"Hanya ada 3 polisi jujur di negara ini: polisi tidur, patung polisi, dan Hoegeng".
Kalimat di atas merupakan guyonan yang dilontarkan oleh mantan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur pada 2006 silam. Ungkapan tersebut mungkin juga sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar masyarakat Indonesia.
Jenderal Hoegeng memang dikenal sebagai sosok polisi yang jujur dan berdedikasi tinggi. Belum lama ini, surat perintah lawas yang ditulis oleh Hoegeng saat masih menjadi Panglima Angkatan Kepolisian ramai jadi sorotan di media sosial. Simak ulasannya:
Advertisement
Surat Perintah Jenderal Hoegeng
Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Polri Komjen Arief Sulistyo, melalui akun Instagram pribadinya membagikan potret lawas surat perintah harian yang ditulis oleh Jenderal Hoegeng.
Surat tersebut tertanggal pada 17 Mei 1968 saat Hoegeng masih menjabat sebagai Panglima Angkatan Kepolisian RI. Dalam keterangan unggahan, Arief menyebut jika foto surat itu ia dapatkan dari salah satu anak laki-laki Jenderal Hoegeng, yakni Didit.
"Hari ini Senin 21 November 2022, saya dikirimi oleh mas Didit (putra pak Hoegeng) foto naskah Perintah Harian PANGAK (Panglima Angkatan Kepolisian) tanggal 17 Mei 1968," tulis Arief dalam keterangan unggahan.
Advertisement
Isi Surat Perintah Harian
Dalam postingan tersebut, terlihat surat perintah harian yang ditulis oleh Jenderal Hoegeng itu terdiri dari tiga lembar. Sosok teladan Hoegeng pun tercermin dari kebijakan-kebijakan yang ia tulis dalam surat perintah tersebut. "Konsep yang komprehensif dari hasil pemikiran yang mendalam dan strategis. Panduan yang jelas, tegas dan terarah untuk dioperasionalkan oleh seluruh jajaran kepolisian," tulis Arief.
Advertisement
Sebut Pemimpin Sejati
Dalam tulisannya, Arief juga menyebut jika Hoegeng merupakan sosok pemimpin sejati yang berani bersikap dengan benar dan jujur untuk menegakkan profesionalitas institusinya. "Pak 'Hoegeng' mampu bertahan sampai di akhir hayatnya. Beliau tidak gila pujian dan juga tidak peduli dengan cercaan karena yakin kebenaran pasti akan menemukan jalannya," tulis Arief. "Memang tidak mudah menjadi Pemimpin yang sebenarnya dan Pak Hoegeng sudah membuktikan dirinya sebagai sosok pemimpin Paripurna," katanya.Sebagai informasi, Jenderal Polisi (Purn.) Hoegeng Imam Santoso adalah satu tokoh kepolisian Indonesia yang pernah menjabat sebagai Kapolri ke-5. Hoegeng terkenal sebagai polisi paling berani dan jujur di kalangan masyarakat.