Bantu-bantu Cuci Piring di Barak Militer, Veteran Sjamsoedien Tak Sengaja Jadi TNI

Kisah seorang Veteran Pejuang Kemerdekaan RI selalu menyimpan pelajaran berharga bagi generasi selanjutnya.

Thomas Wardhana
Oleh Thomas Wardhana - Reporter
Bantu-bantu Cuci Piring di Barak Militer, Veteran Sjamsoedien Tak Sengaja Jadi TNI
Bantu-bantu Cuci Piring di Barak Militer, Veteran Sjamsoedien Tak Sengaja Jadi TNI. Instagram tni_update ©2023 Merdeka.com

Kisah seorang Veteran Pejuang Kemerdekaan RI selalu menyimpan pelajaran berharga bagi generasi selanjutnya. Seperti kisah Kolonel (Purn) Sjamsoedien kala tak sengaja diangkat menjadi TNI.

Meski tak lagi muda, ingatan dan semangatnya tak luntur. Saat ini Sjamsoedien telah berusia 92 tahun dan masih mengingat jelas pengalaman masa mudanya sewaktu perang kemerdekaan dahulu.

Sjamsoedin muda sempat diminta untuk menjadi tukang cuci piring hingga akhirnya diangkat menjadi tentara.

Melansir dari akun Instagram @tni_update Selasa (3/1) berikut kisah Kolonel Sjamsoedin di masa perjuangan.

Kolonel Sjamsoedien menceritakan pengalaman masa mudanya kala tak sengaja diangkat menjadi Tentara kemerdekaan RI.

Menurut keterangan unggahan, Sjamsoedin muda yang berusia 16 tahun terjebak dalam perang saat hendak pulang ke Bogor dari rumah kakeknya di Karawang. Hal tersebut dikarenakan karena tak ada transportasi yang beroperasi.

Karena keterpaksaan situasi, Sjamsoeding memutuskan untuk beristirahat di depan barak militer. Bahkan ia sempat diminta untuk membantu mencuci piring di barak tersebut demi bisa diperbolehkan tidur dan menginap di barak.

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh INFO UPDATE TNI (@tni_update)

Baca Juga Kronologi 27 Peserta Paduan Suara Wanita Telantar di Bandara Soekarno-Hatta

Sjamsoedin yang harus tidur di barak pada akhirnya diangkat untuk menjadi tentara pada Januari 1946 lalu. Bahkan ia sempat mendapat pangkat Prajurit Dua (Prada).

Dirinya pun sempat tak menyangka akan mendapat tawaran diangkat menjadi Tentara.

"Kalo sekarang strip satu merah, itu pun kalau masuk Setara, bukan sengaja," ujar Sjamsoedin.

Sjamsoedin muda dikenal sebagai Staf Pribadi Komandan Batalyon IV XIII Divisi Siliwangi, Mayor Umar Wirahadikusuma (Wakil Presiden Soeharto) pada peristiwa Long March Siliwangi 1948.

Baca Juga Mitigasi Latsarmil Kemhan: Pastikan Keamanan Peserta Calon Manajer Koperasi Merah Putih

Sjamsoedin 'senja' kini menikmati masa tuanya bersama keluarga di Kelurahan Sempur, Kampung Rambutan, Jakarta.

Menginjak usia 92 tahun, daya ingatnya masih tajam. Bahkan ia masih dapat bercerita masa lalunya dengan runtut dan lengkap. Semua nama, singkatan, lokasi, hingga waktu kejadian masih hapal.

Beberapa foto dan kenang-kenangan di masa mudanya dulu masih terjaga dan terawat di kediamannya. Bahkan meski sudah menginjak usia senja, Sjamsoedin tampak masih perkasa dan semangat dalam berbagi kisahnya.

Baca Juga Satgas Pamtas Yonif 511/DY Perkuat Kemanunggalan TNI melalui Karya Bakti di Mamberamo Raya

Pengalaman Sjamsoedin ternyata mengundang ragam tanggapan dari warganet. tak sedikit yang melempar rasa kagum dan terinspirasi akan jasanya di masa lalu.

Berikut beberapa komentar menarik warganet.

"Shat-sehat pak sjamsoedin, beliau termasuk salah satu pahlawan Indonesia 🔥🔥," tulis akun @gatot***

"Eyang Sjamsoedien masih sehat, ingatan tajam, Masyaa'Allaah. Salut 👏. Sehat2 terus eyang. Semoga jasa2 eyang utk negeri ini mendapat balasan pahala dari Allaah. Baarakallaahu fiik," tulis akun @bigum***

"Mantap dari prada sampe jadi Kolonel salam hormat untuk veteran 🥺," tulis akun @blackhole***

"Sehat sehat ya pak.... Jadi inget Bpk ak yg juga veteran tp sdh tiada....," tulis akun @yayuk***

"Smoga sehat selalu Eyang Sjamsoedien..kami bangga sama eyang 😍😍😘😘," komentar akun @deby***

Baca Juga Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Urus Pertanian, TNI Tanam Kedelai-Tebu
Halaman Berikutnya Sebelum Ditanam, Kenali 12 Tanaman Hias Beracun yang Perlu Dijauhkan dari Anak dan Hewan
Rekomendasi