Genosida Israel di Gaza hingga kini masih terus mendapat sorotan masyarakat dunia. Meski gencatan senjata dengan Hamas tengah berlangsung, kehancuran yang dibuat Israel di Gaza masih terlihat begitu jelas.
Warga Palestina yang mengungsi pun berbondong-bondong kembali ke daerah tempatnya tinggal di Gaza. Banyak momen haru yang terjadi.
Salah satunya adalah pertemuan antara anggota keluarga yang terpisah setahun lebih akibat serangan brutal Israel di Gaza. Momen pertemuan seorang ayah dengan putri kecilnya pun ramai mencuri perhatian.
Momen pertemuan keduanya mengundang derai air mata haru. Melansir dari akun Instagram eye.on.palestine, Selasa (28/1), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
Momen Ayah Bertemu Putri Kecilnya Penuh Haru
Sebuah video yang memperlihatkan detik-detik seorang ayah bertemu dengan putri kecilnya di Gaza, viral di media sosial. Melihat ayahnya di depan mata, putri kecilnya ini langsung tak kuasa menahan tangisnya.
Pria ini pun terlihat langsung memeluk dan menggendong sang putri kecil yang telah dirindukannya ini. Tak jauh berbeda dengan putrinya, pria ini juga menangis haru.
Saking bahagia dan rindunya, putri kecil ini sampai tidak mau melepaskan pelukannya dari sang ayah.
"Jangan pergi, jangan tinggalkan aku," ujar putri kecil ini sembali memeluk sang ayah.
Advertisement
Terpisah Akibat Serangan Brutal Israel
Dijelaskan bahwa ayah dan anak ini telah terpisah selama lebih dari satu tahun. Bukan karena pekerjaan, keduanya terpisah akibat dari genosida Israel di Gaza, Palestina.
Saudara pria tersebut juga memberikan penjelasan melalui kolom komentar. Dikatakan bahwa sejak awal perang, saudaranya mengungsi ke Gaza Selatan sehingga terpisah dari keluarganya.
"Saya Layan. Ini saudara saya yang mengungsi ke selatan dan terpisah dari kami sejak awal perang. Hari ini dia kembali ke Gaza utara dan kami semua dipertemukan kembali," jelasnya melalui kolom komentar.
Advertisement
Banjir Komentar Publik
Momen pertemuan ayah bertemu putri kecilnya usai terpisah lebih dari satu tahun akibat genosida Israel di Gaza ini sontak saja mencuri perhatian publik. Berbagai komentar pun terlihat membanjiri unggahan tersebut.
"Dia hanya seorang anak kecil yang hatinya penuh cinta, yang membutuhkan keluarganya 💔," tulis akun fionamorgancoleman.
"Menyayat hati. Semoga mereka tetap aman," tulis akun tanuja__chandra.
"Menyaksikan gadis kecil tersayang ini bersatu kembali dengan ayahnya tercinta sangat menyentuh hatiku...sangat dalam ❤️," tulis akun eva_maria_beatrice.
"Hatiku senang dan hancur di saat yang bersamaan. Ya Tuhan, orang-orang cantik ini telah melalui begitu banyak rasa sakit😢 🇵🇸🇵🇸🇵🇸," tulis akun littlebitsofjem.
"Hatiku meleleh.. 💔❤️ air mata dan kegembiraan," tulis akun butet_manurung.
Advertisement
Hamas dan Israel Sepakat Gencatan Senjata di Gaza
Setelah lebih dari 460 hari perang menghancurkan di Gaza, Hamas dan Israel telah menyetujui kesepakatan gencatan senjata. Pada konferensi pers di Doha, Rabu (15/1), Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani mengatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata ini berlaku mulai hari Minggu (19/1/2025).
Dengan adanya kesepakatan ini, warga Gaza pun bisa bernapas lega. Mengingat mereka harus berjuang untuk bertahan hidup di tengah gempuran serangan dari Israel.
Dijelaskan bahwa tahap pertama atau tahap awal, gencatan senjata akan berlangsung selama enam minggu. Pada tahap ini, gencatan senjata melibatkan pertukaran tahanan terbatas dan penarikan sebagian pasukan Israel di Gaza.
Sekitar 30 orang tawanan Israel yang ditangkap selama serangan yang dipimpin Hamas di Israel selatan pada 7 Oktober 2023 akan dibebaskan. Termasuk wanita, anak-anak dan warga sipil berusia di atas 50 tahun.
Sebagai gantinya, Israel juga akan membebaskan lebih banyak tahanan Palestina. Termasuk tahanan yang menjalani hukuman seumur hidup. Tercatat, di antara warga Palestina yang dibebaskan terdapat sekitar 1000 orang yang ditahan setelah 7 Oktober 2023.
Gencatan senjata ini juga akan memungkinkan warga Palestina yang mengungsi bisa kembali ke rumah mereka. Meskipun tidak banyak rumah yang tersisa akibat serangan demi serangan yang diluncurkan oleh Israel sejak Oktober 2023 lalu.
Selain itu, Israel juga memberikan akses lebih luas untuk pengiriman bantuan ke Gaza, Palestina. Dikatakan Israel mengizinkan lonjakan bantuan hingga 600 truk per hari.
Advertisement
Jumlah Korban Meninggal di Gaza
Melansir dari Anadolu Anjansi, Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan, sebelum gencatan senjata berlaku, setidaknya 19 warga Palestina meninggal dunia dalam serangan Israel di Jalur Gaza pada Minggu (12/1/2025).
Hal ini membuat jumlah korban meninggal dunia secara keseluruhan akibat genosida Israel di Gaza bertambah menjadi 46.584 orang. Jumlah tersebut diyakini jauh lebih sedikit dibanding dengan yang sesungguhnya karena banyak yang meninggal dan belum ditemukan.
Sementara itu, sekitar 109.731 orang lainnya terluka dalam serangan Israel.
"Pasukan Israel membunuh 19 orang dan melukai 71 lainnya dalam dua pembantaian keluarga Palestina dalam 24 jam terakhir," kata kementerian pada Senin (13/1/2025).
"Banyak orang masih terjebak di bawah reruntuhan dan di jalan karena tim penyelamat tidak dapat menjangkau mereka," tambahnya.