Arab Saudi menerapkan aturan ketat terkait syariat Islam di beberapa kota termasuk Mekkah. Namun hal tersebut belakangan tidak berlaku di Jeddah sebagai kota pariwisata di sana.
Seorang konten kreator asal Indonesia, Alman Mulyana memperlihatkan penampakan Kota Jeddah di malam hari yang sangat berbeda dengan yang terjadi di Mekkah.
Banyak masyarakat Jeddah yang tidak menerapkan syariat Islam terutama dalam hal berpakaian.
Selain itu, di Jedah juga banyak dijumpai restoran dan bangunan mewah untuk melayani para wisatawan yang datang ke Arab Saudi.
Lantas seperti apa penampakan Jeddah di malam hari? Melansir dari TikTok @almanmulyana15, Selasa (27/5) simak informasi berikut ini.
Advertisement
Penampakan Jeddah Malam Hari
Sebagai kota terbesar kedua di Arab Saudi, tak heran jika Jeddah memiliki tata kota dan komunitas masyarakat yang berbeda dengan di kota suci Mekkah.
Masyarakat di Jeddah lebih heterogen sehingga lebih longgar aturannya daripada daerah di sekitar Mekkah.
Seperti dalam video tersebut, banyak masyarakat yang tidak terikat syariat Islam seperti cara berpakaian hingga gaya hidup mereka.
Salah satu yang paling jelas adalah banyak wanita yang bepergian tanpa memakai kerudung. Hal yang sangat sulit dijumpai saat berada di Mekkah.
"Jadi, kalau di Jeddah, orang masih bebas bisa gak pakai kerudung. Jadi, seperti ini perbedaannya," kata Alman.
Jeddah juga dihuni banyak orang non muslim sehingga bukan hal yang mengherankan pemandangan tersebut biasa dijumpai di kota ini.
"Masih banyak orang yang apa, terutama orang yang non-muslim. Nah, seperti ini. Jadi, disini banyak orang non-muslim," sambungnya.
Advertisement
Perbedaan Mencolok dengan Mekkah
Alman membandingkan pemandangan malam Kota Jeddah dengan Mekkah. Menurutnya di Mekkah saat siang atau malam, syariat Islam terus berlaku.
Sebagai contoh, di Mekkah tempat khusus pria dan wanita akan selalu berbeda. Termasuk peraturan memakai kerudung dan lainnya.
"Tapi, kalau di Mekah itu gak ada. Jadi, kehidupan malam di luar itu kalau cowok-cowok semua. Kalau disini ada perempuan yang gak pakai kerudung dan lain sebagainya," kata Alman.
Di Mekkah, seorang pria juga tidak ada yang memakai celana pendek karena aturan yang berlaku. Namun di Jeddah, banyak dijumpai pria dengan celana pendek.
Hal tersebut tentu menjadi hal baru karena dahulu penampakan tersebut tidak pernah ada di Arab Saudi.
"Jadi, perbedaannya memang mencolok. Dan disini banyak laki-laki yang pakai celana pendek. Kalau zaman dulu kan jarang kalau gak pakai kerudung. Dulu tuh, wah, gak ada," tambahnya.
Menurut Arman, Jeddah memang sangat cocok dibuat santai atau 'nongkrong' karena udara yang tidak terlalu panas dan lingkungan yang mendukung.
"Jadi, tempat ini cocok, guys, buat santai kayak gini, ya. Karena udaranya disini gak terlalu panas. Karena dekat laut, sana lembab," pungkasnya.
@almanmulyana15 PERBEDAAN KEHIDUPAN DI MAKKAH SAMA DI JEDDAH #fyp #makkah🕋 #haji2025 #umroh2025 ♬ suara asli - alman
Advertisement
Sekilas tentang Jeddah
Jeddah atau Jiddah merupakan salah satu kota terbesar kedua di Arab Saudi setelah Riyadh, dan nomor satu di Provinsi Makkah.
Kota ini berada di tepi pantai Laut Merah dan sejak lama digunakan sebagai pusat perdagangan, pelayaran, kebudayaan, dan pariwisata di Arab Saudi.
Jeddah menjadi pintu masuk bagi para jamaah umrah dan haji sebelum pergi ke Mekkah sebagai pusat utama agama Islam.
Kota ini juga menjadi pusat pariwisata lewat perpaduan unik antara sejarah, budaya, dan modernitas, menjadikannya destinasi menarik bagi wisatawan.
Kota Jeddah memiliki banyak pusat perbelanjaan modern, restoran, hotel berbintang, yang akan memberikan pengalaman prestisius bagi para wisatawan.
Selain itu, Jeddah juga beberapa kali menggelar festival musik hingga ajang kompetisi olahraga seperti Formula 1, Formula E, WWE, dan pertandingan sepak bola kelas dunia.