Berita duka datang dari institusi Polri. Mantan Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Guruh Arif meninggal dunia karena sakit.
Kepala Satuan Manggala Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Brigjen Singgamata mengenang kebersamaan bersama dengan Kombes Guruh.
Singgamata mengatakan, Kombes Guruh adalah teman lamanya. Berikut ulasannya.
Advertisement
Kombes Guruh meninggal dunia pada usia 49 tahun. Mantan Kapolres Metro Jakarta Utara itu menghembuskan nafas terakhirnya pada kemarin Rabu pukul 00.55 WIB.
Hal itu membuat teman semasa di Akpol, Brigjen Singgamata bersedih dan mengenang Guruh sebagai orang yang baik.
"Saya Saksinya Almarhum adalah Orang Baik, bahkan Baik Sekali," tulis Singgamata di Instagram pribadinya @singgamata.
Advertisement
Kesedihan Singgamata atas wafatnya Kombes Guruh itu bukanlah tanpa alasan. Mereka berdua adalah sosok kawan yang sudah bersama sejak dulu.
Singgamata mengaku bahwa Guruh adalah teman dekat dan bahkan satu kamar ketika masih di Akpol.
"Selamat Jalan Sahabat Terbaik. Teman Sekamar di Akpol, Satu Angkatan PTIK 39A tahun 2004 dan Sespim Polri 49 tahun 2009," lanjut Singgamata.
Advertisement
Kombes Guruh Arif meninggal di rumah sakit karena menderita sakit kanker. Jenderal bintang dua tersebut rupanya sudah mengidap penyakit itu sejak lama.
Namun, selama ini ia masih bisa bertahan karena memiliki rasa semangat dalam mengemban tugas sebagai personel Korps Bhayangkara.
Guruh menghembuskan nafas terakhirnya ketika dirawat di salah satu rumah sakit di Jawa Timur.
“"Sudah beberapa bulan yang lalu sih, tapi karena yang bersangkutan semangat tetap masuk sampai akhirnya tidak kuat, dirawat dan meninggal," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo