Saking Senangnya Prabowo Tepuk Pundak Pilot Wanita ini, Sosoknya Tak Sembarangan

Saking senangnya berjumpa dengan sosok tersebut, Prabowo tak segan untuk berbincang. Di akhir pertemuan, Prabowo bahkan menepuk pundak sosok pilot tersebut.

Mutia Anggraini
Oleh Mutia Anggraini - Reporter
Saking Senangnya Prabowo Tepuk Pundak Pilot Wanita ini, Sosoknya Tak Sembarangan
Saking Senangnya Prabowo Tepuk Pundak Kapten Pilot Wanita ini. TikTok @tumgrd ©2022 Merdeka.com

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bertemu dengan sosok wanita yang tak sembarangan. Dia merupakan pilot wanita yang memiliki deretan kisah inspiratif.

Berita lengkap mengenai Prabowo Subianto bisa dibaca di Liputan6.com

Saking senangnya berjumpa dengan sosok tersebut, Prabowo tak segan untuk berbincang. Di akhir pertemuan, Prabowo bahkan menepuk pundak sosok pilot tersebut.

Penasaran dengan lawan bicara yang membuat Prabowo takjub kala itu? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Siapa yang tak kenal dengan sosok wanita tangguh nan inspiratif Kapten Esther Gayatri Saleh? Wanita kelahiran Palembang tersebut menjadi pilot wanita uji coba pertama di tanah air.

Beberapa waktu lalu, Prabowo berkesempatan mengunjungi area kerja Kapten Esther. Saat dihampiri, Esther pun nampak gagah dalam balutan seragam krem lengkap dengan topi serta kacamata hitam.

"Ketika Pak Prabowo bertemu Kapten Esther Gayatri, pilot pertama yang menerbangkan uji coba pesawat N219," demikian dikutip dari keterangan video pada akun TikTok @tumgrd.

Wanita yang memiliki keahlian memainkan drum dan bass ini mendapat atensi penuh dari sang menteri. Keduanya terlibat perbincangan singkat yang berlangsung di area lepas landas pesawat.

Menjadi anggota Society of Experimental Test Pilot Amerika Serikat membuat Esther piawai berbahasa Inggris. Dengan Prabowo, Esther lantas bercakap menggunakan bahasa Inggris kala itu.

"How are you? (Apa kabarmu?)" tanya Prabowo.

"I'm okay, sir. You? (Saya baik-baik, pak. Anda?)" balas Esther.

"Good (Baik)," timpal Prabowo.

Tak berselang lama, Esther nampak memaparkan kinerjanya yang masih berlangsung saat itu. Prabowo pun terlihat mendengar penjelasan Esther dengan saksama meski terus melaju menggunakan golf car secara perlahan.

Kinerja Esther pun mendapat apresiasi mendalam dari Prabowo. Dia disebut sebagai sosok pilot yang luar biasa. Saking terkesimanya, Prabowo bahkan tak segan untuk menepuk pundak Esther sebagai tanda apresiasi.

"Luar biasa," ungkap Prabowo.

"Yes, sir," jelasnya.

"Terima kasih ya Esther, ya," pungkas Prabowo.

 

Seketika, pertemuan kedua sosok tersebut membuat publik terkagum. Terlebih, publik nampak menyoroti kisah Esther yang begitu menginspirasi, terlebih bagi kaum hawa.

"Pilot cewek yang paling kereeen. Pak prabowo sehat selalu," tulis akun @JoeAriesta_703

"Pilot wanita asal Palembang ya? Kereen," tulis akun @Erdi fujo laksono

"Kerennn," tulis akun @Fafa_Al

"Luar biasa ibu esther," tulis akun @irfanmaruff

Video

Berikut video selengkapnya.

@tumgrd Pak Prabowo bertemu Kapten Esther Gayatri, pilot penerbang pertama yang menerbangkan Pesawat N219. #prabowo #menhanprabowo #prabowosubianto #menhanprabowo #esthergayatri #pilot #pesawatN219 #tniau #tni #indonesia ♬ suara asli  - TumGRD

Kiprah Esther di bidang kedirgantaraan tak bisa diremehkan lagi. Kapten Esther Gayatri Saleh menjadi orang pertama yang menerbangkan pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia (DI) dan LAPAN. Tahun 2017 ia melakukan uji terbang untuk pesawat N219, asli buatan Indonesia. Tepatnya pada momen kemerdekaan Indonesia ke-72.

Luar biasanya, Esther beraksi dengan menerbangkan pesawat buatan RI ke Senegal. Pesawat CN235-200MPA yang digunakan Esther tersebut mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Khartoum setelah menempuh 7 jam penerbangan dari Bandara Internasional Doha, Qatar.

Lalu transit di Khartoum selama 72 jam untuk melakukan pengisian bahan bakar (refueling). Selanjutnya meneruskan penerbangan ke N’Djamena, Republik Chad, Afrika Tengah pada Minggu, tanggal 28 Maret 2021.

Esther tentu merasa bangga bisa menjadi Kapten perempuan pertama yang menerbangkan pesawat buatan asli Indonesia.

Kali pertamanya dia membawa pesawat N219 di 2017, mengitari kawasan Batujajar dan Waduk Saguling Kabupaten Bandung Barat. Didampingi kapten Adi Budi Atmoko sebagai first officer.

"Respon pesawat baik, power baik, dan semua sesuai harapan," kata Esther.

Sementara itu, perjuangan Esther menjadi pilot wanita rupanya tak pernah semudah itu. Dikutip dari Antara, Esther mencoba mendaftar ke sekolah penerbangan pada 1982 seusai lulus SMA.

Sayangnya, Esther kala itu justru tak tembus lantaran latar belakang pendidikannya yakni IPS. Tak putus semangat, Esther lantas memutuskan untuk mendaftar sekolah penerbangan di Amerika Serikat dengan modal menjadi fotografer di lingkungan Istana Negara.

Lulus pada 1983 dengan biaya sendiri dan bekerja di Negeri Paman Sam, Esther memutuskan untuk kembali ke tanah air. Meski awalnya tidak diterima, singkatnya Esther lantas bekerja menjadi anggota PT Dirgantara Indonesia.

Seringkali dianggap sebelah mata karena wanita, namun Esther tak mau menyerah. Dengan tekadnya, dia terus bertahan dengan perilaku kerja yang etos dan profesional.

Selanjutnya, Esther tak hanya tinggal diam. Dia terus menjadi pribadi yang haus pembelajaran.

Tahun 2016 silam, Esther memutuskan untuk melanjutkan pendidikan sekolah pilot uji di luar negeri. Dia pun berhasil lulus dari International Test Pilot School London, Ontario, Kanada lalu memutuskan untuk kembali ke tanah air.

Tak berselang lama, Esther mendapat tanggung jawab besar untuk menerbangkan pesawat prototipe pertama N219 milik PT Dirgantara Indonesia. Sukses pada 16 Agustus 2017 dengan pesawat tersebut, Esther kembali menuai prestasi dengan berhasil menerbangkan pesawat prototipe kedua N219 tahun 2018 silam.

Hingga kini, Esther telah didapuk memiliki 7.900 jam penerbangan. Tak mudah berpuas diri, Esther pun masih terus melakukan penerbangan serta pelatihan untuk mengembangkan diri.

Rekomendasi