Mertua eks Panglima TNI Jenderal (Purn) TNI Andika Perkasa, yakni Jenderal (Purn) TNI, AM Hendropriyono menggelar acara open house di momen lebaran Idul Fitri 1444 H. Hal itu diketahui dari unggahan di Instagram @jenderaltniandikaperkasa.
Acara tersebut dihadiri oleh keluarga dan juga beberapa orang-orang penting di Tanah Air. Salah satunya ialah konglomerat Indonesia yang pernah membeli pabrik Lamborghini.
Siapakah dia? Simak ulasannya:
Advertisement
Unggahan Andika Perkasa di Momen Lebaran
Melalui akun Instagram pribadinya, Jenderal Andika membagikan foto-foto momen lebaran Idul Fitri di kediaman sang mertua, AM Hendropriyono.
Di momen lebaran itu, tampak Hendropriyono tengah menggelar acara open house yang dihadiri oleh keluarga, kerabat, dan juga para koleganya.
Advertisement
Kedatangan Tamu Istimewa
Salah satu tamu istimewa yang hadir dalam acara tersebut ialah konglomerat terkenal Indonesia, Setiawan Djody. Tampil rapi menggunakan batik, Djody terlihat berfoto bersama dengan keluarga Hendropriyono.
Saat foto bersama, Djody nampak berdiri persis di sebelah Andika Perkasa.
"Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444H. Terima kasih untuk semua yang telah menyempatkan datang," tulis Andika dalam keterangan foto.
Advertisement
Sosok Setiawan Djody
Setiawan Djody merupakan konglomerat asal Indonesia. Bersama dengan putra dari Presiden ke-2 RI yakni Tommy Soeharto, ia pernah membeli perusahaan supercar Lamborghini. Pada Januari tahun 1994 silam, Djody dan Tommy menggelontorkan uang sebesar US$ 40 juta untuk membeli perusahaan berlogo 'banteng ngamuk' itu melalui perusahaan Megatech.
Namun, pada saat itu jurnal sejarah Lamborghini hanya menyebut pembelinya sebagai 'unknown Indonesian'. Kemudian, diketahui jika Megatech ini dimiliki oleh Tommy dan Djody. Keduanya memiliki sekitar 60 persen saham, sementara sisanya dipegang sebuah perusahaan Malaysia, MyCom Berhad.
Advertisement
Akhir Kepemilikan Lamborghini
Selain Lamborghini, perusahaan Megatech yang dimiliki Djody dan Tommy juga tercatat sebagai pemilik perusahaan Vector. Ini adalah salah satu merek supercar Amerika yang cukup bergaung namanya pada masa itu.Kepemilikan perusahaan supercar Lamborghini berakhir di tangan Tommy dan Djody pada tahun 1998, saat Indonesia mengalami krisis moneter.Meski dijual, Megatech pada saat itu justru mendapatkan untung besar. Sebab, mereka menjual perusahaan tersebut dengan harga 110 juta dolar AS. Niilainya menjadi berkali-kali lipat mengingat tingginya nilai dolar ketika krisis moneter pada saat itu.