Es batu merupakan salah satu bahan baku minuman dingin yang mudah dibuat. Hanya dengan air matang dan cetakan kemudian dimasukan ke dalam freezer kulkas, kita bisa membuat sendiri es batu.
Namun tak banyak yang tahu darimana dan sejak kapan es batu mulai marak beredar di Indonesia.
Nyatanya es batu dahulu pernah menjadi barang mewah di Indonesia dan tidak semua orang bisa menikmatinya. Bahkan tidak semua orang Belanda bisa membelinya.
Berbeda dengan bentuk es batu modern, es batu zaman dulu berukuran besar dan diangkut dengan kapal dari luar negeri.
Lantas seperti apa sejarah lengkap es batu kala pertama kali masuk ke Jakarta? Melansir dari akun TikTok @miesedap600, Jumat (16/5) berikut informasinya.
Advertisement
Sejarah Es Batu Masuk ke Indonesia
Es batu merupakan bahan baku minuman dingin yang sangat digemari oleh para petinggi Belanda di Batavia (Jakarta). Namun karena keterbatasan sumber daya, es batu harus didatangkan dari luar negeri untuk bisa dinikmati.
Es batu masuk ke Indonesia pada 18 November 1846 dan dibawa oleh kapal besar dari Boston, Amerika Serikat yang dipesan oleh Roselie En Co.
Kedatangan es batu pada saat itu menghebohkan masyarakat Indonesia. Bahkan satu hari sebelum kedatangannya, surat kabar Javasche Courant telah memberitakannya.
Pada masa itu teknologi belum semaju saat ini. Guna mengantisipasi es mencari, pihak distributor memakai media seperti garam dan ammonia untuk membantu menjaga temperaturnya.
Advertisement
Barang Mewah Milik Kaum Elite
Menurut sejarahnya, es batu hanya bisa dinikmati oleh kaum elit Belanda yang berada di kawasan Batavia.
Es batu digambarkan oleh simbol kemewahan dan hanya orang tertentu saja yang biasa menikmatinya. Bahkan, orang-orang Belanda biasa tidak bisa menikmati minuman yang dicampur dengan es batu saat itu.
Bagi kaum pribumi, es batu menjadi barang yang aneh. Mereka menyebut es batu dengan sebutan "Kristal ajaib" yang membuat air menjadi dingin jika dipegang membuat tangan beku.
Minuman dengan es batu sering disuguhkan sebagai suguhan untuk orang-orang kaya di acara tertentu.
Selain karena cita rasa, harga es batu pada masa itu juga terbilang mahal. Untuk 500 gram es batu dijual dengan harga sekitar 10 sen gulden, atau setara dengan Rp87.000.
Advertisement
Pabrik Es Batu Pertama di Indonesia
Pada tahun 1870, Indonesia tidak lagi mengimpor es batu dari Amerika Serikat setelah pabrik es batu pertama dibangun di Batavia.
Pabrik es batu itu dikenal dengan Petojo Ijs di perempatan pinggir Ciliwung. Pabrik ini dikenal sebagai pabrik es di Betawi bahkan pertama di Indonesia.
Petojo Ijs berkembang pesat hingga membuka cabang di Bandung, Bogor, Jogja, Solo, Semarang, Surabaya hingga keluar Jawa.
Seorang tionghoa pemilik usaha kayu dan kapur bernama Kwa Wan Hong juga mendirikan pabrik es batu pada tahun 1885. Pabrik es batu balok itu bernama N.V. Ijs Fabriek Hoo Hien dan didirikan pertama kalinya di kota Semarang.
Karena kesuksesannya, Kwa Wan Hong dijuluki "Raja Es" oleh banyak orang. Puncak bisnisnya terjadi pada tahun 1910 saat ia mendirikan pabrik limun dan tiga cabang pabrik es lainnya di kota Semarang, Tegal dan Pekalongan.
Kwa Wan Hong pindah ke Batavia untuk membangun pabrik es di Jatinegara juga beberapa tempat lainnya. Hingga sekarang banyak di beberapa daerah bekas pabrik es menjadi nama sebutan daerahnya.
Seiring berjalannya waktu dan pesatnya teknologi, es batu bisa dinikmati oleh semua orang dan dapat dibuat sendiri.
@miesedap600 sejarah tentang es batu di indonesia di zaman kolonial belanda#sejarahindonesia#es#psicologia ♬ Mozart Minuet with violin(815356) - 松本一策