Di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan 1446 H, umat Muslim berlomba-lomba mencari malam Lailatul Qadar. Malam ini diyakini memiliki keutamaan yang lebih besar dari seribu bulan, sehingga sangat dinantikan untuk bermunajat kepada Allah SWT. Oleh karena itu, banyak dari mereka yang meningkatkan kualitas ibadah, termasuk melaksanakan sunnah-sunnah.
Banyak yang bertanya-tanya mengenai kapan malam Lailatul Qadar akan tiba pada tahun 2025. Beberapa sumber memperkirakan bahwa malam yang lebih baik dari seribu bulan tersebut jatuh pada malam ke-27 Ramadan, yaitu pada Kamis malam, 27 Maret 2025. Namun, tanggal tersebut belum dapat dipastikan karena ditentukan berdasarkan pengamatan hilal dan penetapan malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.
Banyak ulama menegaskan bahwa waktu malam Lailatul Qadar dirahasiakan agar umat Islam lebih giat dalam beribadah. Jadi, kapan tepatnya malam Lailatul Qadar pada Ramadan 2025 ini? Untuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasan berikut yang dirangkum Kapanlagi.com pada Rabu (26/3/2025).
Advertisement
Prediksi Tanggal Lailatul Qadar 2025
Prediksi yang paling kuat menunjukkan bahwa Lailatul Qadar pada tahun 2025 akan terjadi pada malam ke-27 Ramadan, yaitu pada malam Kamis, 27 Maret 2025. Namun, penetapan yang pasti tetap bergantung pada hasil rukyatul hilal dan penentuan awal bulan Ramadan. Selain malam ke-27, peluang terjadinya Lailatul Qadar juga ada pada malam-malam ganjil lainnya, seperti malam ke-21, 23, 25, dan 29, yang semuanya termasuk dalam sepuluh malam terakhir yang penuh berkah.
Keistimewaan malam Lailatul Qadar dijelaskan secara rinci dalam surat al-Qadr. Dalam surat tersebut, malam ini (lailah al-qadr) adalah waktu ketika para malaikat turun untuk mengurus berbagai urusan. Tanda dari kondisi tersebut adalah datangnya kedamaian atau kesejahteraan yang berlanjut hingga fajar menyingsing.
Dalam perhitungan Syekh Abdul Halim Mahmud, malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan (alfu syahrin) atau setara dengan 83 tahun 4 bulan yang merupakan umur standar manusia (dzalika ‘âdah ‘umril insân).
والألف شهر هي ثلاث وثمانون سنة وأربعة أشهر, وذلك عادة عمر الإنسان, فهي خير من عمر الإنسان, من عمر كل إنسان: من عمر كل إنسان في الماضي وفي المستقبل, أي أنها خير من الدهر
Artinya, seribu bulan itu setara dengan delapan puluh tiga tahun dan empat bulan, yang merupakan standar umum umur manusia. Lailatul Qadar (alfu syahrin) lebih baik daripada umur manusia, baik yang hidup di masa lalu maupun di masa mendatang. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Lailatul Qadar lebih baik dari segi waktu dibandingkan dengan umur manusia (Syekh Abdul Halim Mahmud, Syahr Ramadhn, halaman 21), seperti yang dikutip oleh NU Online.
Advertisement
Bagaimana Sejarah Awal Malam Lailatul Qadar?
Lailatul Qadar memiliki peranan yang sangat krusial dalam sejarah Islam, karena pada malam tersebut, Al-Qur'an pertama kali diturunkan dari Lauhul Mahfuz ke langit dunia, yang dikenal sebagai Baitul Izzah. Selanjutnya, Al-Qur'an diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril.
Penurunan Al-Qur'an ini tercantum dalam QS. Al-Qadr ayat 1 dan QS. Ad-Dukhan ayat 3, yang menegaskan bahwa Al-Qur'an diturunkan pada malam yang penuh berkah dan kemuliaan, sebagai pedoman bagi umat manusia.
Peringatan Nuzulul Qur'an biasanya dirayakan pada tanggal 17 Ramadan, yang merujuk pada waktu wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad. Namun, Lailatul Qadar diyakini terjadi pada malam ganjil di akhir bulan Ramadan, melambangkan penurunan Al-Qur'an secara keseluruhan dari langit ke dunia.
Advertisement
Apa Keutamaan Malam Lailatul Qadar?
Keutamaan Lailatul Qadar yang paling utama adalah pahala yang diberikan, yang nilainya lebih besar dibandingkan dengan ibadah selama seribu bulan atau sekitar 83 tahun. Hal ini tercantum dalam QS. Al-Qadr ayat 3 yang menyatakan, "Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan."
Pada malam yang istimewa ini, malaikat, termasuk Jibril, turun ke bumi membawa kedamaian dan keberkahan hingga terbitnya fajar, yang menunjukkan betapa luar biasanya suasana spiritual yang menyelimuti malam tersebut.
Bagi mereka yang menjalankan ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa dengan penuh keimanan, maka semua dosa-dosa masa lalu akan diampuni, sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari.
Advertisement
Mengapa Umat Islam Diminta Memperbanyak Ibadah di Malam Lailatul Qadar?
Umat Islam disarankan untuk meningkatkan ibadah mereka pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Hal ini dikarenakan Lailatul Qadar dapat terjadi pada salah satu malam tersebut, dan barang siapa yang berhasil menemukannya akan memperoleh keberkahan yang luar biasa.
Berbagai bentuk ibadah dapat dilakukan, seperti melaksanakan sholat sunnah, membaca Al-Qur'an, berdzikir, melakukan i'tikaf di masjid, serta memperbanyak sedekah dan doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Doa yang dianjurkan adalah: "Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni."
Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan selama sepuluh malam terakhir Ramadan adalah i'tikaf. Nabi Muhammad SAW secara rutin melaksanakan i'tikaf pada malam-malam ini sebagai wujud kesungguhan dalam mencari dan menghidupkan malam Lailatul Qadar.
Advertisement
Amalan Penting yang Dapat Dilakukan Menjelang Lailatul Qadar
Umat Muslim dapat memanfaatkan malam-malam ganjil yang tersisa dengan berbagai kegiatan ibadah. Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan antara lain:
- Membaca dan menelaah Al-Qur'an untuk memahami makna kehidupan yang terkandung di dalamnya, sebagai bagian dari petunjuk Ilahi.
- Melaksanakan sholat malam setelah Tarawih, termasuk sholat Tahajud dan sholat Tasbih, dengan penuh khusyuk dan kesungguhan sebagai bentuk permohonan ampunan kepada Allah SWT.
- Melakukan i'tikaf di masjid-masjid terdekat, sebagai waktu untuk merenung dan merefleksikan diri guna memperbaiki hubungan spiritual dengan Allah SWT.
- Selain itu, berdzikir, membaca doa, memberikan sedekah, serta mengajarkan ilmu agama kepada keluarga atau orang-orang di sekitar juga merupakan amalan yang dianjurkan untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar.
Advertisement
People Also Ask
1. Kapan diperkirakan malam Lailatul Qadar akan jatuh pada tahun 2025?
Diperkirakan jatuh pada malam ke-27 Ramadan, yaitu Kamis malam, 27 Maret 2025.
2. Apa saja amalan yang dianjurkan pada malam Lailatul Qadar?
Amalan utamanya meliputi sholat malam, membaca Al-Qur’an, dzikir, i’tikaf, dan memperbanyak doa.
3. Apa yang membuat malam Lailatul Qadar istimewa?
Keistimewaannya adalah pahala yang lebih baik dari ibadah selama seribu bulan dan turunnya para malaikat ke bumi.
4. Apakah Lailatul Qadar selalu terjadi pada malam ke-27?
Tidak selalu, tetapi banyak ulama menyebutkan malam ke-27 sebagai malam yang sangat potensial.
5. Mengapa waktu Lailatul Qadar tidak diumumkan secara jelas?
Agar umat Islam bersungguh-sungguh dalam beribadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadan tanpa bergantung pada tanggal pasti.