Sayap militer Gerakan Perlawanan Palestina Hamas, Brigade Al-Qassam, menggelar operasi ‘gerbang neraka’ terhadap musuhnya. Mereka melakukan penyergapan kepada pasukan pendudukan Israel di Kota Rafah, Jalur Gaza Selatan.
Momen itu terekam jelas dalam sebuah video yang viral di media sosial X di akun @warfareanalysis. Momen tersebut terjadi pada Kamis 8 Mei, dan merupakan rangkaian bentrokan yang telah dimulai pada 3 Mei 2025.
Brigade Al-Qassam meledakkan alat peledak dan membuat sejumlah tentara pendudukan Israel menjadi korban. Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut.
Advertisement
Operasi ‘Gerbang Neraka’ di Rafah
Mengutip dari palestinechronicle.com, dalam rekaman video, seorang komandan lapangan Al-Qassam mengatakan ia membiarkan ‘gerbang neraka’ dibuka selebar-lebarnya.
“Biarkan gerbang neraka dibuka lebar-lebar,” katanya.
Komandan Al-Qassam juga telah mencatat serta mempelajari perilaku pendudukan di daerah poros Mouraq sehingga dapat mengidentifikasi zona pembunuhan.
"(Kami telah) mempelajari perilaku pendudukan di daerah poros Mouraq dan karenanya mengidentifikasi zona pembunuhan,” lanjutnya.
Al-Qassam menyatakan jika penyergapan kompleks tersebut terjadi di sekitar Masjid Al-Zahraa di lingkungan Al-Junaynah, sebelah timur Rafah.
Operasi tersebut dimulai dengan menargetkan lantai dasar sebuah rumah tempat sekelompok tentara musuh membentengi diri dengan antitank. Kemudian Al-Qassam melakukan pertempuran jarak dekat terhadap mereka dengan menggunakan senjata yang sesuai.
“Brigade Al-Qassam: Menargetkan tentara musuh Zionis di lingkungan Al-Tanour di timur kota Rafah, selatan Jalur Gaza. pada 08 Mei 2025,” tulis keterangan video di akun @warfareanalysis.
Selanjutnya, Al-Qassam mundur ke pintu masuk terowongan untuk memancing zionist ke sebuah tempat yang disebut sebagai ‘zona pembantaian’.
Di sana, pasukan telah menyiapkan alat peledak. Setelah musuh terpancing, alat-alat tersebut langsung diledakkan.
Advertisement
Jatuhnya Korban dari Tentara Israel
Setelah ledakan terjadi, korban berjatuhan. Para anggota pasukan kemudian berteriak Allahu Akbar (Allah Maha Besar) sekaligus menandakan berhasilnya mereka dalam mengantarkan musuh ke ‘gerbang neraka’.
Para pasukan Israel kesulitan mengevakuasi korban tewas dan terluka dari lokasi tersebut. Hal itu karena pertempuran terjadi sangat intens.
Al-Qassam dalam video tersebut mengindikasikan kematian perwira Noam Rafid dan prajurit Yehieli Sarour dari unit Yahalom dari Korps Teknik Tempur. Selain itu, di rekaman tersebut, AL-Qassam juga menargetkan tank serta buldoser militer selama penyergapan dengan peluru anti-tank AL-Yassin 105.
Dalam pernyataan penutupnya, komandan Al-Qassam menyampaikan pesan. Ia mengatakan jika tetap akan berada di tanahnya, membela rakyat, agama, dan tanah airnya.
“Kami tetap berada di tanah kami, membela rakyat kami, agama kami, dan tanah air kami tercinta,” tegasnya.
Menurut keterangan, sejak 18 Maret, tentara Israel mengakui ada sedikitnya enam tentara yang terbunuh. Hal itu menjadi dampak atas meningkatnya operasi perlawanan Palestina yang semakin meningkat baru-baru ini.
Di keterangan lain, aljazeera.com menuliskan serangan udara Israel telah menewaskan sedikitnya 16 warga Palestina di seluruh Jalur Gaza, setelah periode mematikan selama 24 jam di mana lebih dari 100 orang kehilangan nyawa, menurut pejabat medis.