Kisah inspiratif kali ini datang dari sosok penjual bubur kacang hijau. Di balik kesederhanaannya, ada hal luar biasa yang dimilikinya.
Dia begitu fasih berbahasa Inggris. Tak hanya itu, bahkan dirinya pun mengaku dapat menggunakan bahasa Jepang.
Seperti apa ceritanya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini, dilansir dari kanal YouTube Londokampung, Jumat (14/4).
Advertisement
Tukang Bubur Fasih Berbahasa Inggris & Jepang
Cerita unik nan inspiratif tersebut tak lain datang dari sosok pria bernama Faiz. Setiap harinya, Faiz mencari nafkah dengan berjualan bubur kacang hijau setiap harinya.
Lokasinya tak jauh dari kawasan Jalan Kranggan, Surabaya. Si balik keliahaiannya berjualan bubur kacang hijau, ada kemampuan lain yang dimiliki sosok pria yang satu ini.
Dia diketahui pandai berbahasa Inggris dan Jepang. Di bulan puasa, Faiz pun memberikan satu porsi gratis bagi para pembeli yang dapat berbahasa Inggris atau Jepang.
"If you speak English or Japanese, buy one get one free," demikian dikutip dari tulisan di depan gerobak bubur Faiz.
"Bisa bahasa Jepang sampeyan? Beneran?" tanya sang pemilik video.
"Iya, bisa," jawabnya.
Advertisement
Bahasa Inggris Lebih Baik Daripada Bahasa Jepang
Bak bule sungguhan, Faiz pun mempraktikkan sejumlah kalimat dalam bahasa Inggris saat berbincang dengan siapa saja yang menantangnya. Logat hingga kecepatannya pun begitu mirip dengan WNA.
Meski dapat berbahasa Jepang, namun Faiz mengaku jika berbahasa Inggris merupakan kemampuannya yang lebih baik.
"Menurutmu, kemampuanmu lebih bagus di bahasa Inggris atau Jepang?" tanyanya.
"Bahasa Inggris lebih baik menurutku," ungkapnya.
"Kamu bisa menulis huruf Jepang?" tanyanya.
"Nggak bisa," balas Faiz.
Advertisement
Istri Turut Piawai Berbahasa Asing
Usut punya usut, bukan hanya Faiz saja yang piawai berbahasa asing. Sang istri pun rupanya juga dapat berbahasa Inggris dan Jepang selayaknya sang suami tercinta.
"Istri kamu bisa berbahasa Jepang?" tanyanya.
"Iya," balas Faiz.
Kemampuan berbahasa asing sang istri pun diakui sang suami. Rupanya, kemampuan tersebut diperolehnya semasa duduk di bangku sekolah menengah. Terlebih sosok Faiz juga turut berperan besar terhadap kemampuan sang istri dalam mengasah bahasa asing.
"Kebetulan dulu di SMA saya ada jurusan bahasa, kita belajar semua bahasa tapi di luarnya saja," terang sang istri.