Kasus dukun tipu berkedok pengganda uang di Banjarnegara hingga kini masih bergulir. 11 orang tewas akibat aksi kejinya tersebut.
Belakangan, diketahui pelaku memiliki hunian mewah nan megah. Rumah tersebut berdiri di tengah pemukiman sederhana.
Berikut ulasan selengkapnya.
Advertisement
Mbah Slamet alias Slamet Tohari hingga kini masih menjadi sorotan setelah menghabisi 11 orang. Usai berhasil dibekuk pihak kepolisian Banjarnegara, kehidupan serta sosoknya turut menarik atensi.
Belum lama ini, sebuah video pada akun Instagram @andreli_48 mengungkap kediaman yang diduga milik ST. Dalam video yang beredar, kediaman tersebut nampak dikerumuni masyarakat sekitar.
"Inilah rumah dukun yang viral di Banjarnegara," demikian dikutip dari keterangan video.
Kediaman ST pun hanya nampak dari luar. Terlihat rumah tersebut berdiri dengan dua lantai dengan aksen tiang menjulang tinggi yang menimbulkan kesan mewah nan megah.
Advertisement
Kediaman yang nampak menjadi pusat perhatian masyarakat setempat tersebut didominasi warna cokelat terang. Pada bagian atap nampak berbentuk persegi yang membuat kesan rumah kian modern.
Nampak kanan dan kiri dari kediaman ST hanya berupa rumah-rumah sederhana. Agaknya, rumah tersebut berdiri di tengah pemukiman warga.
Halaman rumah pun menjadi sasaran empuk para warga untuk menyaksikan kejadian di lokasi. Tak sedikit warga yang berbincang.
Sementara digeruduk masyarakat setempat, rumah tersebut terlihat sepi. Tak ada aktivitas sang pemilik rumah maupun anggota keluarga yang wara-wiri.
Advertisement
Sebelumnya, kasus ST mencuat ke publik usai pihak kepolisian berhasil membekuk sekaligus mengungkap tabir kejahatan pelaku.
Polisi mengungkap kasus pembunuhan berdasarkan petunjuk laporan orang hilang dari anak salah satu korban berinisial PO. Seminggu setelah hilangnya sang ayah yakni pada Senin (27/3/2023), GE yang merupakan anak dari PO melapor kepada pihak kepolisian tentang hilangnya sang ayah.
Diketahui, PO merupakan pria paruh baya berusia 53 tahun asal Sukabumi, Jawa Barat. Sebelumnya, PO sempat mengajak GE saat bertemu dengan pelaku di Banjarnegara pada Juli 2022.
Sebelum kejadian tersebut terungkap, PO sempat mengirimkan pesan kepada SL saat tiba di rumah pelaku pada Jumat (24/3/2023). Korban mengirimkan pesan via WhatsApp kepada SL yang juga anak dari PO.
"Ini di rumah Mbah Slamet, buat jaga-jaga kalau umur ayah pendek, misal tidak ada kabar sampai Minggu (26/3/2030) langsung hubungi ke aparat," tulis PO dalam pesannya.
Keesokan harinya, pada Senin (27/3/2023) korban sudah tidak dapat lagi dihubungi sehingga GE dan SL melaporkan kejadian tersebut ke Satreskrim Polres Banjarnegara. PO berhasil ditemukan telah terkubur di jalan setapak menuju hutan Desa alun, Kecamatan Wanayasa, Banjarnegara, pada Sabtu (1/4/2023).
Advertisement
Kepada polisi ST mengaku motif di pembunuhan yang dilakukan adalah rasa kesal lantaran terus menerus ditagih uang oleh para korban.
Dalam kasus PO, Mbah Slamet menjanjikan akan menggandakan uang Rp70 Juta yang disetorkan menjadi Rp5 miliar. Dengan perasaan kesal, ST memberikan minum berisi potas hingga korban meregang nyawa.
Korban hasil kekejaman dukun pengganda uang itu pun ditemukan berjumlah 11 orang. Lantaran hal tersebut, pihak kepolisian menetapkan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati dan seumur hidup kepada ST dan BS untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.
Hingga saat ini polisi masih terus mengembangkan kasus dukun penggandaan uang tersebut.
Advertisement
Rumah yang diduga milik dukun berkedok pengganda uang di Banjarnegara mewah dan megah.
Berikut video selengkapnya.