Gerhana bulan, fenomena alam yang memukau, telah menginspirasi beragam mitos dan legenda di berbagai penjuru dunia. Dari Indonesia hingga Amerika Selatan, bahkan hingga ke peradaban kuno Mesopotamia, masyarakat di masa lalu menciptakan kisah-kisah untuk menjelaskan peristiwa langit yang menakjubkan ini.
Mitos-mitos tersebut tidak hanya mencerminkan pemahaman mereka tentang alam semesta, tetapi juga nilai-nilai budaya dan kepercayaan yang dianut.
Salah satu mitos yang paling dikenal adalah kisah Batara Kala di Jawa, Indonesia. Batara Kala, raksasa jahat, digambarkan sebagai sosok yang memakan bulan, menyebabkan gerhana.
Untuk menangkal pengaruh buruknya, masyarakat melakukan berbagai ritual, seperti memukul lesung dan kentongan untuk menciptakan suara gaduh yang diharapkan dapat mengusir Batara Kala. Perempuan hamil pun disarankan untuk bersembunyi, agar terhindar dari pengaruh jahat yang diyakini dapat menyebabkan cacat pada bayi yang dikandung.
Mitos gerhana bulan tidak hanya terkait dengan kejahatan. Suku Maya, misalnya, memandang gerhana bulan sebagai peristiwa suci dan menghormati dewi bulan dengan mengadakan ritual khusus. Hal ini menunjukkan bahwa gerhana bulan tidak selalu diartikan sebagai pertanda buruk, tetapi juga bisa dikaitkan dengan hal-hal sakral dan spiritual. Melansir dari berbagai sumber, Jumat (14/3), berikut ulasan selengkapnya.
Advertisement
Mitos Gerhana Bulan di Berbagai Budaya
Di Kalimantan Timur, khususnya suku Dayak Wehea, terdapat legenda Matahari (Dea Pey) dan Bulan (Welueng Long) sebagai pasangan manusia yang memiliki anak. Kesalahpahaman di antara mereka, yang melibatkan perintah memotong anak mereka untuk sayur, menyebabkan gerhana. Para Emta, ahli spiritual, berperan penting dalam cerita ini, menunjukkan peran kepercayaan spiritual dalam menjelaskan fenomena alam.
Berbeda dengan kepercayaan di Indonesia, suku Inca di Amerika Selatan meyakini bahwa gerhana bulan disebabkan oleh jaguar yang menyerang dan memakan bulan. Warna merah pada gerhana bulan total diinterpretasikan sebagai darah bulan yang terluka. Untuk mengusir jaguar, suku Inca melakukan ritual dengan mengibaskan tombak ke arah bulan dan membuat suara-suara keras, bahkan melibatkan anjing mereka untuk melolong.
Di Mesopotamia kuno, gerhana bulan dianggap sebagai serangan tujuh iblis terhadap bulan. Mereka percaya adanya hubungan erat antara peristiwa langit dan bumi, sehingga serangan terhadap bulan diartikan sebagai serangan terhadap raja mereka. Konon, selama gerhana, raja akan bersembunyi dan digantikan oleh orang lain, menunjukkan betapa pentingnya peristiwa gerhana bulan bagi struktur sosial mereka.
Di India, beberapa cerita rakyat Hindu mengaitkan gerhana bulan dengan Rahu, setan yang meminum ramuan keabadian dan kemudian dipenggal kepalanya oleh dewa. Kepala Rahu yang abadi terus mengejar matahari dan bulan, menyebabkan gerhana ketika berhasil 'memakan' salah satunya. Gerhana bulan juga dianggap membawa nasib buruk, sehingga banyak ritual pembersihan dan pantangan dilakukan, terutama bagi wanita hamil.
Di China, mitos gerhana bulan dikaitkan dengan naga yang mencoba menelan matahari atau bulan. Hal ini menunjukkan bahwa simbolisme hewan mitologi juga berperan dalam menjelaskan fenomena gerhana bulan di berbagai budaya.
Bangsa Viking (Norse) memiliki mitos yang unik. Mereka percaya gerhana matahari (meskipun konteksnya membahas gerhana bulan) disebabkan oleh dua serigala, Skoll dan Hati, yang mengejar dan memakan matahari dan bulan. Mitos ini menggambarkan kekuatan alam yang ganas dan tak terkendali.
Advertisement
Gerhana Bulan dan Pertanda Bencana
Beberapa mitos gerhana bulan juga mengaitkannya dengan pertanda bencana atau kiamat. Ketakutan akan hal yang tidak diketahui dan kekuatan alam yang dahsyat menyebabkan interpretasi negatif terhadap gerhana bulan. Namun, penting untuk diingat bahwa ini hanyalah mitos dan legenda, dan saat ini kita telah memiliki penjelasan ilmiah yang akurat mengenai gerhana bulan.
Meskipun penjelasan ilmiah telah tersedia, mitos dan legenda gerhana bulan tetap memiliki nilai budaya dan sejarah yang penting. Kisah-kisah ini memberikan wawasan berharga tentang bagaimana masyarakat di masa lalu memahami dan berinteraksi dengan alam semesta, serta bagaimana mereka membangun sistem kepercayaan dan ritual untuk menghadapi fenomena alam yang belum terjelaskan.
Dari beragam mitos dan legenda ini, kita dapat melihat betapa kaya dan beragamnya interpretasi manusia terhadap gerhana bulan. Mitos-mitos ini bukan hanya sekadar cerita, tetapi juga cerminan dari kebudayaan, kepercayaan, dan cara pandang masyarakat terhadap alam dan kekuatan yang lebih besar dari diri mereka sendiri.