Penyebaran agama Islam di Negeri Gajah Putih Thailand ternyata tak lepas dari peran keturunan pendiri organisasi masyarakat (ormas) Muhammadiyah, yakni KH Ahmad Dahlan.
Dilansir dari laman suaraaisyiyah, diketahui jika Jumhan alias Irfan Dahlan salah satu putra dari Ahmad Dahlan yang sudah tinggal di Thailand sejak tahun 1933. Awalnya, Irfan berangkat ke Pakistan pada tahun 1924 untuk menuntut ilmu.
Namun karena situasi politik yang tak memungkinkan, dia tidak bisa kembali ke Indonesia. Sejak saat itulah Irfan dan temannya memutuskan tinggal di sebuah masjid Jawa dan bertekad mengimplementasikan apa yang sudah dia pelajari kepada masyarakat sekitar.
Advertisement
Setelah menetap, Irfan kemudian dinikahkan dengan anak dari kiai yang mengurus masjid tempat dirinya tinggal. Dari pernikahannya dengan wanita bernama Zahrah, lahirlah 10 orang anak yang otomatis menjadi cucu dari KH Ahmad Dahlan.
Irfan aktif melakukan dakwah sejak tahun 1930-an. Kala itu, mayoritas masyarakat di Thailand memeluk agama Buddha, sehingga Islam masih belum terlalu dikenal di sana. Irfan juga turut membantu dokter sekaligus melakukan dakwah dan mengajarkan tentang Islam.
Kepribadian Irfan disebut sangat luar biasa. Walaupun pandai dan menguasai sembilan bahasa, ia selalu rendah hati. Dia bahkan merahasiakan asal-usulnya sebagai putra keempat dari pendiri Muhammadiyah selama tinggal di Thailand termasuk dari istri dan anaknya.
Pihak keluarga Irfan baru mengetahui hal itu ketika dua anak Irfan (Ma’rifah atau Rambe dan Aminah atau Mine) bekerja di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangkok. Dari semua anak Irfan, hanya dua orang inilah yang memahami bahasa Indonesia.
Pihak yang menceritakan bahwa mereka adalah keturunan Kiai Ahmad Dahlan justru para duta besar. Saat ini, keturunan Irfan Dahlan yang laki-laki memiliki nama belakang Dahlan. Kini, banyak keturunan Kiai Ahmad Dahlan yang tinggal di Thailand.
Advertisement
Di Thailand, Irfan mempraktikkan apa yang dilakukan oleh Kiai Ahmad Dahlan dalam hal ibadah, mendirikan lembaga sosial seperti panti asuhan, dan lain-lain. Prinsip-prinsip keagamaan ini juga diberikan kepada anak-anak Irfan.
Berbagai hal yang dilakukan oleh Kiai Ahmad Dahlan di Indonesia diadopsi oleh keluarga Irfan di Thailand, terutama dalam menyelenggarakan panti asuhan dan pendidikan. Cucu Irfan yang bernama Athorn mempunyai lembaga pendidikan seperti pesantren yang dijalankan dengan pemahaman Muhammadiyah.
Salah satu anak Irfan Dahlan, yaitu Winai Dahlan menjadi orang yang cukup terkenal di negara berjuluk Negeri Gajah Putih itu. Winai diketahui merupakan Direktur Halal Science Center, Chulalongkorn University, Bangkok.
Winai disebut bersahabat baik dengan raja Thailand, yaitu Raja Maha Vajiralongkorn. Sebelumnya, Winai Dahlan telah menjadi orang kepercayaan Raja Bhumibol Adulyadej (ayah dari Raja Maha Vajiralongkorn).
Sebagai informasi, Muhammadiyah adalah salah satu organisasi Islam terbesar yang berkembang di Indonesia. Organisasi ini didirikan pada 18 November 1912 oleh KH Ahmad Dahlan di Kauman, Yogyakarta.
Setahun sebelumnya pada 1911, KH Ahmad Dahlan telah mendirikan sekolah Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah. Sekolah tersebut berfokus pada pembelajaran ilmu hitung, ilmu bumi, ilmu hayat, dan sebagainya.
Organisasi Muhammadiyah yang didirikannya merupakan organisasi yang berfokus pada bidang kemasyarakatan dan pendidikan. Untuk mewujudkannya, KH Ahmad Dahlan mendirikan lembaga pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.
Dia juga mengadakan rapat dan tabligh, mendirikan badan wakaf dan masjid, serta menerbitkan buku, brosur, hingga majalah.