Usianya Baru 41 Tahun, Wanita ini Sudah Melahirkan 44 Anak

Potret mencengangkan kehidupan seorang wanita di Uganda karena mampu melahirkan 44 anak meski usianya baru menginjak 41 tahun.

Thomas Wardhana
Oleh Thomas Wardhana - Reporter
Usianya Baru 41 Tahun, Wanita ini Sudah Melahirkan 44 Anak
Usianya Baru 41 Tahun, Wanita ini Sudah Melahirkan 44 Anak. Youtube Ruhi Cenet Indonesia ©2023 Merdeka.com

Seorang wanita di Uganda mampu melahirkan 44 anak meski usianya baru menginjak 41 tahun. Tentunya kabar ini mencengangkan lantaran di luar kebiasaan wanita pada umumnya.

Wanita tersebut disebut hidup dalam garis kemiskinan. Dia juga memiliki kisah kehidupan yang kelam di masa lalu.

Seorang Youtuber pemilik akun @RuhiCenetIndonesian mewawancarai wanita bernama Maryam yang dikenal 'Mama Uganda'. Menurutnya, dia mengalami kelainan dalam memproduksi sel telur sehingga memungkinkan untuk melahirkan banyak anak.

Prinsip hidup dan kerja keras untuk anak-anaknya juga layak untuk diteladani. Meski hidup dari keluarga yang tidak bahagia, Mama Uganda terus berupaya memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Simak kisah selengkapnya.

Mama Uganda bukan tanpa sebab berada di kondisi hidup seperti ini. Menurutnya sejak usia 3 tahun dia telah ditinggal pergi ibunya. Dia kemudian hidup bersama ibu tiri dan ayahnya.

Ibu tiri Mama Uganda dikatakan sangat jahat karena diduga menghabisi nyawa saudara-saudaranya dengan mencampurkan pecahan kaca di dalam makanan mereka.

Mama Uganda mengaku pada usia 12 tahun dia dijual ke seorang pria oleh ayahnya. Pria tersebutlah yang menjadi ayah dari anak-anaknya. Mama Uganda pun melahirkan pertama di usia 12 tahun.

Bayi pertamanya adalah kembar tiga (satu perempuan dan dua laki-laki), setelahnya dia melahirkan bayi kembar dua, empat.

Dirinya telah mengalami 15 kali persalinan. Meski begitu dia juga kehilangan enam orang anaknya karena berbagai faktor, yaitu saat dititipkan ke saudaranya dan karena penyakit malaria serta kelainan jantung.

Banyaknya jumlah anak yang dilahirkan memunculkan asumsi apakah memang ada kondisi medis yang membuatnya subur. Dokter yang memeriksanya mengatakan bahwa dia harus terus hamil untuk mengurangi jumlah telurnya. Apabila tidak, maka akan membuatnya mengalami tumor.

Mama Uganda menceritakan setelah melahirkan delapan belas anak di usia 18 tahun, ia berencana memeriksakan kandungannya ke rumah sakit. Dokter mendiagnosa bahwa dia memiliki banyak telur sehingga mustahil untuk menghentikannya.

"Setelah saya melahirkan delapan belas anak pada usia 18 tahun, saya pergi ke rumah sakit agar bisa berhenti mengandung. Mereka memberi tahu saya bahwa saya memiliki begitu banyak telur sehingga mustahil untuk menghentikannya," ucap Mama Uganda.

Pada video tersebut disebutkan jika Mama Uganda mengalami kelainan genetik bernama Hyperovulasi yang melepaskan satu ovula dalam satu siklus. Sehingga memungkinkan dia melahirkan bayi kembar.

Ternyata diagnosa tersebut salah karena memaksa Mama Uganda untuk terus melahirkan. Terlebih Dokter mengatakan apabila tidak dikeluarkan akan membuat tumor tumbuh di rahimnya dan membuatnya meninggal dunia.

Mama Uganda tinggal di sebuah rumah sempit bersama 44 anaknya. Rumah miliknya lebih terlihat seperti asrama dengan perabotan rumah yang seadanya. Kondisi sofa yang sudah terkelupas, dan tembok yang tidak di cat menambah kesan memprihatinkan di huniannya.

Meski memiliki banyak ranjang, namun setiap ranjang tak ditiduri oleh satu atau dua orang anak melainkan ditumpuk karena kondisi ruangannya sempit. Bahkan dalam satu ruangan bisa diisi oleh 15 orang anak sekaligus.

Mama Uganda tidur di sebuah ruangan tersendiri dan terpisah dengan anaknya. Beberapa anaknya yang sudah dewasa tinggal bersama pasangan mereka di rumah terpisah namun menyatu dengan rumah miliknya.

Banyaknya anak tak membuatnya lupa akan wajah dan nama anaknya. Mama Uganda mengatakan bahwa sebagai seorang ibu dia hafal dan tahu akan setiap anaknya.

Pengalaman masa mudanya dulu yang tak pernah mengenyam pendidikan menjadi motivasi hidupnya dalam membesarkan anak-anaknya. Mama Uganda memiliki tekad untuk mengutamakan pendidikan untuk anak-anaknya.

Beberapa anaknya bahkan berhasil mengenyam pendidikan tinggi meski sempat terhenti karena masalah biaya.

"Saya tidak pernah mengenyam pendidikan. Saya ingin anak-anak saya belajar sehingga mereka bisa menjadi dokter, pengacara, dll," kata Mama Uganda.

"Salah satu putri saya adalah seorang perawat, sayangnya ia tidak menafkahi ibunya. Setelah ia menyelesaikan studinya dia mendapatkan pekerjaan di rumah sakit Mulago di mana ia bertemu seorang yang membawanya ke Rusia. Putra kedua belajar Teknik Mesin. Karena dananya tidak mencukupi, saat ini dia bekerja sebagai montir mobil di kota. Putra lainnya belajar di Departemen Pariwisata, tapi karena kurangnya dana ia belum bisa menyelesaikan pendidikannya di bangku kuliah," lanjutnya.

Kisah Mama Uganda dalam membesarkan anaknya layak untuk diteladani. Meski hidup tanpa seorang suami yang meninggalkannya, ia tetap bertekad memberikan yang terbaik untuk anaknya.

Berikut video lengkapnya.

Rekomendasi