Terpisah Setahun Lebih Akibat Genosida Israel di Gaza, Momen Ayah Bertemu Putri Kecilnya Penuh Haru

Berikut momen pertemuan ayah bertemu putri kecilnya usai terpisah lebih dari satu tahun akibat genosida Israel di Gaza.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
Terpisah Setahun Lebih Akibat Genosida Israel di Gaza, Momen Ayah Bertemu Putri Kecilnya Penuh Haru
Terpisah Setahun Lebih Akibat Genosida Israel di Gaza, Momen Ayah Bertemu Putri Kecilnya Penuh Haru (Instagram eye.on.palestine)

Genosida Israel di Gaza hingga kini masih terus mendapat sorotan masyarakat dunia. Meski gencatan senjata dengan Hamas tengah berlangsung, kehancuran yang dibuat Israel di Gaza masih terlihat begitu jelas.

Warga Palestina yang mengungsi pun berbondong-bondong kembali ke daerah tempatnya tinggal di Gaza. Banyak momen haru yang terjadi.

Salah satunya adalah pertemuan antara anggota keluarga yang terpisah setahun lebih akibat serangan brutal Israel di Gaza. Momen pertemuan seorang ayah dengan putri kecilnya pun ramai mencuri perhatian.

Momen pertemuan keduanya mengundang derai air mata haru. Melansir dari akun Instagram eye.on.palestine, Selasa (28/1), simak ulasan informasinya berikut ini.

Momen Ayah Bertemu Putri Kecilnya Penuh Haru

Terpisah Setahun Lebih Akibat Genosida Israel di Gaza, Momen Ayah Bertemu Putri Kecilnya Penuh Haru
Terpisah Setahun Lebih Akibat Genosida Israel di Gaza, Momen Ayah Bertemu Putri Kecilnya Penuh Haru Instagram eye.on.palestine

Sebuah video yang memperlihatkan detik-detik seorang ayah bertemu dengan putri kecilnya di Gaza, viral di media sosial. Melihat ayahnya di depan mata, putri kecilnya ini langsung tak kuasa menahan tangisnya.

Pria ini pun terlihat langsung memeluk dan menggendong sang putri kecil yang telah dirindukannya ini. Tak jauh berbeda dengan putrinya, pria ini juga menangis haru.

Saking bahagia dan rindunya, putri kecil ini sampai tidak mau melepaskan pelukannya dari sang ayah.

"Jangan pergi, jangan tinggalkan aku," ujar putri kecil ini sembali memeluk sang ayah.

Terpisah Akibat Serangan Brutal Israel

Terpisah Setahun Lebih Akibat Genosida Israel di Gaza, Momen Ayah Bertemu Putri Kecilnya Penuh Haru
Terpisah Setahun Lebih Akibat Genosida Israel di Gaza, Momen Ayah Bertemu Putri Kecilnya Penuh Haru Instagram eye.on.palestine

Dijelaskan bahwa ayah dan anak ini telah terpisah selama lebih dari satu tahun. Bukan karena pekerjaan, keduanya terpisah akibat dari genosida Israel di Gaza, Palestina.

Saudara pria tersebut juga memberikan penjelasan melalui kolom komentar. Dikatakan bahwa sejak awal perang, saudaranya mengungsi ke Gaza Selatan sehingga terpisah dari keluarganya.

"Saya Layan. Ini saudara saya yang mengungsi ke selatan dan terpisah dari kami sejak awal perang. Hari ini dia kembali ke Gaza utara dan kami semua dipertemukan kembali," jelasnya melalui kolom komentar.

Banjir Komentar Publik

Terpisah Setahun Lebih Akibat Genosida Israel di Gaza, Momen Ayah Bertemu Putri Kecilnya Penuh Haru
Terpisah Setahun Lebih Akibat Genosida Israel di Gaza, Momen Ayah Bertemu Putri Kecilnya Penuh Haru Instagram eye.on.palestine

Momen pertemuan ayah bertemu putri kecilnya usai terpisah lebih dari satu tahun akibat genosida Israel di Gaza ini sontak saja mencuri perhatian publik. Berbagai komentar pun terlihat membanjiri unggahan tersebut.

"Dia hanya seorang anak kecil yang hatinya penuh cinta, yang membutuhkan keluarganya 💔," tulis akun fionamorgancoleman.

"Menyayat hati. Semoga mereka tetap aman," tulis akun tanuja__chandra.

"Menyaksikan gadis kecil tersayang ini bersatu kembali dengan ayahnya tercinta sangat menyentuh hatiku...sangat dalam ❤️," tulis akun eva_maria_beatrice.

"Hatiku senang dan hancur di saat yang bersamaan. Ya Tuhan, orang-orang cantik ini telah melalui begitu banyak rasa sakit😢 🇵🇸🇵🇸🇵🇸," tulis akun littlebitsofjem.

"Hatiku meleleh.. 💔❤️ air mata dan kegembiraan," tulis akun butet_manurung.

Hamas dan Israel Sepakat Gencatan Senjata di Gaza

Gencatan Senjata Antara Israel dan Hizbullah Goah Setelah Tembakan Israel
Sementara itu, kembalinya warga Palestina ke wilayah utara dari wilayah pusat dan selatan Jalur Gaza ditunda akibat perselisihan terkait pembebasan seorang sandera perempuan yang ditahan Hamas. © 2025 merdeka.com

Setelah lebih dari 460 hari perang menghancurkan di Gaza, Hamas dan Israel telah menyetujui kesepakatan gencatan senjata. Pada konferensi pers di Doha, Rabu (15/1), Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani mengatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata ini berlaku mulai hari Minggu (19/1/2025).

Dengan adanya kesepakatan ini, warga Gaza pun bisa bernapas lega. Mengingat mereka harus berjuang untuk bertahan hidup di tengah gempuran serangan dari Israel.

Dijelaskan bahwa tahap pertama atau tahap awal, gencatan senjata akan berlangsung selama enam minggu. Pada tahap ini, gencatan senjata melibatkan pertukaran tahanan terbatas dan penarikan sebagian pasukan Israel di Gaza.

Sekitar 30 orang tawanan Israel yang ditangkap selama serangan yang dipimpin Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober 2023 akan dibebaskan. Termasuk wanita, anak-anak dan warga sipil berusia di atas 50 tahun.

Sebagai gantinya, Israel juga akan membebaskan lebih banyak tahanan Palestina. Termasuk tahanan yang menjalani hukuman seumur hidup. Tercatat, di antara warga Palestina yang dibebaskan terdapat sekitar 1000 orang yang ditahan setelah 7 Oktober 2023.

Gencatan senjata ini juga akan memungkinkan warga Palestina yang mengungsi bisa kembali ke rumah mereka. Meskipun tidak banyak rumah yang tersisa akibat serangan demi serangan yang diluncurkan oleh Israel sejak Oktober 2023 lalu.

Selain itu, Israel juga memberikan akses lebih luas untuk pengiriman bantuan ke Gaza, Palestina. Dikatakan Israel mengizinkan lonjakan bantuan hingga 600 truk per hari.

Jumlah Korban Meninggal di Gaza

Serangan Israel Bunuh 22 Warga Palestina di Gaza, 10 di Antaranya Tewas Saat Antre Beli Tepung
Seluruh wilayah Gaza kini terancam bencana kelaparan akibat terganggunya proses distribusi bantuan untuk warga Palestina. (Eyad BABA/AFP) © 2024 Liputan6.com

Melansir dari Anadolu Anjansi, Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan, sebelum gencatan senjata berlaku, setidaknya 19 warga Palestina meninggal dunia dalam serangan Israel di Jalur Gaza pada Minggu (12/1/2025).

Hal ini membuat jumlah korban meninggal dunia secara keseluruhan akibat genosida Israel di Gaza bertambah menjadi 46.584 orang. Jumlah tersebut diyakini jauh lebih sedikit dibanding dengan yang sesungguhnya karena banyak yang meninggal dan belum ditemukan.

Sementara itu, sekitar 109.731 orang lainnya terluka dalam serangan Israel.

"Pasukan Israel membunuh 19 orang dan melukai 71 lainnya dalam dua pembantaian keluarga Palestina dalam 24 jam terakhir," kata kementerian pada Senin (13/1/2025).

"Banyak orang masih terjebak di bawah reruntuhan dan di jalan karena tim penyelamat tidak dapat menjangkau mereka," tambahnya.

Rekomendasi