Naja Hudia, penghafal Qur’an cilikyang dahulu sukses membuat Syekh Ali Jaber terkagum-kagum kembali menjadi sorotan. Belum lama ini, perwira polisi dibuat terkesima melihat kemampuan sang penghfal Quran itu.
Awalnya, para Polisi menguji hafalan Naja dengan membaca sebuah surat di Al-Qur’an, kemudian Naja melanjutkannya sampai tuntas. Tak terkira keahliannya itu membuat seisi ruangan kagum.
Simak ulasannya sebagai berikut.
Advertisement
Sebuah video yang diunggah oleh channel Youtube Naja Hudia memperlihatkan seorang penghafal Qur’an cilik yang datang ke kantor Polisi. Di sana, Naja memperlihatkan kemampuannya menghafal Qur’an dengan cara diuji oleh para perwira Polisi.
Polisi membaca arti dari sebuah surat, kemudian Naja diminta untuk menebak apa nama suratnya, halaman di dalam Al-Quran, dan membaca ayatnya dalam bahasa Arab. Ajaibnya, semua yang dijawab oleh Naja benar dan tidak meleset sedikitpun.
Selain itu, polisi juga mencoba hafalan Naja dengan cara menyebutkan sebuah surat di dalam Al-Qur’an beserta ayatnya. Naja pun langsung membacanya ayat tersebut dengan lancar.
Advertisement
Naja sang penghafal Qur’an selalu tersenyum ketika membaca Al-Qur’an. Hal itu disampaikan oleh sang ibu yang juga hadir di tempat tersebut.
Ia mengatakan bahwa Naja lebih suka jika diajak membahas soal Al-Qur’an ketika bertemu dengan orang lain. Ditanya tentang Al-Qur’an dan diminta untuk membaca ayat Al-Qur’an, dibandingkan dengan diajak berbincang dan makan-makan.
“Dia kalau ngaji itu senyum, bahagia ngajinya, daripada ngobrol kasih makan biasa. Tapi kalau udah ada yang tanya tentang Al-Qur’an dari sana senyum terus dia,” ucap Ibu Naja.
Advertisement
Ibu dan ayah Naja bukanlah seorang hafiz dan hafizah, namun mampu melahirkan seorang anak yang hebat karena sudah mampu menghafal Al-Qur’an sejak dini. Sang ibu pun mengungkapkan kebiasaan yang ia lakukan selama hamil.
Ia mengatakan bahwa ketika hamil 4 bulan pernah mengkhatamkan Al-Qur’an 30 juz hanya dalam waktu satu malam. Selain itu, ia juga kerap memanggil anak-anak yatim dan meminta doa dari mereka.
“Mengandungnya biasa saja kayak anak-anak yang lain. Normal biasa, yang beda itu waktu kandungan 4 bulan saya khatamkan Al-Qur’an satu malam 30 juz,” terang ibu Naja.
“Jadi kan saya panggil anak-anak yatim salah satu pondok, panggil di situ, kita sering bawa donasi ke situ, anak yatim kan doanya kabul terus sama guru ngajinya. Dibagi kelompok satu kelompok ngaji satu juz, saya letakkan air satu gelas kecil-kecil. Itu yang saya minum setiap hamil,” lanjutnya.