7 Keutamaan Khatam Al-Qur'an di Bulan Ramadan, Salah Satunya Dapat Syafaat di Hari Kiamat

Khatam Al-Qur'an di bulan suci Ramadan memiliki pahala besar dan keutamaan yang luar biasa bagi umat Islam.

Rizka Nur Laily Muallifa
7 Keutamaan Khatam Al-Qur'an di Bulan Ramadan, Salah Satunya Dapat Syafaat di Hari Kiamat
Santri bertadarus dalam rangka mengkhatamkan Qur'an di Masjid Daarul Qu'ran Pesantren Al Kautsar, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Minggu (10/04/2022). Kegiatan Khatam Al-Quran dilakukan rutin di (© 2025 Liputan6.com)

Ramadan bukan hanya bulan untuk berpuasa, melainkan juga waktu yang dipenuhi berkah di mana Al-Qur'an pertama kali diturunkan. Banyak umat Muslim yang berusaha meningkatkan kualitas ibadah mereka, salah satunya dengan menyelesaikan bacaan Al-Qur'an. Aktivitas ini diyakini mendatangkan pahala yang besar, terutama karena Rasulullah SAW memiliki kebiasaan membaca Al-Qur'an berulang kali bersama Malaikat Jibril selama bulan Ramadan.

Apakah lebih baik mengkhatamkan Al-Qur'an dibandingkan dengan memahami isi dan maknanya? Beberapa ulama menyatakan bahwa membaca Al-Qur'an secara berulang lebih utama, sedangkan yang lain menekankan pentingnya memahami makna di balik setiap ayat. Oleh karena itu, apa sebenarnya keutamaan dari mengkhatamkan Al-Qur'an di bulan Ramadan?

Dirangkum Merdeka.com dari berbagai sumber pada Rabu (12/3/2025), berikut ini anjuran mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan Ramadan, serta dalil-dalilnya. 

Anjuran Mengkhatamkan Al-Qur’an di Bulan Ramadan

Membaca Al-Qur'an hingga khatam di bulan Ramadan adalah sebuah amalan sunnah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, dijelaskan bahwa setiap tahun di bulan Ramadan, Malaikat Jibril datang menemui Nabi untuk bersama-sama mempelajari Al-Qur'an. Bahkan, pada tahun beliau wafat, Nabi mengulang bacaan Al-Qur'an sebanyak dua kali.

Selain itu, terdapat riwayat yang menunjukkan bahwa para sahabat dan ulama terdahulu juga memiliki kebiasaan rutin untuk mengkhatamkan Al-Qur'an. Sebagai contoh, Qatadah biasanya menyelesaikan bacaan Al-Qur'an dalam waktu tujuh hari, namun di bulan Ramadan ia meningkatkan frekuensinya menjadi setiap tiga hari.

Pada sepuluh malam terakhir Ramadan, ia bahkan mengkhatamkan Al-Qur'an setiap malam. Syekh Ibnu Utsaimin menegaskan bahwa meskipun mengkhatamkan Al-Qur'an bukanlah suatu kewajiban, sangat dianjurkan untuk memperbanyak bacaan Al-Qur'an, terutama pada bulan suci Ramadan.

Pahala Khatam Al-Qur'an di Bulan Ramadan

Cara Khatam Al-Qur'an dalam 7 Hari, Ini Rahasia Pembagian Suratnya
Santri bertadarus dalam rangka mengkhatamkan Qur'an di Masjid Daarul Qu'ran Pesantren Al Kautsar, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Minggu (10/04/2022). Kegiatan Khatam Al-Quran dilakukan rutin di © 2025 Liputan6.com

Membaca Al-Qur'an selama bulan Ramadan memiliki banyak keutamaan. Salah satu manfaat utama dari menyelesaikan membaca Al-Qur'an dalam bulan suci ini adalah meningkatkan peluang doa-doa kita untuk dikabulkan. Namun, penting untuk diingat bahwa tujuan utama membaca Al-Qur'an bukan hanya untuk meraih pahala, tetapi juga untuk memahami, menghayati, dan mengamalkan isi kandungannya dalam kehidupan sehari-hari. Berikut adalah beberapa pahala yang didapatkan dari khatam Al-Qur'an di bulan Ramadan.

Pahala Dilipatgandakan -- Membaca Al-Qur'an di bulan Ramadan memberikan ganjaran yang jauh lebih besar dibandingkan dengan bulan lainnya. Rasulullah SAW bersabda: "Siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur'an), maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan akan dilipatgandakan dengan sepuluh kali lipat." (HR. At-Tirmidzi)

Mendapat Pahala Shalat Sepanjang Malam -- Membaca sebanyak 100 ayat dalam semalam akan memperoleh pahala setara dengan shalat sepanjang malam. Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa membaca seratus ayat dalam satu malam, maka ia akan dituliskan sebagai orang yang shalat sepanjang malam." (HR. Ahmad)

Dilipatgandakan Lebih dari 10 Kali Lipat di Bulan Ramadan -- Setiap amal yang dilakukan di bulan Ramadan akan mendapatkan pahala berlipat ganda. Rasulullah SAW bersabda: "Barang siapa yang melakukan amalan sunnah di bulan Ramadan, maka pahalanya seperti amalan wajib di bulan lainnya. Dan barang siapa yang melakukan amalan wajib, maka pahalanya dilipatgandakan hingga 70 kali lipat." (HR. Al-Baihaqi)

Didoakan oleh 60.000 Malaikat -- Menyelesaikan Al-Qur'an tidak hanya mendatangkan pahala yang berlipat ganda, tetapi juga menjadi saat istimewa di mana 60.000 malaikat memohonkan doa bagi orang yang khatam. Dalam hadis disebutkan: "Apabila seorang hamba telah mengkhatamkan Al-Qur'an, maka akan hadir 60.000 malaikat yang membacakan istighfar untuknya saat khatam Al-Qur'an tersebut." (HR. Ad-Dailami)

Doa saat khatam Al-Qur'an memiliki keutamaan yang besar, menjadikannya waktu yang mustajab untuk meminta ampunan, keberkahan, dan berbagai kebaikan dari Allah SWT.

Pahala Berlimpah hingga di Hari Kiamat -- Al-Qur'an akan menjadi syafaat bagi pembacanya di hari kiamat. Rasulullah SAW bersabda: "Bacalah Al-Qur'an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya." (HR. Muslim)

Pahala yang Terus Mengalir -- Membaca, menghafal, dan mengajarkan Al-Qur'an tidak hanya memberikan pahala yang besar, tetapi juga pahala yang terus mengalir. Rasulullah SAW bersabda: "Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya." (HR. Bukhari)

Dinaikkan Derajatnya oleh Allah SWT -- Orang yang rajin membaca dan mengkhatamkan Al-Qur'an akan diangkat derajatnya. Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat suatu kaum dengan kitab ini (Al-Qur'an) dan merendahkan kaum yang lain dengannya." (HR. Muslim)

Membaca vs Mendalami Al-Qur'an: Mana yang Lebih Utama?

Beberapa individu memilih untuk lebih fokus pada upaya mengkhatamkan Al-Qur'an sebanyak mungkin selama bulan Ramadan, sedangkan yang lainnya lebih memilih untuk mendalami makna dari setiap ayat yang terdapat dalam kitab suci tersebut. Pertanyaannya adalah, mana yang seharusnya menjadi prioritas utama?

Menurut Imam Nawawi dalam karyanya At-Tibyan, pilihan ini sangat bergantung pada kemampuan dan kondisi masing-masing individu. Apabila seseorang mampu memahami dan mengambil hikmah dari ayat-ayat Al-Qur'an, maka mendalami makna ayat tersebut menjadi pilihan yang lebih baik. Namun, jika ia lebih nyaman dengan membaca Al-Qur'an tanpa memahami isi secara mendalam, maka memperbanyak bacaan juga sangat dianjurkan.

Dalam kitab Hasyiyah I'anah at-Thalibin, Syekh Abu Bakr Muhammad Syatha menjelaskan lebih lanjut bahwa orang-orang yang memiliki aktivitas seperti mengajar atau berdakwah tidak perlu memaksakan diri untuk mengkhatamkan Al-Qur'an berkali-kali. Sebaliknya, mereka yang memiliki waktu luang lebih dianjurkan untuk membaca sebanyak mungkin.

Strategi Khatam Al-Qur'an Selama Ramadan

Untuk mencapai khatam Al-Qur'an selama bulan Ramadan, sangat penting untuk memanfaatkan momentum di awal bulan. Di awal Ramadan, biasanya semangat umat Islam masih tinggi, sehingga dapat digunakan untuk 'menabung' lebih banyak bacaan. Dengan cara ini, jika di akhir Ramadan muncul kendala atau kesibukan, kita tetap bisa menyelesaikan bacaan yang telah ditargetkan. Banyak orang berusaha menyelesaikan bacaan Al-Qur'an mereka sebelum Idul Fitri.

Cara untuk khatam Al-Qur'an selama bulan Ramadan bervariasi, tergantung pada kemampuan dan kondisi masing-masing individu. Beberapa metode yang sering digunakan meliputi membaca satu juz setiap hari (One Day One Juz) atau membagi bacaan menjadi beberapa bagian dalam sehari. Dengan membagi bacaan secara efektif, kita dapat menyelesaikan 30 juz dalam waktu sebulan.

 Adab dan Niat dalam Mengkhatamkan Al-Qur’an

7 Pahala Khatam Al-Qur'an di Bulan Ramadan, Salah Satunya Dapat Syafaat di Hari Kiamat
Santri bertadarus dalam rangka mengkhatamkan Qur'an di Masjid Daarul Qu'ran Pesantren Al Kautsar, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Minggu (10/04/2022). Kegiatan Khatam Al-Quran dilakukan rutin di © 2025 Liputan6.com

Meskipun mengkhatamkan Al-Qur'an merupakan ibadah yang sangat dianjurkan, terdapat beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.

Pertama, membaca dengan tartil sangatlah penting; jangan terburu-buru hanya untuk mengejar jumlah khataman. Sebaiknya, bacalah dengan tartil dan tajwid yang benar agar bacaan lebih bermakna.

Kedua, menghindari riya' juga merupakan hal yang perlu diperhatikan. Jangan membaca Al-Qur'an hanya untuk pamer atau sekadar mengikuti tren yang ada. Bacalah dengan niat yang ikhlas semata-mata karena Allah.

Ketiga, memperhatikan pemahaman adalah langkah yang tidak kalah penting. Jika ada waktu, luangkanlah untuk memahami arti dari ayat yang dibaca agar bacaan tersebut dapat lebih menyentuh hati dan memberikan makna yang mendalam.

Syekh Az-Zarnuji dalam kitab Ta'limul Muta'alim menyebutkan bahwa niat yang baik dapat menjadikan suatu amalan duniawi menjadi amalan akhirat. Sebaliknya, niat yang buruk dapat mengubah amalan akhirat menjadi sekadar aktivitas duniawi.

People Also Ask

Apa itu khatam Al-Qur'an?

Khatam Al-Qur'an adalah penyelesaian bacaan seluruh isi Al-Qur'an dari awal hingga akhir, terdiri dari 30 juz.

Kenapa khatam Al-Qur'an di bulan Ramadan sangat dianjurkan?

Karena pahalanya dilipatgandakan dan merupakan bentuk ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Bagaimana cara efektif untuk khatam Al-Qur'an selama Ramadan?

Dengan membaca satu juz setiap hari atau membagi bacaan menjadi beberapa bagian dalam sehari.

Apa saja manfaat khatam Al-Qur'an di bulan Ramadan?

Manfaatnya antara lain mendapatkan pahala berlipat, syafaat di hari kiamat, dan ketenangan hati.

Rekomendasi