Pelawak senior Toto Muryadi alias Tarzan Srimulat mengaku ditagih denda oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). Bukan dalam jumlah sedikit, dendanya mencapai Rp90 juta dengan alasan dugaan melakukan pencurian listrik dan terjadi pada rumah yang dibeli Tarzan untuk Galuh Pujiwati, putrinya.
Lewat sebuah video, Tarzan menceritakan pengalaman yang baru dialaminya tersebut. Ia juga sempat menyenggol nama Menteri BUMN Erick Thohir dengan harapan ceritanya di dengar.
Atas gegernya kasus penagihan denda di rumah Tarzan tersebut, pihak PLN pun akhirnya buka suara. Berikut ulasan selengkapnya, Rabu (8/3).
Advertisement
Sempat Ajukan Protes, Dapat Keringanan Jadi Rp72 Juta
Tarzan menyebut bahwa kasusnya bermula dari saat ia membelikan rumah untuk Galuh putrinya di kawasan Pinang Ranti, Jakarta pada 2007 silam. Tarzan kemudian melakukan renovasi pada rumah itu, namun tiba-tiba PLN memblokir aliran listrik di tempat itu usai mereka meninggali rumahnya belasan tahun.
"Listrik diganti atas nama Galuh Pujiwati. Setelah 15 tahun, 6 Februari 2023 kemarin PLN sama petugas lainnya datang ke rumah itu, langsung mau diblokir," ujar Tarzan seperti nampak dalam unggahan video akun Instagram @undercover.id.
Menurut Galuh, alasan penyopotan listrik di rumahnya itu karena tidak sesuai secara alamat. Bahkan pihaknya mendapat surat tagihan denda berjumlah Rp90 juta sebab dianggap melakukan pencurian listrik. Tarzan dan Galuh akhirnya mendatangi PLN karena merasa tak terima.
"Dendanya 90 juta, saya keberatan. Datang ke PLN dan akhirnya dapat keringanan Rp 72 juta, tapi listrik harus pasang baru lagi. Terpaksa saya bayar padahal 2 tahun, enggak dapat job yah pusing," imbuh Tarzan.
Advertisement
Tarzan: Beli Rumah Bekas Jangan Pakai Aliran Listrik yang Lama!
Peristiwa yang dialaminya membuat Tarzan dan Galuh bingung. Sebab PLN baru mempermasalahkan dugaan pencurian listrik ketika rumahnya ditinggali selama belasan tahun.
"Kalau ada nyuri listrik, nyuri aliran, kenapa enggak tahun itu (ditindaki). Setidaknya, ini sudah 15 tahun loh, baru datang. Kalau 3 hari tidak dibayar, dilepas, diblokir," keluhnya.
"Pokoknya kalau beli rumah bekas jangan sekali-kali menggunakan aliran listrik yang lama. Mending daftar baru, supaya aman. Enggak kayak saya," tegas Tarzan.
Advertisement
Ngadu ke Menteri BUMN Erick Thohir
Keluhannya tersebut ditutup dengan harapan semua ceritanya bisa sampai ke telinga Menteri BUMN Erick Thohir. Ia meminta pertolongan kepada Erick agar sarannya bisa didengar.
Tarzan juga mengaku mengenal baik Erick secara personal.
"Mudah-mudahan kalimat ini didengar bapak Erick Thohir. Kebetulan saya kenal baik. Assalamualaikum, pak Erick Thohir," tutup dia.
Advertisement
PLN Buka Suara
Pihak PLN menyatakan jika sanksi akan diberikan pasca perseroan melaksanakan Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL). Semua bertujuan agar memastikan kWh meter berfungsi dengan baik sebagai pengukur serta pembatas listrik ke tiap rumah pelanggan.
Dilansir dari Liputan6.com, manager PLN UP3 Kramat Jati Aditya Yoga Nugraha mengatakan listrik yang mengalir ke rumah tidak sesuai dengan standar PLN berpotensi membahayakan pelanggan.
"Jadi P2TL semata-mata adalah upaya preventif dari PLN untuk menjaga keselamatan pelanggannya," kata Yoga.
Yoga juga mengaku bahwa PLN sudah melakukan prosedur pelaksanaan P2TL sesuai dengan ketentuan yang berlaku ke rumah Galuh, putri Tarzan. Sebab, ketika P2TL dilakukan, petugas menemukan rumah Galuh menggunakan listrik dari kWh meter yang sebelumnya terdaftar di lokasi lain.
Advertisement
Video Pernyataan Tarzan
Cerita dan keluhan Tarzan mendadak menjadi sorotan usai terekam dalam sebuah video.
Berikut video selengkapnya.