marins. Aksinya yang berani menuai pujian dari berbagai pihak, terutama dari netizen Brasil.

Ia dinilai berjasa besar dalam upaya membawa jenazah Juliana dari jurang sedalam 600 meter. Lantas, siapa sebenarnya Agam? Bagaimana proses evakuasi berlangsung hingga menempatkan Agam sebagai pahlawan di mata banyak orang? Berikut ulasan selengkapnya.

Pahlawan dalam Evakuasi Juliana

Agam adalah seorang pemandu gunung yang juga dikenal sebagai ahli penyelamatan di Gunung Rinjani. Ia memiliki keahlian khusus dalam evakuasi vertikal (vertical evacuation) dan penyelamatan di gua (cave rescue).

Dalam evakuasi Juliana Marins, Agam berperan aktif melakukan evakuasi vertikal yang berbahaya. Ia menuruni tebing curam sedalam 600 meter menggunakan tali untuk mencapai jenazah Juliana.

Banyak netizen Brasil menjulukinya sebagai pahlawan atas keberanian dan dedikasinya. Agam dinilai telah mempertaruhkan nyawanya untuk membantu mengevakuasi jenazah Juliana dari tempat yang sulit dijangkau.

Proses Evakuasi

agam rinjani
agam rinjani agam_rinjani

Evakuasi jenazah Juliana Marins melibatkan tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, dan Polri. Proses evakuasi menghadapi sejumlah tantangan, termasuk cuaca buruk, medan yang terjal, dan jarak pandang yang terbatas. Tim SAR harus bekerja ekstra keras untuk mencapai lokasi jatuhnya korban.

Meskipun tim SAR berhasil menemukan jenazah Juliana pada hari Selasa, evakuasi baru dapat diselesaikan sepenuhnya pada hari Rabu. Evakuasi dilakukan secara manual dengan menggunakan tali dan teknik evakuasi vertikal. Agam menjadi salah satu personel kunci yang melakukan evakuasi vertikal tersebut.

Setelah berhasil dievakuasi dari jurang, jenazah Juliana dibawa ke posko SAR di Sembalun. Kemudian, jenazah diterbangkan ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk penanganan lebih lanjut sebelum dipulangkan ke Brasil.

Reaksi dan Tindak Lanjut

Kejadian tragis ini memicu sorotan dari berbagai pihak. Komisi V DPR RI berencana memanggil Basarnas untuk menanyakan detail proses evakuasi. Beberapa pertanyaan yang akan diajukan meliputi kendala yang dihadapi, keterbatasan sumber daya, dan pengaruh anggaran terhadap proses evakuasi.

Keluarga Juliana Marins telah menerima penjelasan rinci dari pihak berwenang dan menyampaikan terima kasih atas upaya penyelamatan yang telah dilakukan. Pemerintah Brasil juga menyampaikan belasungkawa dan apresiasi atas upaya evakuasi yang dilakukan oleh pihak Indonesia.

Evakuasi Juliana Marins menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya keselamatan pendaki dan kesiapsiagaan tim SAR dalam menghadapi situasi darurat di gunung. Kisah Agam, sang pahlawan dari Rinjani, akan terus dikenang sebagai contoh dedikasi dan keberanian.

Rekomendasi