Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah (Jateng) mengungkap empat korban pembunuhan dukun pengganda uang Slamet Tohari di Banjarnegara bertambah empat. Empat korban pasangan suami istri Suheri dan Raini asal Lampung dan ibu-anak Theresia Dewi dan Okta Ali dari Magelang.
"Keempat korban teridentifikasi setelah keluarga mengetahui ada kecocokan properti yang digunakan oleh korban," kata Kabid Dokkes Dokkes Polda Jateng Kombes Pol Summy Hastry Purwanti, Senin (10/4).
Dia menyebut untuk korban pasangan suami istri asal Lampung Suheri dan Riani setelah keluarga melapor ke posko pengaduan orang hilang mengenali properti yang terakhir digunakan korban seperti baju warna pink dan jilbab segi empat yang dikenakan Riani, korban asal Pesawaran, Lampung.
"Properti yang digunakan Riani terakhir baju warna pink dan memakai jilbab segi empat," ungkapnya.
Sedangkan baju yang dikenakan Suheri, suami Raini, juga mengenakan kaos lengan pendek serta celana jins warna krem.
Advertisement
"Suheri memakai celana boxer hitam, celana jins krem. Keluarganya bisa membuktikan kalau itu pakaiannya Suheri," jelasnya.
Adapun untuk korban Theresia Dewi dikenali dari jam tangannya yang ikut ditemukan di dalam kubur. Sedangkan pada Okta Ali, anak Theresia Dewi, polisi menemukan kunci mobil dari dalam kantong celananya.
"Ada kunci mobil Honda yang ditemukan di dalam celana Okta. Menurut keluarganya memang membawa kendaraan dan kuncinya ditemukan di celananya," ujarnya.
Berdasarkan identifikasi data gigi para korban. "Data dasar dari identifikasi primer ada gigi, sidik jari, dan DNA. Kalau satu dari tiga teridentifikasi bisa rilis," pungkas Summy.