Mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku kaget ketika melihat kondisi terkini Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo, Jakarta Utara. Hal itu ia sampaikan melalui unggahan di Instagram pribadinya, @djarotsaifulhidayat.
Djarot mengatakan, jika ia merasa miris dan kecewa menyaksikan keadaan terbaru dari ruang publik yang dulu diperjuangkannya bersama dengan eks Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.
Simak ulasan selengkapnya:
Advertisement
Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, politikus PDIP itu membagikan video merekam momen ketika dia mengunjungi RTH-RPTRA Kalijodo.
Terlihat Djarot yang datang mengenakan kaus hitam dan topi putih itu berkeliling meninjau fasilitas publik yang dulu ia bangun bersama rekan sejawatnya, Ahok.
"Kalijodo setelah 5 tahun yang lalu kita benahi menjadi RTH-RPTRA," tulis Djarot dalam keterangan unggahan.
Advertisement
Saat berkeliling, Djarot justru dikejutkan dengan kondisi terkini ruang publik tersebut yang kini sangat tidak terawat. "Lapak jualan yang padat, retakan pada bangunan, tidak terawat dan sampah yang menggunung. Miris dan kecewa," tulisnya.
Djarot mengaku sangat miris melihat bangunan-bangunan di tempat itu dibiarkan retak tanpa perawatan. Sampah juga tampak menggunung di sudut taman."Retak semua ini retak. Ini potensi roboh bahaya ini. 5 Tahun ini ya enggak dirawat pak Anies," kata Djarot dalam video.
Advertisement
Advertisement
RTH-RPTRA Kalijodo diresmikan oleh Ahok pada 22 Februari 2017 lalu. Wilayah seluas 5.489 meter persegi itu dibangun dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Mulai dari fasilitas mainan anak, fasilitas olahraga, hingga Pos Pengaduan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak. RTH dan RPTRA Kalijodo ini berlokasi di dua wilayah kota administrasi Jakarta. RPTRA atau taman bermain anak berlokasi di Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Sedangkan RTH berada di Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
Advertisement
Di momen peresmian patung menembus batas di Kalijodo pada Oktober 2017 lalu, Djarot pernah menuturkan perjuangannya bersama Ahok saat mengubah Kalijodo menjadi kawasan RTH. Djarot teringat pertama kali menginjakkan kaki ke tempat yang terkenal sebagai lokasi hiburan malam dan prostitusi itu. Dia menyebut, butuh perjalanan panjang bagi dirinya dan Ahok membujuk warga yang tinggal di lokasi itu untuk mau dipindahkan ke tempat yang lebih baik. "Kenapa teringat pak Ahok? Karena di sini merupakan bukti keberanian pak Ahok dan kecepatan dia untuk memutuskan," kata Djarot, Selasa (3/10/2017)."Saya ingat di sini malam-malam kita amankan betul, kita kosongkan betul. Sampai jam 1, sekali lagi Jakarta butuh ketegasan tapi dengan jiwa dan nurani yang bersih, ini butuh ketegasan, keberanian dan kecepatan untuk kebaikan," tukasnya.