Anggaran IKN Diblokir, Pemerintah Beralih Fokus ke Program Makan Bergizi Gratis?

Pemblokiran anggaran IKN jadi tanda tanya besar, apakah proyek ini masih menjadi prioritas atau justru tergeser oleh program makan bergizi gratis?

Andre Kurniawan Kristi
Oleh Andre Kurniawan Kristi - Reporter
Anggaran IKN Diblokir, Pemerintah Beralih Fokus ke Program Makan Bergizi Gratis?
Ibu Kota Nusantara (IKN). (© 2025 Liputan6.com)

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menjadi topik hangat setelah anggaran proyek tersebut mengalami pemblokiran oleh Kementerian Keuangan. Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dody Hanggodo, hingga saat ini belum terdapat perkembangan yang berarti dalam proyek IKN akibat masalah pendanaan.

Saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Dody mengonfirmasi bahwa anggaran proyek masih dalam status pemblokiran. "Realisasi anggaran IKN kayaknya belum ada. Kan anggaran kita diblokir semua, kok tanya progres kemana sih, anggarannya enggak ada," ujar Dody pada Kamis (6/2/2025).

Dengan kondisi anggaran yang belum jelas, banyak yang mulai meragukan masa depan pembangunan IKN. Lantas, bagaimana proyek ini akan dilanjutkan jika masalah pendanaan tidak segera teratasi?

1. Alasan Pemblokiran Anggaran IKN

Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) mengalami kendala yang signifikan akibat pemblokiran anggaran oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Hal ini menyebabkan pelaksanaan proyek tidak dapat berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya.

Dody Hanggodo menjelaskan bahwa kementeriannya masih menunggu keputusan lebih lanjut terkait pembukaan kembali anggaran. "Nanti itu tunggu, satu-satu. Saya bilang satu-satu dulu. Anggarannya dibuka, kita diskusi lagi nih, yang paling kepentingan apa? lebaran, Kita urusin lebaran dulu, setelah itu baru apa, gitu loh," ujarnya.

Selain itu, adanya kemungkinan penambahan anggaran untuk proyek ini juga masih dalam tahap pertimbangan. "Berarti ada potensi penambahan anggaran, Insya Allah. Ya, kalau bisa 1.000 triliun, kenapa nggak? Kalau bisa," tambahnya.

2. Rencana Pembukaan Kembali Anggaran IKN

Setelah terjadinya pemblokiran, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana untuk kembali mengajukan permohonan pencairan dana kepada Sri Mulyani. Dody menekankan bahwa mereka akan meminta izin dari Kementerian Keuangan untuk membuka anggaran proyek yang telah terhambat.

"Setelah itu, saya berdasarkan persetujuan menghadap lagi ke Bu Menteri Keuangan. Bu Menteri Keuangan, sudah disetujui ya. Tolong dibuka anggaran kami," katanya, menggambarkan langkah yang akan diambil kementeriannya.

Sebelum pencairan dana dapat dilakukan, akan ada diskusi lebih lanjut untuk menentukan proyek mana yang akan menjadi prioritas dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN). Hal ini penting mengingat pemerintah saat ini juga memiliki beberapa fokus lain yang lebih mendesak.

3. Makan Bergizi Gratis Jadi Prioritas Pemerintah?

Sebelumnya, Prabowo memang tidak menjadikan pembangunan ibu kota baru sebagai agenda utama. Menurut Ronny P. Sasmita, seorang pengamat ekonomi dari Strategic and Economic Action Institution (ISEAI), meskipun proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) terus berlangsung, hal tersebut tidak menjadi perhatian utama bagi pemerintahan saat ini.

"Tapi sebagaimana kita tahu tidak menjadi narasi utama Prabowo dimanapun di forum yang kita dengar termasuk rapat juga dengan para menteri tidak menjadikan Ibu Kota Baru sebagai prioritas utamanya Prabowo masih berbicara tentang makan siang gratis, efisiensi fiskal dan ketahanan pangan dan ketahanan energi," ujarnya.

Dengan keterbatasan anggaran negara, pemerintah perlu menetapkan prioritas yang lebih mendesak, di mana program penyediaan makanan bergizi gratis menjadi salah satu yang paling diutamakan.

4. Tantangan Besar dalam Kelanjutan Proyek IKN

Meskipun terdapat anggaran sebesar Rp 48,8 triliun yang dialokasikan untuk pembangunan IKN pada periode 2025-2029, proyek ini masih dihadapkan pada berbagai tantangan. Salah satu tantangan utama adalah ketidakpastian terkait pendanaan di masa yang akan datang.

Ronny memperkirakan bahwa ada kemungkinan besar proyek ini akan mengalami pengurangan skala atau bahkan tidak dapat diselesaikan sesuai dengan jadwal yang ditentukan. "Jadi, peluang rampungnya saya masih melihat 50-50 lah. Kalau nanti di tengah jalan Prabowo kekurangan dana untuk program-program utama Dia bisa jadi ini tahun 2026-2027 akan dikurangin," katanya.

Selain itu, rendahnya minat investor swasta juga menjadi kendala utama. Prospek ekonomi di IKN dinilai masih belum menarik bagi banyak pengusaha, sehingga membuat investasi di kawasan ini berjalan lambat.

5. Prospek Investasi di IKN Masih Belum Jelas

Agung Wicaksono, Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, mengungkapkan bahwa terdapat banyak investor yang tertarik untuk berinvestasi di IKN. Namun, saat ini, pemerintah hanya akan memfokuskan pada lima proyek utama untuk tahap groundbreaking.

"Sekarang ini hitungan kita (nilainya) mungkin hampir Rp 6,5 triliun. Ini kita pilah dulu. Sebenarnya masih banyak sekali (investor lain antre), tapi supaya fokus, maka kita akan mulai dengan 5 investor, dengan 5 sektor berbeda," jelasnya.

Di sisi lain, terdapat beberapa investor yang masih merasa ragu untuk berinvestasi di wilayah yang masih didominasi oleh hutan dan memiliki infrastruktur yang terbatas. Ronny berpendapat bahwa rendahnya return on investment (ROI) menjadi salah satu faktor yang membuat banyak pelaku usaha berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk menanamkan modalnya di IKN.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Proyek IKN

1. Mengapa anggaran IKN diblokir?

Pemblokiran dilakukan oleh Kementerian Keuangan untuk meninjau kembali skala prioritas anggaran negara, termasuk fokus pada program makan bergizi gratis.

2. Apakah pembangunan IKN masih berjalan?

Ya, proyek tetap berjalan, tetapi dengan skala yang lebih kecil dan prioritas yang lebih selektif.

3. Berapa total anggaran yang sudah dialokasikan untuk IKN?

Pemerintah telah mengalokasikan Rp 48,8 triliun untuk periode 2025-2029.

4. Apakah ada investor swasta yang tertarik membangun di IKN?

Beberapa investor sudah menunjukkan minat, tetapi tantangan seperti infrastruktur dan ROI yang rendah masih menjadi kendala.

Rekomendasi