Agus Harimurti Yudhoyono melakukan kunjungan ke Batalyon Infanteri 203/ Arya Kamuning, Tangerang. Kunjungannya menjadi sangat spesial lantaran tempat ini memiliki kenangan tersendiri.
Sebelum pensiun dari TNI, pria yang akrab disapa AHY ini terakhir bertugas di Batalyon ini. Sontak saja kedatangannya langsung disambut hangat.
Terlihat, AHY dan Annisa Pohan disambut dengan Pedang Pora oleh para prajurit. Lantas bagaimana potret AHY disambut Pedang Pora saat datangi tempat tugas terakhir sebelum pensiun dari TNI?
Melansir dari akun Instagram agusyudhoyono, Senin (27/1), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melakukan kunjungan ke Yonif 203/AK (Batalyon Infanteri 203/ Arya Kamuning) pada Sabtu (25/1).
Tidak sendiri, AHY datang bersama sang istri, Annisa Pohan. Kedatangan AHY dan Annisa Pohan ini langsung disambut hangat oleh para prajurit. Terlihat, keduanya disambut dengan Pedang Pora.
Rupanya, Batalyon ini bukanlah tempat sembarangan bagi AHY. Ia pernah bertugas di Batalyon tersebut tepat sebelum dirinya pensiun dari TNI. Itu artinya, Yonif 203/AK merupakan tempat tugas terakhir AHY semasa bertugas di TNI.
"Sabtu pagi (25/1), bersama @annisayudhoyono saya kembali ke Yonif 203/AK (Batalyon Infanteri 203/ Arya Kamuning), tempat terakhir kalinya saya mengabdikan diri sebagai Tentara Nasional Indonesia," jelas AHY dalam caption.
"Di sini saya tentu bernostalgia saat-saat menjadi Danyon dan kembali bertemu dengan sebagian prajurit yang dulu bersama-sama," sambungnya.
Advertisement
Dalam kesempatan itu, AHY memberikan sebuah pesan tegas kepada para prajurit. Ia menyampaikan bahwa semua prajurit TNI adalah patriot tanpa melihat pangkat maupun jabatannya.
Oleh karena itu, setiap patriot tentu harus kerja keras untuk mencapai sebuah cita-cita.
"Dalam kesempatan ini saya menyampaikan pesan bahwa di mana pun kita bisa mengabdi, semua adalah patriot, kita semua adalah patriot. Tidak melihat pangkat dan jabatannya, setiap para prajurit adalah abdi negara, adalah patriot. Kerja keras harus menjadi landasan utama untuk mencapai sebuah cita-cita yang besar," ujarnya.
Advertisement
Lebih lanjut, AHY juga tak menampik apabila jalur pengabdian masing-masing prajurit akan berbeda-beda. Meski begitu, menurutnya esensi seorang patriot tetap sama yakni memberikan yang terbaik bagi bangsa.
Sehingga, para patriot ini akan terus meningkatkan kapasitasnya agar siap menghadapi berbagai tugas dan tantangan. Baik itu kapasitas fisik, intelektual hingga mental sekalipun.
"Meski dalam jalur pengabdiannya yang berbeda, esensi seorang patriot bagi saya tetap sama, yaitu memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara melalui upaya untuk terus meningkatkan kapasitas fisik, intelektual, dan mental, agar siap menghadapi berbagai tugas dan tantangan ke depan," tegasnya.
Advertisement
Terakhir, AHY tak lupa mengucapkan terima kasih atas semua jajaran Yonif 203/AK. Apalagi dirinya telah disambut dengan baik dan penuh kehangatan.
"Terima kasih kepada keluarga besar Batalyon Infranteri 203/ Arya Kamuning, khususnya Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 1/Jaya Sakti Kolonel Inf Thomas Rajunio, Komandan Batalyon (Danyon) 203/Arya Kamuning Mayor Inf I Gede Mahendra Subrata atas penerimaannya yang begitu baik," ucapnya terima kasih.
"Semoga para prajurit TNI semakin maju, profesional, dan sejahtera! 🇮🇩," tutup AHY.