Majapahit salah satu kerajaan terbesar di Indonesia yang pernah tercatat dalam sejarah. Sampai saat ini, peninggalan Majapahit masih tersebar di berbagai daerah khususnya di Jawa Timur.
Sebagai kerajaan terbesar dan digdaya, Majapahit pun mengalami keruntuhan pada tahun 1478 Masehi. Raja terakhirnya adalah Brawijaya V.
Menurut Cak Nun ada 3 sebab yang menjadi runtuhnya kerajaan Majapahit. Simak ulasannya sebagai berikut.
Advertisement
Sebab pertama dari runtuhnya Majapahit karena adanya luapan lumpur yang sangat besar sehingga merusak pertanian, infrastruktur, dan ekonomi Majapahit.
Luapan lumpur yang besar itu terjadi di daerah Delta Mojokerto, di Desa Canggu Mojokerto. Caknun menyebut ada lima titik lumpur di daerah Gresik, Tuban, Krian, Mojokerto, dan Sidoarjo.
“Satu karena ada luapan lumpur sangat besar sehingga pertanian rusak dan infrastruktur ekonomi Majapahit hancur,” ujar Cak Nun.
Advertisement
Sebab kedua dari runtuhnya Majapahit menurut Cak Nun karena adanya pertentangan para bangsawan Majapahit.
Perebutan kekuasaan di Majapahit diketahui sudah terjadi setelah wafatnya Hayam Wuruk. Perebutan itu bahkan menjadi penyebab terjadinya perang Paregreg yang sangat fenomenal.
“Yang kedua adalah pertentangan antara para priyagung dan bangsawan sendiri yang royokan (rebutan) kekuasaan,” lanjut Cak Nun.
Advertisement
Selanjutnya, Cak Nun mengungkapkan bahwa sebab hancurnya Majapahit yang ketiga karena datangnya Portugis.
Seperti diketahui bahwa Portugis datang ke Indonesia pada abad ke-16 Masehi. Oleh karena itu, ketiga bencana itulah yang menjadi sebab keruntuhan Majapahit. Menurutnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan Islam.
“Bencana ketiga adalah datangnya Portugis. Jadi tidak ada pertentangan dengan Islam. Karena selama ini banyak asumsi bahwa hancurnya Majapahit karena datangnya Islam,” lanjut Cak Nun.